Senin, 20 Agustus 2012

NIAT PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWAL

Setelah melewati Ramadhan nan penuh hikmah, kita masuki bulan Syawal nan penuh kemenangan. Ummat Muslim di Cakrnegara, memiliki tradisi melaksnakan puasa sunnat Syawal secara terus menerus selama 6 hari. Tradisi turun temurin inilah yang kemudian melahirkan hari lebaran kedua atau biasa disebut dengan Lebaran Topat (maksudnya lebaran ketupat). Lebaran Topat adalah lebarannya orang yang berpuasa 6 hari di bulan Syawal. Tentu semua orang tahu bahwa puasa Syawal adalah puasa sunnat, namun puasa syawal terasa seperti puasa yang wajib dikerjakan jika melihat sebagian besar masyarakat berpuasa selama enam hari. Hari H lebaran topat, akan jatuh seminggu kemudian setelah lebaran iedul fitri. Jika lebaran Iedul fitri jatuh pada hari Minggu, maka lebaran topat akan jatuh pada hari Minggu juga, tanpa menunggu rukyah dari kementerian agama. Berikut kampung media mengutip tulisan soal niat berpuasa di bulan syawal sebagai referensi.

Niat merupakan azam untuk melakukan sesuatu ibadat, dan letaknya di hati. Jika anda berazam ingin melakukan puasa 6 atau qadha’ puasa sebelum menjelang fajar, maka itulah yang dikatakan niat. Ini sudah memadai dan tidak perlu melakukan lafaz niat. Jika mahu berniat puasa 6 syawal :

“sahaja aku puasa sunat bulan syawal kerana Allah swt “.

Menurut sunnah yang sahih, seseorang hendaklah berpuasa enam hari di bulan syawal. Bagi yang mempunyai puasa qada’ (ganti), afdal mendahulukan qada’ puasanya yang ditinggalkan, kemudian diikuti puasa sunat syawal. Ini kerana, puasa qada’ adalah wajib sedangkan puasa enam syawal adalah sunat. Menurut kaedah usul, perkara wajib hendaklah di dahulukan berbanding perkara sunat.

Selain itu, tidak disyaratkan seseorang berpuasa enam secara terus menerus. Dia boleh memisahkan antara hari-hari tersebut kerana tidak ada dalil yang jelas menunjukkan perbuatan salafussoleh berpuasa secara terus menerus. Namun, tidak bermakna ia tidak boleh dilakukan begitu.

Ada juga yang menyuarakan persoalan hukum membaca niat dua kali. Niat dua kali sebenarnya bukan niat yang kena baca dua kali tetapi kita berniat puasa ganti dan Allah memberi kita pahala atau dua kebaikan iaitu pahala qada puasa dan juga pahala sunat puasa 6.

Bagi orang perempuan, bolehlah mengganti atau mengqada puasa ramadhan kita dengan awal, tak perlulah menunggu sampai tibanya bulan rejab/ syaaban tahun hadapan pula. Semoga amalan puasa qada dan puasa sunat kita tahun ini diterima Allah S.W.T. Paling penting jangan lupa supaya meng’qada’kan puasa terlebih dahulu sebelum berpuasa sunat 6


sumber : http://www.abgteror.com/niat-puasa-6-di-bulan-syawal-panduan-berpuasa-6/#ixzz247xoJcE5



tulisan lainnya

acaan Niat Puasa Syawal berdasarkan yang saya tahu referensi dari berbagai bacaan dan situs yang mengulas tentang Niat Puasa sunah dibulan syawal, bahwa Tidak ada lafal niat khusus untuk puasa Syawal. Seseorang yang sudah memiliki keinginan untuk puasa Syawal di malam hari itu sudah dianggap berniat, karena inti niat adalah keinginan dan bermaksud.

Karena Bacaan Niat Puasa Syawal tidak mempunyai lafal khusus ada baiknya kita mengetahui jenis dari puasa sunah tersebut, Puasa sunah ada dua:
Puasa sunah mu’ayyan (tertentu), yaitu puasa sunah yang terkait dengan hari atau tanggal tertentu, seperti: puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, dan puasa 6 hari di bulan Syawal.
Puasa sunah mutlak, yaitu puasa sunah yang tidak terkait dengan hari atau tanggal tertentu. Karena itu, tidak ada batasan waktu maupun jumlah. Puasa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam hadis Aisyah di atas adalah contoh puasa sunah mutlak.

Bacaan Niat Puasa Syawal menurut beberapa ulama menyatakan bahwa tidak wajib berniat di malam hari untuk puasa sunah, baik puasa sunah mutlak maupun terkait hari tertentu. Pendapat ini berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Rasulullah menemuiku pada suatu pagi, kemudian beliau bertanya, ‘Apakah kalian memiliki suatu makanan?’ Aisyah mengatakan, ‘Tidak.’ Beliau bersabda, ‘Jika demikian, aku puasa.’ Di kesempatan hari yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami (Aisyah). Kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, kami diberi hadiah hais (adonan).’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta, ‘Tunjukkan kepadaku, karena tadi pagi aku berniat puasa.’” (H.r. Muslim, no. 1154)

Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “jika demikian, saya puasa” bisa dipahami bahwa beliau belum berniat untuk puasa di malam hari. (sumber : http://konsultasisyariah.com/puasa-syawal-dan-niatnya )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar