Sabtu, 09 Juni 2012

Berkarya dari Ruang Sempit.


Saat Kampung media bertandang kerumahnya, Batua Azhar Amirmenyambut dengan ramah. Ia langsung memanggil sang istri untuk segera mempersiapkan segelas kopi kepada kami. Siang itu ia masih mengenakan pakaian dinas mengajarnya. Maklum, seniman  yang piawi memainkan berbagai alat music ini  memang sehari-harinya aktif mengajar di Madrasah Aliyah Negeri Selong Lombok Timur. Dengan ramah dan murah senyum ia langsung mengajak Kampung Media menuju ruan kerjanya yang  berukuran sekitar 3x3meter. Disitu terdapat perangkat guitar, biola, keyboard dan computer dengan spek yang memadai untuk ukuran pekerjaanya mengaransemen lagu dan berkesenian.
Batua Azhar, bapak 2 putra ini lahir di Maumere Nusa tenggara Timur. Ia pernah belajar di Pondok pesantren Darunnahdlatain NW Lombok Timur. Dari tangan dinginnya, ia banyak megaransemen lagu-lagu bernafas lokal. Saat kami datangia tengah mengerjakan pesanan lagu oleh salah satu partai politik sebagai bahan kampanye. Ia juga kerap mengikuti latihan dan bermain music keroncong. Saat kelompok music Nada Pada masih aktif, ia adalah salah satu pentolannya. Ia ikut pentas kemana saja kelompok music itu manggung.
Dari tuang sempit itu, Batua Azhar terus berkarya. Ia juga menunjukkan kepada kami sebuah lagu tentang kesyukuran seorang hamba atas segala nikmat yang diberikan Allah kepada Hambanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar