Minggu, 22 Juli 2012

Ndak bisa dilarang anak-anak itu pak !




Kami merasa sangat tergangu dengan adanya petasan dan kembang api ini, harusnya kepala lingkungan bertindak tegas agar orang tak terganggu saat melakukan ibadah, kata Asnawati kepada kampung Media sesaat setelah kakinya hampir tersambar kembang api.
Sejak sehari sebelum bulan puasa, petasan dan kembang api memang sudah mulai dibunyikan di sana-sini. Anak-anak yang memainkan mercon membelinya dari penjual yang berderet di depan pertokoan sekitar Cakranegara Kota Mataram. Anak-anak dari kampung pergi membeli sendiri mengendarai sepeda ketempat penjualan. Setelah Rhamadhan tiba, anak-anak penyuka mercon dan kembang api tak perlu susah-susah lagi ke Cakranegara. Mercon dan kembang api banyak dijual di kampung-kampung. Tingga minta uang kepada orang tua, anak-anak itu dengan gampang membeli benda yang meresahkan banyak pihak itu.

Ndak bisa dilarang anak-anak pak, yang harus diberi peringatan penjualnya saja, mulai dari penjual yang ada di kampung sampai sumbernya di cakra harus dilacak dan ditindak tegas, kata Inaq Toni kepada Kampung Media.
Mercon dan kebang api, memang menjadi bagian dari bulan Rhamadhan. Sulit sekali mengaturnya.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar