Seorang siswa cerdas bernama Hafiz misalnya, ia pernah menjuarai lomba astronomi sampai tingkat internasional. Konon buku-buku yang terkait dengan hobnya membaca ilmu antariksa itu sangat langka. Semua buku terkait hal tersebut di sekolahnya telah habis ia lahap. Ia bahkan telah membaca habis buku milik gurunya yang ia pinjam. Terkait hal tersebut, guna ikut membantu para santri mencari kitab kuning, Kampung Media menyiapkan link berbagai kitab kuning. Silahkan di download sesuai kebutuhannya. Kitab-kitab ini terdiri dari berbagai aliran mazhab. silahkan DOWNLOAD
Rabu, 06 Juni 2012
Berbagi Kitab Kuning di Kampug Media
Apresiasi dari Saudi

Awak Kampung Media Cakra Bersinar Abiantubuh layak tersenyum. Kini berita lokal yang menjadi ciri khasnya mendapat apresiasi dari negeri unta Arab Saudi. Dari jarak yang begitu jauh, blog hasil jerih payah Fitriah, Raja'i, Suratan Takdir Iwan Juaini dan kawan-kawan tersebut mendapat pujian. Sebut saja Haji Taswir, seorang Tenaga Kerja Indosesia asal Mataram Lombok yang sudah dua tahun ini menetap di Saudi, Haji yang meninggalkana anak dan isternya untuk merantau ini hampir setiap hari membuka blog Cakra Bersinar Abiantubuh Baru. Dari negeri yang jauh, ia sangat terhibur dengan berita-berita lokal yang termuat di blog tersebut.
" Saya membuka blog cakra bersinar sepulang bekerja, atau menjelang tidur diwaktu malam,. Kalau saya rindu kampung halaman, saya wajib membukanya terutama gambar-gambarnya. Berita tentang banjir, jurakan dan lainnya membuat kami terhibur di negeri orang, rasanya seperti pulang kampung" kata haji Taswir melalui inbox.
Jika dilihat dari statistik pengunjung blog cakra bersinar Abiantubuh bebererapa menit terakhir terdapat banyak pengunjung dari Arab saudi, Jepang dan Amerika. seriap harinya lebih dari 50 bahkan seratus orang mengunjungi dan lalu lalang di blog yang diinisiasi oleh kampung-media.com ini. Jarak yang jauh menjadi terasa dekat oleh adanya blog cakra bersinar abiantubuh
Siswa TK Diberi Makanan Tambahan
AbiantubuhNEWS.Hangatnya matahari pagi, menerobos celah-celah daun dan
terali. Seperti biasa para siswa TK Hamzanwadi NW Abiantubuh Baru pagi menyambut dengan riang. Pagi
pukul 08.30. Jadwal pemberian makanan tambahan dilaksanakan. Para siswa
tersebut tampak ceria, saat makanan tambahan datang. Mereka dengan tertib duduk
berderet di depan kelas. Satu persatu para siswa pra sekolah terebut dibagikan
oleh para Ibu Guru. Pemberian makanan Tambahan ini merupakan program tetap TK
Hamzanwadi NW Abiantubuh. Makanan sehat tersebut, diantaranya terdiri dari telur
dan tempe.
Saat Kampung Media menemui Wahidah salah seorang guru di TK
tersebut, ia menjelaskan bahwa makanan tambahan yang dibagikan merupakan
program bulanan. “Kami memprogramkan
pemberian makanan tambahan sejak awal. Dengan dukungan pemerintah Kota Mataram
maka kami dapat melaksanakan program ini dengan baik” kata Wahidah. Saat ditanya
soal tujuan pemberian makanan tambahan tersebut, Wahidah mengatakan bahwa
pemberian PMT ini bertujuan, agar para siswa mendapatkan asupan gizi yang baik
dan tidak mengalami gizi buruk.
Para siswa di TK Hamzan wadi NW Abiantubuh Baru memang
terdiri dari keluarga kurang mampu. Kegiatan pemberian makanan tambahan menjadi
sebuah kebutuhan bagi mereka yang rentan mengalami gizi kurang ataupun gizi
buruk.
Wisata Kuliner di Cakranegara
AbiantubuhNEWSAnda penyuka kuliner ? datanglah ke Cakranegara. Di kota
yang menyimpan banyak sejarah dimasa lalu ini, anda akan menemukan berbagai
jenis menu dan cita rasa masakan lokal
maupun maupun non lokal.Yang halal maupun yang tidak bersertifikat halal. Di kota Cakranegara inilah masakan Ayam Taliwang yang terkenal itu konon diperkenalkan pertama
kali. Di Kota inilah masakan Ayam Taliwang asli bias anda temukan.
Anda yang suka makan direstoran atau rumah makan ? tenang !
di Cakranegara terdapat banyak restoan dan rumah makan, tentu harga disesuaikan
dengan tingkat kenyamanan dan kemewahan tempat sang penjual menunggu
pembelinya. Selain mereka yang memiiki kebiasaan makan di restoran, di kota
yang memiliki sebuah taman cantik bernama Mayura ini juga terdapat banyak
sekali pedagang kaki lima, yang siap dengan makanan .
Bicara kuliner di Cakranegara, bisa dibilang kota ini tak
pernah mati. Kuliner di Cakranegara bisa anda temukan dari pagi hingga pagi
lagi. Sejak selepas Shalat Ashar, deretan penjual makanan berbaris rapi mulai
dari Mataram Mall hingga ke timur . Pasar soma ( Sore Malam) ini sudah terkenal
sejak lama. Banyak yang buka hingga pagi menjelang. Penasaran. Datang dan
bukikan di Cakanegara.
Warga Langgar Aturan Sepadan Sungai
Beberapa waktu yang lalu saat
banjir terjadi, dan Walikota Mataram datang menyaksikan banjir, beliau sempat
melihat bangunan yang bertengger di atas kali. Dan ustad Ahyar sempat menegur
agar rumah itu dibongkar, karena telah melanggar aturan.
“ Hal-hal seperti itu tidak harus
diselesaikan pemerintah tapi harus muncul dari kesadaran masing-masing. Jangan
hal-hal sepele yang menjadi kebutuhan kita harus juga diatur pemerintah, kata
Asri salah seorang warga Abiantubuh Baru.
Warga Mataram yang tinggal di bantaran
kali memang harus belajar dari pengalaman, di mana tahun kemaren banyak rumah yang
terseret hujan.
Selasa, 05 Juni 2012
Makna Sesenggak Sasak " Adu balung adu pikiran "
Adu balung adu pikiran (andalkan tenaga sekaligus pikiran)
Untuk mencapai suskses
orang harus bekerja keras tidak hanya mengandalkan tenaga tapi perlu juga punya
pemikiran.
Sesenggak ini mengajarkan manusia,
untuk secara terpadu menggunakan tenaga dan fikirannya dalam bekerja. Dengan
begitulah kesuksesan bisa diraih. Kadangkala kita menyaksikan banyak orang
bekerja, hanya mengandalkan otot atau balung
saja. Kadang pula, orang hanya menggunakan akal dan hanya berfikir saja
untuk meraih sukses, namun secara fisik ia hanya berandai-andai. Nanti akan
mengerjakan ini, besok akan mengerjakan itu, setelah begini akan mengerjakan
yang ini. Fikiran-fikiran itu hanya ia simpan tanpa pernah merealisasikannya
dalam bentuk kerja fisik. Hasilnya ia hanya menjadi penghayal saja.
Sesenggak “Adu balung adu pikiran “ juga merupakan cara cepat untuk meraih sukses.
Karena dengan mengandalkan fisik dan fikiran secara maksimal tentu pekerjaan
yang kita lakukan akan menjadi lebih efektif dan efesien. Dengan akal yang
cerdas, kita bisa mencari cara agar pekerjaan yang kita lakukan bisa menjadi
lebih mudah, lebih cepat, lebih ringan, menggunakan dana lebih sedikit,
menggunakan bahan baku
lebih sedikit serta hal-hal lain yang membuat kinerja menjadi lebih efesien. Balung ( tenaga ) yang kuat dan fikiran ( akal ) yang sehat dan
cerdas adalah dua hal yang harus
berjalan seiring sejalan.
Sebut saja namanya Ilham, seorang
pegawai negeri di sebuah kementrian. Jika dilihat dar isisi pendidikan, cukup
lumayan. Gelar yang disandangnya adalah sarjana pendidikan agama yang diraihnya
dari bangku kuliah disebuah universitas suasta yang cukup dikenal. Di
kantornya, dia tidak pernah mendapat posisi atau pekrjaan yang membutuhkan
otak. Sehari-hari ia bertugas mengantar surat ,
mengetik konsep, atau hal-hal lain yang cukup dikerjakan dengan mengandalkan
fisik. Padahal jika dilihat dari status pendidikan dimilikinya, bisa saja ia
bekerja dibagian perncanaan, atau penelitian. Namun di tempat ia bekerja, ia
tidak dikenal cerdas. Ia lebih banyak dikenal sebagai pekerja fisik. Pekerjaan
yang ia lakoni, cukup dikerjakan oleh mereka yang hanya tamat SMP. Ungkapan
sesenggak ini, layak untuk difikirkan oleh Ilham, agar ia lebih memaksimalkan
otaknya. Agar “kelas” yang ia miliki di kantornya bisa naik.
Warga Keluhkan Aroma Limbah
Beberapa orang anak sekolah menutup hidung saat melewati jalan Harapan menuju Jalan Senopati di Abiantubuh Baru. Pasalnya, aroma busuk yang muncul dari got yang airnya tidak bergerak sangat menyengat. Got yang berada di sepanjang Jalan Harapan dan berbelok ke Jalan Senopati V dan tumpah di Kali Babi tersebut memang dipenuhi oleh cairan limbah usaha tahu dan tempe. " Kami dan para siswa sangat terganggu oleh bau busuk yang menyebar dari got ini, mestinya pihak kelurahan mencari cara agar got itu tidak membuat orang terganggu, kata Imam Mahdi Guru di Madrasah NW Karang Bata. Tuaq Jumawan, yang kebetulan tinggal di pinggir kali babi juga mengungkapkan keluhan serupa. Ia mengatakan bahwa got yang mengeluarkan bau limbah industri Tahu Tempe tersebut sangat mengganggu siapa-saja yang lewat. Apalagi got tersebut melintasi tiga sekolah di wilayah itu yaitu SDN Karang Parwa, SDN MI NW Karang Bata, dan MTs. NW Karang Bata. Rajai salah seorang Guru MI mengatakan bahwa ia sudah pernah memprotes ke pihak kelurahan tapi tidak ada tanggapan.
Di Abiantubuh sebagian besar penduduk memang mengandalkan produksi tahu dan tempe sebagai mata pencaharian. meski begitu limbah dari usaha tersebut belum banyak yang bisa dimanfaatkan. Padahal limbah Tahu dan Tempe memiliki manfaat banyak sekali.
K-Pop Masuk Kampung
K-Pop atau Korea Musik, kini
telah mengisi ruang-ruang publik maupun ruang privat anak buda Indonesia. Musik
yang muncul pada tahun 30-an ini, tak hanya dikonsumsi masyarakat perkotaan,
namun detak irama musiknya telah menerobos gairah anak muda Indonesia sampai
dipelosok-pelosok desa. Tak terkecuali anak-anak muda di Karang Bata. Minggu 3
Juni lalu. Pada salah satu acara ulang tahun salah seorang anak yang kebetulan pembawa
acaranya adalah awak kampung media, ditemukan fakta menarik seputar demam pop
korea di kalangan anak-anak. Sebelum acara
di mulai, beberapa anak mengacungkan tangan untuk sumbang hiburan. Mereka mengajukan
diri untuk menghibur teman-temannya dengan lagu-lagu dari kelompok Cherrybelle, Seven Ikon, Loly
pop, Blink dll. Jika dilihat dari aksi
menari dan menyanyi anak-anak muda tersebut, bisa dibilang mereka cukup mahir. Saat
ditanya soal keterampilan mereka menari tersebut, mereka mengatakan bahwa
aktifitas latihanlah yang membuat mereka berani tampil. Jika ada kesempatan,
kami selalu berlatih kata Zulfa salah seorang penggemar lagu-lagu berwarna
Korea. Musik pop Korea pra-moderen
pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang
juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Penjajahan Jepang
atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya
mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada tahun 1950-an dan
1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan
musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan.
Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah
genre "oldies" yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an.
Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho
Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi
gaya musik enka dari Jepang.
Debut penampilan kelompok Seo
Taiji and Boys di tahun 1992 menandakan awal mula musik pop moderen di Korea
yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika.
Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic, dan
Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas
lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip
hop. Pasar utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak grup “teen
idol” yang sangat digilai seperti CLON, H.O.T, Sechs Kies, S.E.S, dan g.o.d.
Kebanyakan dari kelompok musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolo-karier.
Pada tahun 2000-an
pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran musik R&B serta
Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC Mong, 1TYM,
Rain, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri. Beberapa artis
underground seperti Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan warna
musik kulit hitam tersebut. Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah
dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock serta Yoon
Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan
kecintaan terhadap negara. Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya
disukai di Korea saja, penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan
mendapat pengakuan di Cina dan Jepang. Musik balada masih tetap memiliki
pendengar yang paling banyak di Korea. Musik balada Korea umumnya dikenal
dengan lirik sedih tentang percintaan, seperti yang dibawakan oleh Baek Ji
Young, KCM, SG Wannabe, dan sebagainya. Musik balada umumnya digemari karena
sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi terkenal seperti Winter
Sonata, Sorry I Love You, Stairway to Heaven dan sebagainya.

Berbagai artis Korea menangguk
kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang menembus Jepang dan digemari
di banyak negara. Kemudian artis-artis lain seperti Rain, Se7en, Shinhwa, Ryu
Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk menaklukkan pasar musik di Jepang.
Rain tercatat sebagai artis Asia pertama yang mengadakan konser internasional
bertajuk RAINY DAY 2005 Tour, di Madison Square Garden.
Tereng Gading, Artshop pertama di Lombok Timur
Sudah sejak lama
Desa Loyok dikenal sebagai pusat industri kerajinan rakyat, khususnya kerajinan
berbahan dasar bambu. Industri yang tahan bantingan krisis ini bahkan sudah ada
sebelum pariwisata NTB banyak dikenal. Adalah Artshop Tereng Gading, salah satu
artshop pertama di Desa Loyok bahkan di
Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Secara kelembagaan usaha ini berdiri
(Usaha Dagang) sejak tahun 1975. Itulah sebabnya mengapa seringkali Tereeng
Gading disebut sebagai pioneer kios kerajinan atau Artshop khususnya anyaman
bambu di Lombok Timur dan Lombok pada umumnya. Sejak berdiri dan mulai merintis
usaha, artshop yang memiliki banyak jaringan ini cukup eksis meski harus
melewati tantangan. Sebagai contoh, di penghujung tahun 90an dan awal 2000an di
mana bermacam isu politik di tingkat lokal maupun nasional berdampak besar pada
dunia usaha. Pengunjung menjadi sepi begitu pula dengan pesanan. Satu persatu
artshop di wilayah Desa Loyok gulung
tikar. Arsthop Tereng Gading, tetap
bertahan hingga kini melestarikan dan mengembangkan kesenian yang telah
diwariskan nenek moyang kami, dan selalu mencoba usahakan pemberdayaan
masyarakat lokal melalui usaha yang kami tekuni.
Dibeberapa instansi pemerintah
maupun swasta, tidak jarang kami disebut-sebut sebagai salah satu artshop
sentra kerajinan anyaman yang ada di Lombok, sehingga seringkali didaulat untuk
mengikuti berbagai event-event di tingkat lokal maupun nasional. Eksistesi
Tereng Gading sebagai salah satu industri kerajinan rakyat yang bisa survive di
tengah hantaman krisis, membuat banyak pihak tertarik untuk membantu. Tereng gading banyak mengikuti pelatihan
tingkat nasional dan lokal yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta untuk
pengembangan usaha yang kami tekuni.
Sebagai perusahaan yang bergerak
di bidang kerajinan anyaman Lombok, kami memiliki:
VISION: “usaha berbasis
pemberdayaan masyarakat lokal”, dengan
MISSION: “menghasilkan dan mejual
produk kerajinan anyaman yang kereatif, inovatif dan berkualitas, dengan
melibatkan masyarakat lokal yang didukung dengan sistem manajemen terpadu.
Menjalin mitra bisnis dengan membuka jaringan pemasaran yang luas”.
Kini Tereng Gading banyak didaulat dalam setiap acara, pameran maupun
event yang bersifat lokal, nasional maupun event internasional, baik oleh
instansi pemerintah maupun pihak swasta. Bahkan arshop ditunjuk secara resmi
oleh pemerintah untuk mengajarkan kerajinan anyaman pada mata pelajaran Muatan
Lokal dan juga kegiantan-kegiatan ekstrakurikuler di beberapa sekolah di
Kabupaten Lombok Timur. Dan hasilnya, banyak murid-murid yang berhasil setelah
menekuni bidang handicraft. Artshop Tereng Gading juga ditunjuk oleh pemerintah
sebagai pembina pengrajin anyaman bambu di sekitar Desa Loyok yang kini memiliki 30 pengrajin binaan.
Kios kerajinan anyaman bambu
miliknya merupakan mitra resmi pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah
Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga merupakan mitra resmi beberapa agen
pariwisata dan hotel ternama di daerah Lombok Provinsi NTB, antara lain :
Senggigi Beach Hotel, Bintang Senggigi Hotel, Oberoi Hotel, Tastura Hotel,
Green Orry Inn Restaurant and Cottages, Sunset Geko Vilage dan lain-lain. Sebagai
artshop yang ada di pusat sentral kerajinan Lombok, Tereng Gading terbiasa
menjual produk berkualitas dengan harga kompetitif. Berbagai produk kerajinan
anyaman ada di artshopnya merupakan produk-produk kerajinan anyaman khas
masyarakat Lombok, dimana keahlian mengayam merupakan wariskan nenek moyang
sejak dahulu kala. Dari tangan-tangan trampil tercipta berbagai macam produk
anyaman seperti tas, hiasan dinding, koster, plesmet, piring, asbak, kaplampu
dan lain sebagainya. Selain dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, produk
anyaman di artshopnya juga dapat dijadikan sebagai cinderamata. Produk-produk Tereng
Gading juga dapat dibuat berdasarkan spesifikasi desain yang diminta. Dan
tentunya sudah banyak koleksi kerajinan anyaman yang bisa segera dipilih di
artshop kami baik di showroom maupun di TGArtshop.com.
Yang Mendunia Berkat Tempurung Kelapa.
Grandtang
nama perusahaannya. Mungkin saja nama perusahaan ini, diambil dari nama tokoh drama
tradisional Sasak yaitu “Cupak Gurantang”.
Grandtang merupakan produsen dan eksportir kerajinan lokal, khusunya kerajinan
dari tempurung kelapa. Perusahaan yang berlokasi di jalan Tuan Guru Lopan ini,
mengolah tempurung kelapa menjadi berbagai macam desain benda seni. Grandtang
memproduksi benda pakai dan benda pajangan berkualias. Lihat saja hasil
karyanya. Sebuah kap lampu yang didesain eksotis, terkesan klasik dan mewah,
padahal bahan dasarnya adalah tempurung kelapa. Tidak hanya itu, persahaan yang
dipimpin langsung oleh Haji Anhar sebagai pemiliknya ini juga memproduksi
bermacam benda seni lainya. Kerajinan tempurung
kelapa ini antara lain terdiri dari meja, meja, tempat buah, kursi, guci, vas bunga, plat lantai, berbagai
macam peralatan makan dan furniture. Semua benda yang dihasilkan memiliki
kualitas yang menakjubkan. Kelebihan lain dari Grantang adalah mengerjakan kerajinan tempurug kelapa sesuai
kebutuhan pemesan.
Tempurung kelapa
sebagai bahan dasar kerajinan diperusahaan ini, sebagian besar didatangkan dari
Kabupaten Lombok Utara. Bahan dasar, inilah keunggulan dan keunikan yang
ditonjolkan Grandtang. Bertahun-tahun menekuni tempurung kelapa, kini
perusahaan Grandtang menjadi sangat piawi melahirkan benda seni berbasis
tempurung kelapa. Bisa dibilang perusahaan ini tak terkalahkan. Tenaga kerjanya memanfaatkan warga sekitar
perusahaan. Kini Karya seni kerajinan tempurun kelapa, telah diekspor
keberbagai Negara di Benua Eropa maupun Amerika. Terakhir saat kami temui, Pak
Haji Anhar pemilik perusahaan ini, sedang mempersiapkan pengepakan
barang-barang yang akan diekspor ke Italia dan Dubai.
Keberhasilan Haji Anhar tidak
bisa dipisahkan dari kerja kerasnya bertahun-tahun. Ia terus menerus melakkan
percobaa, sampai akhirnya ia menemkan formula perekat yang pas untuk tempurung
kelapa. Kini hasil karyanya telah menadapat hak paten. Artinya orang lain harus
member royalti kepadanya jika ingin memproduksi benda sejenis hasil
karyanya.
Chico : Wira Usaha Baru dari Ampenan
Awalnya Mbak Dina membantu suaminya
mengurusi usaha airbrush. Usaha airbrush tersebut dimulai sejak tahun 2002. Seiring
perjalanan waktu, kini usaha jenis itu telah banyak saingan. Pelanggan jasa
airbrush menjadi banyak pilihan. Terinspirasi dari kebiasaannya mengurus anak,
ibu muda yang ramah ini, berfikir untuk
membuat sendiri furniture yang dibutuhkan anaknya. Ia pun meminta sang suami yang jago melukis
dengan peralatan air brush itu, untuk membuatkanya kursi dan meja. Agar
terlihat menarik, kursi dan meja anak tersebut di beri hiasan ornament warna
warni sesuai kesukaan anak seperti tokoh Spongebob, Barby, Tom and Jerry dan
lain-lain . Hasilnya menakjubkan. Furniture anak itu membuat banyak para orang
tua tertarik. Corak warna yang segar dan menonjol membuat beberapa teman
dekatnya langsung memesan produknya. Awal tahun 2012, ibu Agus mulai merintis
usaha Furniture anak ini. Usaha rumah tangga ini memang belum dibuat secara
besar-besaran karena terkendala modal dan pemasaran. Chico nama perusahaannya. Nama itu diambil
dari nama anaknya. Usaha ibu berkulit putih ini menggunakan bahan dasar
lockwood dan cat duco. Meski belum memiliki showroom , usaha kecil yang masih
dikerjakan dirumah ini telah dipercaya menjadi binaan PKBL Jasa Raharja. Beberapa
jenis furniture yang dihasilkan seperti kursi, lemari, bangku, meja belajar
dikerjakan secara manual dan belum menggunakan mesin. Tertarik memiliki
kerajinan tangan furniture anak ini ? atau sekedar melihat-lihat, datanglah ke CHICO jalan Saleh Sugkar Gang Tenggiri, no 20
Ampenan Lombok Nusa Tengara Barat. Hp.
081 836 1943, 081 237 43 1000 atau 0370 622. Chico adalah salah satu Wira Usaha
Baru yang berpotensi untuk berkembang. Menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan
anak Usia dini, bisa dijadikan pasar yang menjanjikan. Bing Gianto : “ The Art Of Roots “
Lelaki ini bernama Bing Gianto. Ia
memiliki hobi menikmati pemandangan alam yang cantik dan indah. Dari hobinya itulah kemudian terbersit
keinginan untuk menuangkan keindahan alam ke dalam karya seni ukir akar pohon. Pada
suatu hari lelaki paruh baya ini, berangkat menuju areal hutan jati di pulau
Sumbawa bersama beberapa orang temannya. Saat mengitari wilayah tersebut,
secara kebetulan ia menemukan sebuah akar pohon jati yang tersangkut dan
tergeletak di sungai yang kering. Sejenak ia mengamati akar pohon yang unik
tesebut. Mucullah gagasan mencipta karya seni dari akar pohon tersebut
dibenaknya. Menurut informasi penduduk setempat, ternyata areal terebut adalah
sisa buangan HPH th. 1970. Lalu lelaki
yang ramah dan murah senyum ini, membawa akar tersebut ke Mataram dan
memprosesnya menjadi sebuah meja cantik. Hasilnya, Bupati Sumbawa Yakob Koswara
terpikat dan memotivasi serta mengijinkan agar ia memanfaatkan akar pohon
lainya. Itulah sebuah momentum yang kemudian membawanya mengikuti
pameran-pameran kerajinan di berbagai tempat. Tidak puas dengan hasil yang
diperoleh, penganut Kristen yang taat ini terus melakukan pencarian untuk
mengembangkan gagasan berkarya. Tahun 1990 ia melakukan studi ke Bali dan
Jepara. Ia mengamati dan belajar dari karya-karya seni yang terkenal desain dan
kualitasnya. Ketekunanya membuahkan
hasil. 2 Oktober 1991, ia memperoleh izn dari Departemen perindustrian di
Jakarta dan mengikuti beberapa pameran seperti PPE ( Pameran Produksi Ekspor ),
Dekranasda ( Dewan Kerajinan Nasional ), PRJ ( Pekan Raya Jakarta ) dan
sebagainya. Salah satu karyanya bahkan di pajang di Puri Cikeas. Dalam melakoni
kerja seninya, pria yang beralamat di jalan Industri no. 15 Ampenan kota
Mataram ini, mempekerjakan beberapa
pengukir lain.
Langganan:
Postingan (Atom)



