Minggu, 29 April 2012

“Jurakan Kepeng” tradisi berbagi keceriaan




jurakan kepeng
Salah satu upacara daur hidup Masyarakat Abiantubuh pasca melahirkan anak adalah Molang-malik, dalam tradisi ini terdapat acara ngurisang yang prosesnya pernah Kampung Media ceritakan dalam Blog ini. Setelah acara ngurisang selesai, tepatnya pada saat sang anak usai dicukur dan dibawa keluar dari tempat prosesi ngurisang dilakasanakan, ada satu lagi tradisi unik. Tradisi ini menjadi agenda yang paling ditunggu oleh anak-anak. Jurakan Kepeng namanya. Secara bebas mungkin terjemahan katanya adalah berebut atau berlomba meraih uang. Biasanya uang adalah salah satu isi dari wadah bunga rampai yang dibawa saat prosesi ngurisang dilaksanakan. Selain bunga rampai tedapat beras kuning, uang logam, dan gunting untuk mencukur rambut sang bayi yang diberi nama. Paska dicukur, uang yang berada didalam wadah dihamburkan ketengah-tengah kerumunan anak-anak dan orang dewasa yang menunggu dengan wajah riang. Biasanya kepeng (uang) yang dihamburkan di tengah  kerumunan peserta Jurakan kepeng adalah uang logam. Uang logam tersebut terdiri dari kepingan uang logam Rp 100, 500,dan 1000. Jurakan Kepeng adalah agenda paling heboh. Lantunan suara orang yang membaca tahlil kadang tenggelam oleh suara mereka yang berebut untuk mendapatka kepingan uang logam. Tak hanya anak-anak. Para ibu biasanya ikut ambil bagian dalam acara ini. Dari sisi jumlah, uang yang didapat dari acara jurakang tidaklah banyak. Paling banter seorang anak bisa mendapatkan 5 atau 6 kepingan uang logam, yang jika uangnya terdiri dari pecahan uang seribuan maka jumlahnya menjadi lima atau enam ribu. Jika sial maka tak sepeser pun uang yang didapat. Lebih sial lagi jika sang anak ditindih oleh peserta lain an tidak mendapatkan apa-apa.




jurakan kepeng

jurakan kepeng







Tradisi unik ini substansinya menciptakan suasana riang saat awal pemberian nama bagi seorang anak manusia yang. Diharapkan kedepannya mereka manusia yang diliputi perasaan damai riang dan bersemangat menghadapai kehidupan. Masyarakat tradisi seringkali menyelipkan  impian dan tujuan-tujuan dalam bentuk simbol-simbol yang mesti diterjemah oleh manusia modern. Dalam simbol-simbol yang ditampilkan tersimpan kearifan yang mendorong terciptanya keseimbangan dan kemuliaan hidup. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar