Sabtu, 02 Februari 2013

Tembok Pembatas Madrasah Jebol Sekolah diliburkan




ilustrasi internet
KM Abiantubuh Baru. Banjir  yang menggenangi daerah aliran sungai unus kali ini terlihat cukup parah. Air datang secara tiba-tiba  Kamis  pukul 03.00 dini hari, setelah sebelumnya hujan deras berlangsung cukup lama. Beberapa keluarga yang  rumahnya terendam panik dengan kehadiran air yang tiba-tiba masuk pekarangan bahkan kamar tidur tersebut.  Munah misalnya, janda beranak satu ini berteriak karena kaget air tiba-tiba masuk kamar tidurnya. Beberapa perabot rumah tangganya masih berserakan di lantai, karena siangnya di kampung tempat tinggalnya ada acara Maulid. Ia kerepotan memindahkan beberapa barang yang eler atau terseret banjir. Teriakannya membuat orang-orang terbangun  dan bergegas mencari cara agar air yang datang tak masuk rumah.  Banjir kali ini tergolong cukup besar dan deras.  Genangannya masih ada hingga siang hari. Madrasah NW Karang Bata yang menjadi langganan banjir terpaksa meliburkan siswanya. Halaman sekolah tempat kegiatan olah raga, apel dan berdoa sebelum masuk kelas, berubah menjadi kolam, hingga para siswa dan guru tidak bisa mengakses ruang kelas.  Sekolah libuuur , kata salah seorang siswa Madrasah ibtidakiyah sambil berlari pulang padahal ia baru saja sampai di madrasah.  Banjir tersebut juga membuat pagar pembatas sekolah tersebut ambrol. Dra. Rahimah Kepala MTs NW Karang Bata mengungkapkan kekhawatirannya kepada Kampung Media, “ saya takut kalau terjadi banjir susulan, dinding sekolah ini akan jebol di hantam air” katanya sambil menunjuk tembok yang rubuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar