Rabu, 06 Juni 2012

Berbagi Kitab Kuning di Kampug Media

Memasuki tahun jaran baru, buku menjadi salah satu benda yang banyak dicari para  siswa, guru dan orang tua murid. bagi mereka yang cukup uang tentu tidak masalah. Bagi mereka yang taraf ekonominya pas-pasan tentu buku menjadi masalah. Terus melonjaknya harga buku adalah problem yang menghambat keinginan pemerintah agar rakyat gemar membaca. Salah satusolusinya adalah mencari buku di perpustakaan. Sayangnya tidak banyak pemimpin yang mengerti betapa pentingnya perpustakaan. Buku dan perpustakaan belum dianggap sebagai sebuah kebutuhan bagi proses pencerdasan. Pihak sekolah lebih suka membangun pintu gerbang dari pada memperbanyak koleksi buku di perpustakaan. 
Seorang siswa cerdas bernama Hafiz misalnya, ia pernah menjuarai lomba astronomi sampai tingkat internasional. Konon buku-buku yang terkait dengan hobnya membaca ilmu antariksa itu sangat langka. Semua buku terkait hal tersebut di sekolahnya telah habis ia lahap. Ia bahkan telah membaca habis buku milik gurunya yang ia pinjam. Terkait hal tersebut, guna ikut membantu para santri mencari kitab kuning, Kampung Media menyiapkan link  berbagai kitab kuning. Silahkan di download sesuai kebutuhannya. Kitab-kitab ini terdiri dari berbagai aliran mazhab. silahkan     DOWNLOAD

Apresiasi dari Saudi


Awak Kampung Media Cakra Bersinar Abiantubuh layak tersenyum. Kini berita lokal yang menjadi ciri khasnya mendapat apresiasi dari negeri unta Arab Saudi. Dari jarak yang begitu jauh, blog hasil jerih payah Fitriah, Raja'i, Suratan Takdir Iwan Juaini dan kawan-kawan tersebut mendapat pujian. Sebut saja Haji Taswir, seorang Tenaga Kerja Indosesia asal Mataram Lombok yang sudah dua tahun ini menetap di Saudi, Haji yang meninggalkana anak dan isternya untuk merantau  ini hampir setiap hari membuka blog Cakra Bersinar Abiantubuh Baru. Dari negeri yang jauh, ia sangat terhibur dengan berita-berita lokal yang termuat di blog tersebut.
" Saya membuka blog cakra bersinar sepulang bekerja, atau menjelang tidur diwaktu malam,. Kalau saya rindu kampung halaman, saya wajib membukanya terutama gambar-gambarnya. Berita tentang banjir, jurakan dan lainnya membuat kami terhibur di negeri orang, rasanya seperti pulang kampung"  kata haji Taswir melalui inbox.
Jika dilihat dari statistik pengunjung blog cakra bersinar Abiantubuh bebererapa menit terakhir terdapat banyak pengunjung dari Arab saudi, Jepang dan Amerika. seriap harinya lebih dari 50 bahkan seratus orang mengunjungi dan lalu lalang di blog yang diinisiasi oleh kampung-media.com ini. Jarak yang jauh menjadi terasa dekat oleh adanya blog cakra bersinar abiantubuh

Siswa TK Diberi Makanan Tambahan



AbiantubuhNEWS.Hangatnya matahari pagi, menerobos celah-celah daun dan terali. Seperti biasa para siswa TK Hamzanwadi NW Abiantubuh Baru pagi menyambut dengan riang. Pagi pukul 08.30. Jadwal pemberian makanan tambahan dilaksanakan. Para siswa tersebut tampak ceria, saat makanan tambahan datang. Mereka dengan tertib duduk berderet di depan kelas. Satu persatu para siswa pra sekolah terebut dibagikan oleh para Ibu Guru. Pemberian makanan Tambahan ini merupakan program tetap TK Hamzanwadi NW Abiantubuh. Makanan sehat tersebut, diantaranya terdiri dari telur dan tempe.

Saat Kampung Media menemui Wahidah salah seorang guru di TK tersebut, ia menjelaskan bahwa makanan tambahan yang dibagikan merupakan program bulanan.  “Kami memprogramkan pemberian makanan tambahan sejak awal. Dengan dukungan pemerintah Kota Mataram maka kami dapat melaksanakan program ini dengan baik” kata Wahidah. Saat ditanya soal tujuan pemberian makanan tambahan tersebut, Wahidah mengatakan bahwa pemberian PMT ini bertujuan, agar para siswa mendapatkan asupan gizi yang baik dan tidak mengalami  gizi buruk.
Para siswa di TK Hamzan wadi NW Abiantubuh Baru memang terdiri dari keluarga kurang mampu. Kegiatan pemberian makanan tambahan menjadi sebuah kebutuhan bagi mereka yang rentan mengalami gizi kurang ataupun gizi buruk. 

Wisata Kuliner di Cakranegara



AbiantubuhNEWSAnda penyuka kuliner ? datanglah ke Cakranegara. Di kota yang menyimpan banyak sejarah dimasa lalu ini, anda akan menemukan berbagai jenis  menu dan cita rasa masakan lokal maupun maupun non lokal.Yang halal maupun yang tidak bersertifikat halal.  Di kota Cakranegara inilah  masakan Ayam Taliwang  yang terkenal itu konon diperkenalkan pertama kali. Di Kota inilah masakan Ayam Taliwang asli bias anda  temukan.
Anda yang suka makan direstoran atau rumah makan ? tenang ! di Cakranegara terdapat banyak restoan dan rumah makan, tentu harga disesuaikan dengan tingkat kenyamanan dan kemewahan tempat sang penjual menunggu pembelinya. Selain mereka yang memiiki kebiasaan makan di restoran, di kota yang memiliki sebuah taman cantik bernama Mayura ini juga terdapat banyak sekali pedagang kaki lima, yang siap dengan makanan .
Bicara kuliner di Cakranegara, bisa dibilang kota ini tak pernah mati. Kuliner di Cakranegara bisa anda temukan dari pagi hingga pagi lagi. Sejak selepas Shalat Ashar, deretan penjual makanan berbaris rapi mulai dari Mataram Mall hingga ke timur . Pasar soma ( Sore Malam) ini sudah terkenal sejak lama. Banyak yang buka hingga pagi menjelang. Penasaran. Datang dan bukikan di Cakanegara. 

Warga Langgar Aturan Sepadan Sungai


AbiantubuhNEWS.Meski pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang garis batas sepadan sungai namun aturan tersebut belum banyak yang tahu. Tidak tanggung-tanggung,  pengumuman soal sepadan sungai itu telah dipasang permanen dalam bentuk plank dari bahan besi. Papan putih bertulis cat hitam tersebut cukup kontras dan bisa dibaca dari jarak yang jauh. Meski demikian, aturan yang dipasang tersebut tidak lantas ditaati warga. Kini banyak mereka yang tinggal di sepadan sungai justru semaunya membangun rumah. “ Aturan ini sebetulnya sangat bermanfaat bagi masyarakat, pengalaman kemarin banyak sekali rumah warga Kota Mataram yang  tiggal di bantaran kali terseret saat banjir. Mestinya mereka taat terhadap aturan tersebut” kata Husnan anggota sekaligus Koordinaor Tagana Kota Mataram. “Dinas pekerjaan umum mestinya melakukan tindakan tegas terhadap mereka” katanya menambahkan.
Beberapa waktu yang lalu saat banjir terjadi, dan Walikota Mataram datang menyaksikan banjir, beliau sempat melihat bangunan yang bertengger di atas kali. Dan ustad Ahyar sempat menegur agar rumah itu dibongkar, karena telah melanggar aturan.
“ Hal-hal seperti itu tidak harus diselesaikan pemerintah tapi harus muncul dari kesadaran masing-masing. Jangan hal-hal sepele yang menjadi kebutuhan kita harus juga diatur pemerintah, kata Asri salah seorang warga Abiantubuh Baru. 
Warga Mataram yang tinggal di bantaran kali memang harus belajar dari pengalaman, di mana tahun kemaren banyak rumah yang terseret hujan. 

Selasa, 05 Juni 2012

Makna Sesenggak Sasak " Adu balung adu pikiran "


Adu balung adu pikiran  (andalkan tenaga sekaligus pikiran)
Untuk mencapai suskses orang harus bekerja keras tidak hanya mengandalkan tenaga tapi perlu juga punya pemikiran.
 
Sesenggak ini mengajarkan manusia, untuk secara terpadu menggunakan tenaga dan fikirannya dalam bekerja. Dengan begitulah kesuksesan bisa diraih. Kadangkala kita menyaksikan banyak orang bekerja, hanya mengandalkan otot atau balung saja. Kadang pula, orang hanya menggunakan akal dan hanya berfikir saja untuk meraih sukses, namun secara fisik ia hanya berandai-andai. Nanti akan mengerjakan ini, besok akan mengerjakan itu, setelah begini akan mengerjakan yang ini. Fikiran-fikiran itu hanya ia simpan tanpa pernah merealisasikannya dalam bentuk kerja fisik. Hasilnya ia hanya menjadi penghayal saja.
Sesenggak “Adu balung adu pikiran “  juga merupakan cara cepat untuk meraih sukses. Karena dengan mengandalkan fisik dan fikiran secara maksimal tentu pekerjaan yang kita lakukan akan menjadi lebih efektif dan efesien. Dengan akal yang cerdas, kita bisa mencari cara agar pekerjaan yang kita lakukan bisa menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih ringan, menggunakan dana lebih sedikit, menggunakan bahan baku lebih sedikit serta hal-hal lain yang membuat kinerja menjadi lebih efesien. Balung ( tenaga ) yang kuat dan fikiran ( akal ) yang sehat dan cerdas  adalah dua hal yang harus berjalan seiring sejalan.
Sebut saja namanya Ilham, seorang pegawai negeri di sebuah kementrian. Jika dilihat dar isisi pendidikan, cukup lumayan. Gelar yang disandangnya adalah sarjana pendidikan agama yang diraihnya dari bangku kuliah disebuah universitas suasta yang cukup dikenal. Di kantornya, dia tidak pernah mendapat posisi atau pekrjaan yang membutuhkan otak. Sehari-hari ia bertugas mengantar surat, mengetik konsep, atau hal-hal lain yang cukup dikerjakan dengan mengandalkan fisik. Padahal jika dilihat dari status pendidikan dimilikinya, bisa saja ia bekerja dibagian perncanaan, atau penelitian. Namun di tempat ia bekerja, ia tidak dikenal cerdas. Ia lebih banyak dikenal sebagai pekerja fisik. Pekerjaan yang ia lakoni, cukup dikerjakan oleh mereka yang hanya tamat SMP. Ungkapan sesenggak ini, layak untuk difikirkan oleh Ilham, agar ia lebih memaksimalkan otaknya. Agar “kelas” yang ia miliki di kantornya bisa naik. 

Warga Keluhkan Aroma Limbah

Beberapa orang anak sekolah menutup hidung saat melewati jalan Harapan menuju Jalan Senopati di Abiantubuh Baru. Pasalnya, aroma busuk yang muncul dari got yang airnya tidak bergerak sangat menyengat. Got yang berada di sepanjang Jalan Harapan dan berbelok ke Jalan Senopati V dan tumpah di Kali Babi tersebut memang dipenuhi oleh cairan limbah usaha tahu dan tempe.  " Kami dan para siswa sangat terganggu oleh bau busuk yang menyebar dari got ini, mestinya pihak kelurahan mencari cara agar got itu tidak membuat orang terganggu, kata Imam Mahdi Guru di Madrasah NW Karang Bata. Tuaq Jumawan, yang kebetulan tinggal di pinggir kali babi juga mengungkapkan keluhan serupa. Ia mengatakan bahwa got yang mengeluarkan bau limbah industri Tahu Tempe tersebut sangat mengganggu siapa-saja yang lewat. Apalagi got tersebut melintasi tiga sekolah di wilayah itu yaitu SDN Karang Parwa, SDN MI NW Karang Bata, dan MTs. NW Karang Bata. Rajai salah seorang Guru MI mengatakan bahwa ia sudah pernah memprotes ke pihak kelurahan tapi tidak ada tanggapan. 
Di Abiantubuh sebagian besar penduduk memang mengandalkan produksi tahu dan tempe sebagai mata pencaharian. meski begitu limbah dari usaha tersebut belum banyak yang bisa dimanfaatkan. Padahal limbah Tahu dan Tempe memiliki manfaat banyak sekali. 

K-Pop Masuk Kampung


K-Pop atau Korea Musik, kini telah mengisi ruang-ruang publik maupun ruang privat anak buda Indonesia. Musik yang muncul pada tahun 30-an ini, tak hanya dikonsumsi masyarakat perkotaan, namun detak irama musiknya telah menerobos gairah anak muda Indonesia sampai dipelosok-pelosok desa. Tak terkecuali anak-anak muda di Karang Bata. Minggu 3 Juni lalu. Pada salah satu acara ulang tahun salah seorang anak yang kebetulan pembawa acaranya adalah awak kampung media, ditemukan fakta menarik seputar demam pop korea di kalangan anak-anak.  Sebelum acara di mulai, beberapa anak mengacungkan tangan untuk sumbang hiburan. Mereka mengajukan diri untuk menghibur teman-temannya dengan lagu-lagu  dari kelompok Cherrybelle, Seven Ikon, Loly pop, Blink dll.  Jika dilihat dari aksi menari dan menyanyi anak-anak muda tersebut, bisa dibilang mereka cukup mahir. Saat ditanya soal keterampilan mereka menari tersebut, mereka mengatakan bahwa aktifitas latihanlah yang membuat mereka berani tampil. Jika ada kesempatan, kami selalu berlatih kata Zulfa salah seorang penggemar lagu-lagu berwarna Korea.  Musik pop Korea pra-moderen pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan. Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre "oldies" yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang.
Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys di tahun 1992 menandakan awal mula musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic, dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip hop. Pasar utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak grup “teen idol” yang sangat digilai seperti CLON, H.O.T, Sechs Kies, S.E.S, dan g.o.d. Kebanyakan dari kelompok musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolo-karier.
Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC Mong, 1TYM, Rain, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri. Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan warna musik kulit hitam tersebut. Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock serta Yoon Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan kecintaan terhadap negara. Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya disukai di Korea saja, penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina dan Jepang. Musik balada masih tetap memiliki pendengar yang paling banyak di Korea. Musik balada Korea umumnya dikenal dengan lirik sedih tentang percintaan, seperti yang dibawakan oleh Baek Ji Young, KCM, SG Wannabe, dan sebagainya. Musik balada umumnya digemari karena sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi terkenal seperti Winter Sonata, Sorry I Love You, Stairway to Heaven dan sebagainya.

Berbagai artis Korea menangguk kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian artis-artis lain seperti Rain, Se7en, Shinhwa, Ryu Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk menaklukkan pasar musik di Jepang. Rain tercatat sebagai artis Asia pertama yang mengadakan konser internasional bertajuk RAINY DAY 2005 Tour, di Madison Square Garden.

Tereng Gading, Artshop pertama di Lombok Timur




Sudah sejak lama Desa Loyok dikenal sebagai pusat industri kerajinan rakyat, khususnya kerajinan berbahan dasar bambu. Industri yang tahan bantingan krisis ini bahkan sudah ada sebelum pariwisata NTB banyak dikenal. Adalah Artshop Tereng Gading, salah satu  artshop pertama di Desa Loyok bahkan di Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Secara kelembagaan usaha ini berdiri (Usaha Dagang) sejak tahun 1975. Itulah sebabnya mengapa seringkali Tereeng Gading disebut sebagai pioneer kios kerajinan atau Artshop khususnya anyaman bambu di Lombok Timur dan Lombok pada umumnya. Sejak berdiri dan mulai merintis usaha, artshop yang memiliki banyak jaringan ini cukup eksis meski harus melewati tantangan. Sebagai contoh, di penghujung tahun 90an dan awal 2000an di mana bermacam isu politik di tingkat lokal maupun nasional berdampak besar pada dunia usaha. Pengunjung menjadi sepi begitu pula dengan pesanan. Satu persatu artshop di wilayah Desa Loyok  gulung tikar. Arsthop Tereng Gading,  tetap bertahan hingga kini melestarikan dan mengembangkan kesenian yang telah diwariskan nenek moyang kami, dan selalu mencoba usahakan pemberdayaan masyarakat lokal melalui usaha yang kami tekuni.
Dibeberapa instansi pemerintah maupun swasta, tidak jarang kami disebut-sebut sebagai salah satu artshop sentra kerajinan anyaman yang ada di Lombok, sehingga seringkali didaulat untuk mengikuti berbagai event-event di tingkat lokal maupun nasional. Eksistesi Tereng Gading sebagai salah satu industri kerajinan rakyat yang bisa survive di tengah hantaman krisis, membuat banyak pihak tertarik untuk membantu.  Tereng gading banyak mengikuti pelatihan tingkat nasional dan lokal yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta untuk pengembangan usaha yang kami tekuni.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kerajinan anyaman Lombok, kami memiliki:
VISION: “usaha berbasis pemberdayaan masyarakat lokal”, dengan
MISSION: “menghasilkan dan mejual produk kerajinan anyaman yang kereatif, inovatif dan berkualitas, dengan melibatkan masyarakat lokal yang didukung dengan sistem manajemen terpadu. Menjalin mitra bisnis dengan membuka jaringan pemasaran yang luas”.
Kini Tereng Gading banyak  didaulat dalam setiap acara, pameran maupun event yang bersifat lokal, nasional maupun event internasional, baik oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta. Bahkan arshop ditunjuk secara resmi oleh pemerintah untuk mengajarkan kerajinan anyaman pada mata pelajaran Muatan Lokal dan juga kegiantan-kegiatan ekstrakurikuler di beberapa sekolah di Kabupaten Lombok Timur. Dan hasilnya, banyak murid-murid yang berhasil setelah menekuni bidang handicraft. Artshop Tereng Gading juga ditunjuk oleh pemerintah sebagai pembina pengrajin anyaman bambu di sekitar Desa Loyok  yang kini memiliki 30 pengrajin binaan.
Kios kerajinan anyaman bambu miliknya merupakan mitra resmi pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga merupakan mitra resmi beberapa agen pariwisata dan hotel ternama di daerah Lombok Provinsi NTB, antara lain : Senggigi Beach Hotel, Bintang Senggigi Hotel, Oberoi Hotel, Tastura Hotel, Green Orry Inn Restaurant and Cottages, Sunset Geko Vilage dan lain-lain. Sebagai artshop yang ada di pusat sentral kerajinan Lombok, Tereng Gading terbiasa menjual produk berkualitas dengan harga kompetitif. Berbagai produk kerajinan anyaman ada di artshopnya merupakan produk-produk kerajinan anyaman khas masyarakat Lombok, dimana keahlian mengayam merupakan wariskan nenek moyang sejak dahulu kala. Dari tangan-tangan trampil tercipta berbagai macam produk anyaman seperti tas, hiasan dinding, koster, plesmet, piring, asbak, kaplampu dan lain sebagainya. Selain dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, produk anyaman di artshopnya juga dapat dijadikan sebagai cinderamata. Produk-produk Tereng Gading juga dapat dibuat berdasarkan spesifikasi desain yang diminta. Dan tentunya sudah banyak koleksi kerajinan anyaman yang bisa segera dipilih di artshop kami baik di showroom maupun di TGArtshop.com.

Yang Mendunia Berkat Tempurung Kelapa.




Grandtang nama perusahaannya. Mungkin saja nama perusahaan ini, diambil dari nama tokoh drama tradisional Sasak yaitu “Cupak Gurantang”. Grandtang merupakan produsen dan eksportir kerajinan lokal, khusunya kerajinan dari tempurung kelapa. Perusahaan yang berlokasi di jalan Tuan Guru Lopan ini, mengolah tempurung kelapa menjadi berbagai macam desain benda seni. Grandtang memproduksi benda pakai dan benda pajangan berkualias. Lihat saja hasil karyanya. Sebuah kap lampu yang didesain eksotis, terkesan klasik dan mewah, padahal bahan dasarnya adalah tempurung kelapa. Tidak hanya itu, persahaan yang dipimpin langsung oleh Haji Anhar sebagai pemiliknya ini juga memproduksi bermacam benda seni lainya. Kerajinan  tempurung kelapa ini antara lain terdiri dari meja, meja, tempat buah,  kursi, guci, vas bunga, plat lantai, berbagai macam peralatan makan dan furniture. Semua benda yang dihasilkan memiliki kualitas yang menakjubkan. Kelebihan lain dari Grantang adalah mengerjakan kerajinan tempurug kelapa sesuai kebutuhan pemesan.
Tempurung kelapa sebagai bahan dasar kerajinan diperusahaan ini, sebagian besar didatangkan dari Kabupaten Lombok Utara. Bahan dasar, inilah keunggulan dan keunikan yang ditonjolkan Grandtang. Bertahun-tahun menekuni tempurung kelapa, kini perusahaan Grandtang menjadi sangat piawi melahirkan benda seni berbasis tempurung kelapa. Bisa dibilang perusahaan ini tak terkalahkan.  Tenaga kerjanya memanfaatkan warga sekitar perusahaan. Kini Karya seni kerajinan tempurun kelapa, telah diekspor keberbagai Negara di Benua Eropa maupun Amerika. Terakhir saat kami temui, Pak Haji Anhar pemilik perusahaan ini, sedang mempersiapkan pengepakan barang-barang yang akan diekspor ke Italia dan Dubai.
Keberhasilan Haji Anhar tidak bisa dipisahkan dari kerja kerasnya bertahun-tahun. Ia terus menerus melakkan percobaa, sampai akhirnya ia menemkan formula perekat yang pas untuk tempurung kelapa. Kini hasil karyanya telah menadapat hak paten. Artinya orang lain harus member royalti kepadanya jika ingin memproduksi benda sejenis hasil karyanya.  

