Senin, 20 Agustus 2012

Hari Lebaran Pelecing diserbu peminat.




KM. Abiantubuhbaru.Makanan apa yang menjadi favorit dihari lebaran, tentu banyak sekali. Ada beragam pilihan tersedia di meja makan atau dilemari makanan. Mulai dari sajian daging ayam dan sapi dengan bermacam yang diolah dengan resep yang berbeda-beda. Di Abiantubuh dan beberapa tempat di Cakranegara, selain sajian istimewa itu banyak masyarakat memilih dua jenis makanan tradisoanal yang super pedas. Apakah itu ? itulah pelecing dan rujak.  Pelecing dan rujak menjadi salah satu makanan yang banyak diburu, saat pulang dari masjid.
Penjual pelecing  biasanya diserbu pembeli. Pedagang akan kewalahan, karena biasanya pembeli datang pada saat yang bersaman. Jika terlambat, kita bisa tidak kebagian. Dikampung-kampung pelecing dibuat dengan selera yang lebih hot. Rasa yang super pedas  membedakan pelecing ala kampung dengan   pelecing yang biasa dijual di warung Taliwang atau di restoran mewah.  
Hampir pasti pelecing kampung yang dibuat tidak akan ditambahkan gula atau pemanis. Rasa pedas yang menyengat, bisa membuat mata berair. Jangan coba-coba menyantap pelecing kampung jika anda tidak terbiasa. Bukan maknyus yang anda peroleh tapi rasa pedas yang membuat air mata meleh dan air liur yang keluar berlebihan.
Seperti  pelecing made in inaq Nur hari lebaran itu. Sudah sejak para jamaah baru turun dari salat iedul fitri di masjid, warung pelecingnya diserbu pembeli.  Yang membuat pelecingnya istimewa, ia langsung merebus kangkung saat pembeli datang.  Ia menghabiskan puluhan ikat kangkung hari itu. Mengantipasi banyaknya peminat, ia memang telah menyiapkan kangkung dalam jumlah yang cukup banyak.
“ disini pelecingnya enak dan segar, rasa sambalnya pas” kata Asnawati yang ikut membeli  antre pelecing kepada Kampung Media  19/8/2012. (wan)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar