Rabu, 10 Juli 2013

Berbuka puasa di atas genangan banjir

KM Abiantubuh. Hari pertama puasa(10/7), mendung menggantung sejak siang hari. Cuaca ini terasa menguntungkan bagi hari pertama puasa karena panas matahari biasanya akan membuat orang kehabisan cairan atau dehidrasi. Kondisi mendung akhirnya diiringi hujan yang sangat deras. Tidak hanya deras, tapi hujan pun berlangsung sangat lama. Setelah hujan berhenti, beberapa tempat yang menjadi langganan banjir seperti Karang Parwa, Karang Bata Selatan, Abiantubuh Barat dan Gedur Baru mulai tergenang. Di Abiantubuh, puluhan rumah yang setiap hujan terjadi banjir mendapat jatah banjir. Banjir tidak pernah tahu orang lagi puasa atau tidak. Hari pertama berbuka beberpa rumah harus menyantap makanan berbukanya di atas genangan banjir. Banjir yang terjadi hari pertama puasa itu berlangsung cukup lama. Biasanya banjir yang lama diakibatkan oleh hujan deras yang terjadi di hulu sungai. Sampai menjelang shalat Tarawih, banjir masih belum surut. (wan)

Sabtu, 06 Juli 2013

Yayasan Rinjani Sakti, Salurkan Hibah Pemkot



KM Abiantubuh. 33 anak yatim dan terlantar di bawah binaan Yayasan Rinjani Sakti Mataram, bernafas lega menyambut tahun ajaran baru. Pagi 7 Juli 2013 kemarin mereka dipanggil untuk menerima bantuan peralatan sekolah berupa sepatu, tas, dan alat tulis. Mereka berdesakan dirumah salah seorang pengurus Yayasan yang berdiri sejak tahun 2002 tersebut. Menurut  salah seorang pengurus Yayasan, bantuan tersebut disalurkan dalam rangka menyambut tahun ajaran baru. “ Dengan dana yang bersumber dari hibah pemerintah kota Mataram, kami membelikan berbagai keperluan sekolah, agar mereka para yatim bisa belajar seperti teman-temannya yang lain, kata Fitriah kepada Kampung Media
, di sela-sela pembagian bingkisan tersebut. Menurutnya, sudah sejak beberapa tahun ini Yayasan Rinjnai Sakti diberikan amanah untuk mengelola dana bantuan untuk disalurkan kepada klayan. Tahun 2012 lalu, 30 orang anak se kota Mataram dengan berbagai katagori masalah mendapat bantuan pemerintah pusat dan disalurka melalui yayasan yang beralamat di Jalan Senopati V Karang Bata ini. Tahun ini ada tambahan sekitar 7 orang. Mereka yang akan menerima bantuan tahun ini adalah anak terlantar, anak yang bermasalah degan hukum, anak dengan kecacatan. Kriterianya sudah ditentukan melalui seleksi ketat di dinas sosial tenaga kerja Kota Mataram. “ Bantuan Hibah dari Pemerintah Kota Mataram tahun ini tidak terlepas dari peran H. Zahiran Yahya selaku anggota DPRD Kota Mataram” Suriah, salah seorang pengurus Yayasan kepada Kampung Media.(wan)

Pameran Kerajinan Sambut Hari Koperasi ke 66



KM Abiantubuh .Pameran (3/7) menyambut hari koperasi ke 66 dipadati pengunjung. Pameran yang diikuti hamper semua kabupaten kota seluruh Indonesia itu, menjadi tontonan menarik bagi warga Mataram dan Lombok Barat. Pada pamenran yang dilangsungkan di halaman kantor eks Bupati Lombk Barat ini bermacam produk kerajinan dari berbagai daerah dipajang. Setiap stand mempersiapkan berbgai pamphlet dan brosur agar para pengunjung bisa lebih jelas mengetahui asal-usul beberapa barang yang tengah dipamerkan. Pengunjung yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa, memadati lokasi pameran sejak sore hari. Di gerbang pertama tempat pameran, terdapat peta atau denah lokasi stand yang dipajang, guna memudahkan pengunjung dan peserta mengingat di mana lokasi mereka. Hingga larut malam, stand-stand masih buka karena penonton terlihat antusias. Di luar stand, berbagai macam kuliner juga tersedia. Di timur tempat pameran industri kerjainan rakyat, terdapat juga pusat kuliner. Anda bisa memilih masakan apa yang anda suka. Ayam Taliwang, menjadi makanan favorit di pameran tersebut. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang memenuhi tempat mereka berjualan.  Di panggung utama, sekelompok anak muda asyik memainkan alat musik. Penonton dari pentas ini terlihat duduk sambil lesehan menikmati musik yang dimainkan secara unplugget ini. Suasana pameran selalu menjadi pilihan masyarakat yang ingin mengajak anak-anak mereka apa lagi di musim liburan.Saat kampung media mengunjungi beberapa stand, mereka yang menunggui stand tampak mengajak KM dan orang-orang untuk melihat-lihat hasil kerjainan di daerah mereka. Berbagai batik dan kerajinan ditampilkan dari industri kerakyatan di Jawa Timur. begitu juga dari daerah lainnya, ada madu Kalimantan yang harus dipakai dengan cara setetes, ada parut aneka fungsi, Batik unik dari dayak dan bermacam hal lain yang jarang didapat(wan)

Jumat, 05 Juli 2013

Panggung Hiburan Anti Narkoba




KM. Abiantubuh. (Jumat 6/7) Gelegar irama musik berbagai aliran, menghentak seisi Mataram Mall. Sebuah panggung besar di Mall 2 lantai bawah, menjadi sumber suara dari musik tersebut. Panggung berukuran kurang lebih 5x6 meter tersebut tertata apik dan menarik untuk ukuran sebuah pertunjukan musik. Di belakang panggung tertera tulisan” Ajang Kreatifitas Pagelaran Budaya menyambut hari tanpa narkoba”.
Di tempat-tempat lainnya, terdapat banyak sekali baliho yang berisi pesan anti narkoba dengan logo BNN Badan Narkotika Nasional. Kemeriahan panggung tersebut, merupakan agenda peringatan hari tanpa narkoba yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2013 kemarin. Narkoba memang menjadi salah satu penyebab berbagai kerusakan moral yang terjadi saat ini. Banyak anak-anak muda yang terjerumus akhirnya harus menjadi beban para orang tua dan sekaligus beban negara, karena narkoba yang membuat mereka tergantung, menjadi penyebab penyakit yang tertular lewat jarum suntik.
Selain panggung hiburan terdapat juga stand-stand pendukung kegiatan  tersebut. Di sisi kiri panggung terlihat pengunjung mengambil berbagai pamplet, stiker, pin dan brosur terkait narkoba. Seorang penunggu stand pun antusias memberikan informasi kepada para pengunjung stand yang diadakan oleh Badan Nasrkotika nasional Kota Mataram tersebut(wan)

“BaLSem” hangatnya sesaat



KM. Abiantubuh. Karena saya bukan penerima BLSM atau Balsem, maka saya tidak ikut merasakan “ kehangatan” program tersebut.  Tapi di sekeliling saya, kesibukan menyambut kucuran uang sinterklas itu bisa dibilang heboh. Para ibu-ibu lansia yang tak pernah keluar rumah, harus ikut-ikutan mendatangi kantor lurah mengurus surat-surat agar mereka gampang  menerima bantuan. Euphoria penerimaan BLSM saat ini, menjadi pemberitaan media massa. Muncullah berbagai gambar yang membuat hati kecil kita miris. Ibu-ibu yang terinjak, bayi-bayi yang terjepit atau kakek-kakek yang seharsnya istirahat terlihat dipapah karena harus mengambil sendiri Balsemnya.  Gambar-gambar tersebut diperontonkan televisi  lokal maupun nasional, bahkan mungkin  internasional. Sampai hari ini, niat baik pemerintah membagi uang secara langsung kepada rakyat katagori miskin, masih di liputi persoalan. Mulai data yang tidak di update, salah sasaran, hingga semerawutnya proses penyaluran membuat masyarakat protes.
Soal data yang tidak valid misalnya, perkara data idealnya selalu diupdate setiap saat. Peubahan jumlah penduduk, prilaku, daur hidup masyarakat membuat data apapun tentang kependudukan bisa berubah tidak menunggu tahun. Itulah sebabnya data miskin tahun ini, bisa berubah tahun depan. Tidak aneh kalau kemudian kita menemukan para penerima Balsem berpakaian layaknya orang kaya, memakai perhiasan mahal, Smartphone keluaran terbaru, atau aksesoris menunjukkan bahwa dia tidak miskin. Di lain pihak mereka yang tidak menerima Balsem, kondisinya sangat memprihatinkan. Kecanggihan alat komunikasi dan informasi saat ini, mestinya mempermudah perolehan data terbaru dari masyarakat. Handphone murah pun saat ini sudah dilengkapi aplikasi-aplikasi yang dulunya tidak mungkin. Ini peluang pendataan yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk bisa mendapatkan data yang update.  Kesalahan data menjadi akar persoalan baru di tingkat masyarakat. Mereka yang cemburu karena tidak mendapatkan bantuan, padahal secara kriteria sangat layak, melakukan protes. Protes dilakukan mulai dari pemerintah  tingkat yang paling dekat dengan dirinya yaitu RT dan dusun atau lingkungan. Banyak aparat di tingkat bawah menjadi korban tindakan anarkis mereka yang cemburu.

Berikutnya soal salah sasaran. Ada satu penyakit baru yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat kita. Penyakit baru itu bernama “demam gratis”. Saya tidak tahu apakah penyakit demam gratis ini merupakan imbas dari banyaknya reklame produk yang menawarkan berbagai fasilitas gratis kepada konsumen atau apa. Yang pasti hari ini masyarakat menjadi sangat gemar kepada yang gratis-gratis. Anehnya para calon pimpinan daerah atau partai politik juga ikut-ikutan menawarkan seba gratis kepada konstituennya. Kalau provider menawarkan nelpon dan sms garis, para calon kepala daerah dan partai politik juga berlomba-lomba mengumbar janji gratis. Sekolah gratislah, berobat gratis, sampai soal yang agak aneh menurut saya yaitu pajak gratis. Demam gratis ini, membuat masyarakat memburu semua yang gratis. Demi mendapatkan serba gratis masyarakat pun berbondong-bondong mendaftarkan dirinya sebagai warga miskin.  Apalagi yang melakukan pendataan masih ada hubungan kerabat, maka sang pendaftar akan mudah lolos meskipun tidak termasuk dalam kriteria miskin. Harus ada cara agar kesalahan pada proses pendataan ini bisa dikurangi.
Kita cenderung melupakan hal-hal sepele, yang pada gilirannya menjadi masalah besar. Persoalan antri misalnya. Antri adalah masalah kecil namun tidak bisa dibiarkan begitu saja. Budaya antri harus didikkan kepada anak-anak mulai dari sejak dia Taman Kanak-Kanak agar ia tidak seperti orang-orang tuanya. Lihatlah saat ini, hanya karena kita tidak bisa antri, nyawa pun melayang sia-sia. Selama ini kita tidak memiliki budaya antri. Berdesak-desakan tanpa memperdulikan anak kecil, para lansia, atau orang hamil menjadi pemandangan yang biasa. Saat  mereka beli tiket pertunjukan. Saat  mereka mengantre bensin yang mulai langka. Dan sebentar lagi kita akan menyaksikan antrean pembagian sedekah saat lebaran, Dan susahnya budaya itu  di bawa kemana pun kita pergi. Lihat bagaimana anak-anak bangsa ini mengantre di Arab Saudi atau atau di Negara lain. Mereka menjadi masalah Negara lain karena membawa kebudayannya.  Kita sudah merdeka lebih dari setengah abad, namun tradisi antri saja kita tidak miliki. Tingkat disiplin kita masih sangat rendah. Orang sudah sampai di luar angkasa. Kita masih belajar antri. Dan di televisi itu menjadi tontonan setiap hari
 Saya pribadi mendukung pengurangan subsisi, tapi tidak setuju masyarakat diberikan Balsem. Karena Balsem itu hangatnya cuma sebentar. Ukuran harga-harga sekarang ini duit sebanyak itu akan cepat habis. Dana bantuan sebanyak itu bisa menjadi semacam saham bagi masyarakat miskin untuk mendirikan usaha.(wan)

Walpaper Ramadhan










KM ikuti Bintek di Senggigi

KM Abiantubuh Bersama sejumlah lembaga yang menangani persoalan kesejahteraan sosial anak mengikuti kegiatan Bintek (1/7). Kegiatan Bintek yang dilangsungkan di Hotel Puri Saron tersebut tujuannya untuk menyamakan persepsi soal penyaluran bantuan kepada klayan anak dengan berbagai kasus diwilayah NTB. KM Abiantubuh mewakili Yyasan Rinjani Sakti Mataram dalam kegiatan bintek yang dilangsungkan tiga hari tersebut. Menurut Kabid Rehabilitasi Sosial tahun ini 320 orang anak akan mendapatkan bantuan sebesar 1 juta/ anak. Bantuan yang diberikan akan langsung di transfer melalui rekening masing-masing. Mereka yang menerima bantuan terdiri dari anak balita terlantar, anak yang berhadapan dengan kasus hukum, anak yang memiliki kecacatan, anak yang memiliki perlindungan khusus derta anak terlantar. hadir dalam kesempatan tersebut bapak kepala dinas sosial kependudukan dan cacatatn sipil Drs. Bahrudin. Kadis yang tampil sederhana ini selalu memikata dan menarik perhatian peserta setiap berpidato. Kehadiran ibu Hani dari kemensos Jakarta kian menambah hangat suasana bintek. Pada hari pertama, pebukaan berlangsung hingga menjelang pukul 22.00 wita. Peserta banyak sekali yang mengajuka pertanyaan seputar persoalan yang dihadapi lembaganya manakala dana disalurkan.( wan)

Kamis, 04 Juli 2013

Doa-doa Menyambut Bulan Ramadhan



Sebentar lagi bulan nan penuh berkah akan datang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. Bulan nan penuh berkah. Allah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini. ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa tidak mendapatkan kebaikan di bulan ini, niscaya tidak ada kebaikan baginya.” (HR: Ahmad 8631).

Sudah sepantasnya kaum Muslim mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Sebab, persiapan menyambut kedatangan bulan Ramadhan, menjadi langkah awal yang sangat menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam meraih berbagai keutamaan yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah doa menyambut Ramadhan 1434 H sebagai berikut ini.

DOA MENYAMBUT RAMADHAN

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ
(Alloohumma baarik lanaa fii Rojab wa Sya'ban, wabaarik lanaa fii Romadhon)

Artinya : “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan”

Menjelang bulan Ramadhan bulan suci penuh berkah dan bulan yang di nanti-nanti oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia saya berbagi seputar puasa ramadhan. Yups kali ini yaitu tentang doa buka puasa, ternyata doa berbuka puasa ada 2 macam. Hal yang harus kita pahami adalah bahwa pada saat berbuka adalah waktu dimana doa mustajab, mudah dikabulkan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka beliau membaca do’a berikut ini,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)




Adapun do’a berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin yaitu,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)”

Riwayat di atas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya no. 2358, dari Mu’adz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sebab sanad yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho’if. (Lihat Irwaul Gholil, 4/38).

Bulan puasa sebentar lagi, tidak ada salahnya kita saling mengingatkan Niat buka Puasa Dan Niat Sahur. Agar puasa kita afdhol. Berikut Niat Buka Puasa dan Niat makan Sahur.

Niat buka puasa

Allahumma laka Shumtu wabika aamantu wa’ala risqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya:

Ya Allah untukMu aku berpuasa, kepadaMu aku beriman dan dengan rizki dariMu aku berbuka, dengan rahmatMu wahai Tuhan yang Maha Penyayang .

Niat makan sahur

Nawaitu shauma gadhin ‘an adaai fardhu syahri ramadhaan haadzihis sanati lillahi ta’aalaa

Artinya:

Dengan nama Allah yg maha Pengasih maha Penyayang saya berniat berpuasa sehari penuh besok dalam bulan ini bulan Ramadhan, karena Engkau ya Allah, amin

Kemenag Kota Mataram "diserbu" guru Sertifikasi


KM Abiantubuh. Rabo 3 Juli kemarin, kantor kemenag kota Mataram, didatangi sejumlah guru. Mereka dating secara bergerombol. Kedatangan mereka bukan untuk berdemo, namun atas undangan kasi madrasah kemenag kota Mataram. Mereka diundang untuk mendengarkan penjelasan atau sosialisasi pencairan tunjangan profesi guru bagi mereka yang telah lulus sebagai guru professional. H. Hamdi Haris dari Madrasah Darul Aman, menyatakan kegembiraannya kepada kampong media. “ Sudah lama sekali kami menunggu panggilan ini. Setelah memlalui proses yang panjang dan lama, akhirnya kami bisa ikut mendaatkan kesempatan untuk diverifikasi” katanya kepada kampong media. Dalam kesempatan tersebut Kasi Madrasah Kemenag Kota Mataram mengajak semua guru yang hadir dalam sosialisasi tersebut, untuk bersyukur atas dicairkannya tunjangan tersebut. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan berbagai hal terkait proses pencairan dana tunjangan tersebut. “Kami harapkan teman-teman bersabar karena pencairan bantuan ini tidak bisa tergesa-gesa” kata pengawas madrasah. Dalam pertemuan yang berlangsung di Mushalla Kemenag Kota Mataram tersebut, tampak kegembiraan dari wajah para guru swasta yang telah lama mengabdi dan akan menerima tunjangan profesi. Acara dilangsungkan di Mushalla, karena aula yang biasanya dipakai sedang direhab.(Wan) 

TV One liput Kampung Media Matarm



Kampung  Media sebagai sebuah jaringan citizen journalisme kian menjadi sorotan.Hari ini (4/7), sejumlah awak media TV one,  mewawancari komunitas Kampung Media di Kota Mataram. Dalam wawancara tersebut, komunitas KM Abiantubuh, KM Portal dan KM Mellbao ikut hadir bersama inspirator Kampung Media Fairuz"Abu Macel"Abadi. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut bertempat di salah satu PLIK milik komunitas kampung media mandiri di Pagutan. Dalam dialog dengan komunitas KM dan TV One, terungkap berbagai kegiatan yang dilakoni anggota komunitas. KM Mellbao Ampenan, menceritakan seputar kegiatan ekonomi kerakyatan di kawasan pesisir hingga kegiatan peduli gempa nun jauh di Kabupaten Lombok Utara. Sementara KM Portal, menceritakan kegiatan yang dirancang untuk memeriahnitas KM Abiantubuh menceritakan kegiatan industri rumah tangga yang menjadi andalan Abiantubuh yaitu Tahu dan Tempe. Selain itu para wartawan yang media elektronik diajak untuk berkunjung ke sentra produksi tahu tempe di Abiantubuh. (wan)

5 dihitung 6



KM.Abiantubuh. Sebuah proyek peningkatan infrastruktur kelurahan,sebut saja naman kelurahannya Dasan Molah, pembangunannya dilakukan oleh masyarakat dan dananya diberikan oleh pemerintah. Panitia proyek pun dibentuk oleh masyarakat. Yang terpilih menjadi panitia adalah perpaduan antara tokoh-tokoh masyarakat yang docoran uang Negara karena dikerjakan dan dipantau langsung oleh wakil-wakil masyarakat. Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Proyek-proyek seperti itu, menjadi lahan ketidakjujuran berjamaah masyarakat. Bermacam modus dilakukan agar uang negara bisa dikuras dan berpindah ke kantong-kantong para tokoh masyarakat tersebut. Mereka bisa melakukan mark up anggaran atau pembelian fiktif. Tentu jumlahnya kecil-kecil. Contohnya, saat panitia membeli pasir untuk melakukan penimbunan, pasir yang dibeli 5 dum truck dihitung 6 atau tujuh. Semen yang harusnya 10 dibeli 8 zak. Dengan enteng panitia berujar ”kalau tidak dengan cara begitu, mana kita bisa dapet untung, rugi dong jadi panitia”. Ternyata ketidakjujuran seperti yang dilakukan para koruptor bisa juga dilakukan oleh masyarakat tingkat bawah. Jika ada kesempatan untuk berlaku tidak jujur, masyarakat paling bawah pun bisa melakukan ketidakjujuran. Susahnya mereka yang memilki cap tokoh masyarakat pun bisa terjebak dan ikut tidak jujur dengan bermacam apologi.
Tokoh masyarakat sebagai orang yang dikokohkan ditengah masyarakat idealnya tidak ikut terjebak dalam praktik tidak jujur seperti itu. Keteladanan adalah keniscayaan bagi seorang tokoh. Kejujuran harus ditunjukkan mulai dari hal-hal kecil oleh tokoh masyarakat jika mereka ingin merasakan manfaat kejujuran oleh generasi-generasi berikutnya. Bayangkan saja, fasilitas yang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat di kelurahan Dasan Molah tersebut harusnya memiliki kualitas bagus, sebab anggarannya sudah dihitung secara cermat dengan kualitas kelas standar. Namun karena tindakan tidak jujur oleh tokoh masyarakat Dasan Molah juga, kualitas bangunan itu menjadi dibawah standar. Hal itu akan menyebabkan fasilitas tersebut akan cepat mengalamai kerusakan. Kearifan masyarakat lampau yang membangun sendiri fasilitas tempat tinggalnya, dengan dana yang dikumpulkan masyarakat dari kantong-kantong masyarakat agaknya mulai memudar. Partisipasi lokal tersebut pelahan hilang dan berganti harus serba pemerintah. Tidak sampai di situ. Dibantu pemerintah juga, malah bantuannya “dipermainkan”.(wab)

Sabtu, 29 Juni 2013

Dana BLSM dipotong Kepala lingkungan

gambar dari internet
Dengan alas an dibagi kepada warga yang tidak dapat BLSM, dana bantuan yang diterima masyarakat sebesar 300 ribu dipotong kepala lingkungan. Beberapa anggota masyarakat yang menerima bantuan mengeluhkan pemotongan tersebut, sementara yang lainnya mengatakan pasrah. “ Katanya uang potongan tersebut akan diberikan kepada mereka yang tidak dapat” ujar Inaq Mahile saat ditemui Kampung media 29 Juni kemaren.Di Karang Bata Selatan setiap warga yang mendap bantuan dipotong sebesar Rp 75 ribu rupiah. Sementara informasi yang kami dapat dilingkungan lain potongannya tidak sebanyak itu. Inaq Mahile adalah salah seorang warga miskin penerima bantuan langsung. Baginya bantuan sebesar itu sangat membantunya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Di rumah berukuran sekitar 3x3 m. Inaq Mahile tinggal sendiri. Janda yang sudah lama bercerai dengan suaminya ini terbilang beruntung. Di tempat tinggalnya ada banyak warga miskin yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Mereka tidak bisa protes karena bantuan yang diberikan ditentukan oleh pemerintah pusat. Di lingkungan Karang Bata Selatan, kepala lingkungan membagi panggilan bagi mereka yang dapat pada malam hari. “Saya tidak tahu kalau saya mendapatkan bantuan, karena informasinya diterima malam hari.Tahu-tahu nama saya dipanggil di kantor pos” kata inaq Midok kepada Kampung Media. (Raja)


KM Abiantubuh Produksi Album Religi

Bermunculannya lagu-lagu yang lebih menonjolkan lirik jorok dan lebay serta penampilan artis yang heboh dan cenderung erotis, Kampung Media Abiantubuh bersama seniman Lombok memproduksi Album Religi. Album tersebut direncanakan beredar pada saat bulan suci Rhamadan. Dalam album yang pengerjaan musiknya diserahkan kepada Farouk Adhir Junior studio tersebut, terdapat 8 lagu. Lagu –lagu tersebut seluruhnya berbahasa Sasak. Ziarah, Raosin Batur, Kangen deside Nabi, dan  Istighfar adalah judul lagu yang mengisi album tersebut. Untuk pengambilan gambarnya, Album ini dikerjakan oleh Farid wajedi, salah seorang cameramen yang pernah malang melintang di Jakarta.  Sementara artistiknya dikejakan oleh Bung Ali, seorang Sarjana perfilman. Album ini diharapkan bisa mendapat sambutan ditengah masyarakat.  Baiq Amelia, salah seorang vokalis yang terlibat dalam produksi album tersebut mengatakan bahwa lagu-lagunya bagus-bagus. “Salah satu lagunya membuat saya sedih dan terbawa emosi” katanya kepada kampung media (27/6)di lokasi shooting. Salah satu lagu di album tersebut bercerita tentang kerinduan seorang manusia Sasak yang ingin pergi berziarah ke tanah suci. (Raja) 

Lurah Abiantubuh Baru angkat Petugas Kebersihan



Sampah menjadi persoalan yang pelik khusunya di wilayah perkotaan. Sampah yang tak terangkut, sampah yang membusuk, sampah yang menimbun saluran, serta sampah yang menyebarkan penyakit dan nyamuk adalah fenomena perkotaan. Anugerah Adipura yang diraih walikota Mataram tahun ini bukanlah anugerah yang didapatkan dengan cara yang mudah. Perjuangan membersihkan kota dari Mataram dari sampah dilakukan dengan melibatkan semua masyarakat. Masyarakat ditingkat paling bawah diajak untuk melakukan pemilahan sampah agar penangannnya lebih mudah. Di Kelurahan Abiantubu Baru, Dasan Cermen dan beberapa kelurahan lain di Sandubaya, lurah mengangkat petugas kebersihan. Di Abiantubuh contohnya. Lurah Abintubuh mengangkat Tasarudin sebagai petugas kebersiha kelurahan. Pemuda berbadan besar ini bertugas menangani masalah sampah diwilayah tersebut. “uNtuk sementara pekerjaannya belum banyak, masih seputar membersihkan kantor saja” kata Lurah Abiantubuh Baru kepada Kampung media di Kanor Lurah Abiantubuh Baru(26/6). Tasarudin setiap pagi ikut berkantor di Kantor kelurahan. Kadang-kadang ia ikut teman-temannya dari kelurahan lain untuk pergi ke kantor Camat Sandubaya. (wan)

Jelang Rhamadhan Ibu-ibu bersihkan peralatan Masjid


Rhamadhan menjadi bulan yang ditungu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka menyambut kehadiran bula mulia tersebut. Ada yang membersihkan kuburan, Mushalla, Masjid serta bergotong royong membersihkan lingkungan masing – masing. Di Masjid Subulassalam kegiatan menyambut bulan suci tersebut juga sudah mulai terlihat.
Masjid yang biasanya dipakai beribadah seperti shalat lima waktu dan acara pengajian tiba-tiba heboh. Sekelompok ibu-ibu dengan sigap mengangkut karpet keluar dari areal masjid (26 /6) tanpa komando. Para ibu terlihat sangat bergairah. Rupanya mereka membawa karpet tersebut untuk dibersihkan. Mereka mencuci karpet tersebut satu persatu. “karpet ini akan digunakan sebulan penuh, jadi kami membersihkannya agar nyaman dipakai” kata Inaq Idah kepada Kampung Media. Ramadhan memang tinggal menghitung hari. Kegiatan menyambut bul

an suci ini sudah tampak dimana-mana. Tak hanya di masjid Subulasslam Karang Bata warga berbondong-bondong membersihkan masjid. Dari suara loudspeaker yang terdengar di beberapa masjid dan mushalla, menjadi pertanda bahwa warga sedang bersih bersih di tempat ibadahnya.
Menurut ibu-ibu yang ikut dalam acara bersih bersih tersebut, remaja masjid tidak banyak terlibat. Salah seorang ibu yang tak mau disebutkan namanya menyayangkan ketidak hadiran remaja masjid tersebut.(raja)