Chico : Wira Usaha Baru dari Ampenan



Awalnya Mbak Dina membantu suaminya mengurusi usaha airbrush. Usaha airbrush tersebut dimulai sejak tahun 2002. Seiring perjalanan waktu, kini usaha jenis itu telah banyak saingan. Pelanggan jasa airbrush menjadi banyak pilihan. Terinspirasi dari kebiasaannya mengurus anak, ibu muda yang ramah ini, berfikir untuk  membuat sendiri furniture yang dibutuhkan anaknya.  Ia pun meminta sang suami yang jago melukis dengan peralatan air brush itu, untuk membuatkanya kursi dan meja. Agar terlihat menarik, kursi dan meja anak tersebut di beri hiasan ornament warna warni sesuai kesukaan anak seperti tokoh Spongebob, Barby, Tom and Jerry dan lain-lain . Hasilnya menakjubkan. Furniture anak itu membuat banyak para orang tua tertarik. Corak warna yang segar dan menonjol membuat beberapa teman dekatnya langsung memesan produknya. Awal tahun 2012, ibu Agus mulai merintis usaha Furniture anak ini. Usaha rumah tangga ini memang belum dibuat secara besar-besaran karena terkendala modal dan pemasaran.  Chico nama perusahaannya. Nama itu diambil dari nama anaknya. Usaha ibu berkulit putih ini menggunakan bahan dasar lockwood dan cat duco. Meski belum memiliki showroom , usaha kecil yang masih dikerjakan dirumah ini telah dipercaya menjadi binaan PKBL Jasa Raharja. Beberapa jenis furniture yang dihasilkan seperti kursi, lemari, bangku, meja belajar dikerjakan secara manual dan belum menggunakan mesin. Tertarik memiliki kerajinan tangan furniture anak ini ? atau sekedar melihat-lihat, datanglah ke  CHICO jalan Saleh Sugkar Gang Tenggiri, no 20 Ampenan Lombok Nusa Tengara Barat.  Hp. 081 836 1943, 081 237 43 1000 atau 0370 622. Chico adalah salah satu Wira Usaha Baru yang berpotensi untuk berkembang. Menjamurnya lembaga-lembaga pendidikan anak Usia dini, bisa dijadikan pasar yang menjanjikan.  

Bing Gianto : “ The Art Of Roots “




 
Lelaki ini bernama Bing Gianto. Ia memiliki hobi menikmati pemandangan alam yang cantik dan indah.  Dari hobinya itulah kemudian terbersit keinginan untuk menuangkan keindahan alam ke dalam karya seni ukir akar pohon. Pada suatu hari lelaki paruh baya ini, berangkat menuju areal hutan jati di pulau Sumbawa bersama beberapa orang temannya. Saat mengitari wilayah tersebut, secara kebetulan ia menemukan sebuah akar pohon jati yang tersangkut dan tergeletak di sungai yang kering. Sejenak ia mengamati akar pohon yang unik tesebut. Mucullah gagasan mencipta karya seni dari akar pohon tersebut dibenaknya. Menurut informasi penduduk setempat, ternyata areal terebut adalah sisa buangan HPH th. 1970. Lalu  lelaki yang ramah dan murah senyum ini, membawa akar tersebut ke Mataram dan memprosesnya menjadi sebuah meja cantik. Hasilnya, Bupati Sumbawa Yakob Koswara terpikat dan memotivasi serta mengijinkan agar ia memanfaatkan akar pohon lainya. Itulah sebuah momentum yang kemudian membawanya mengikuti pameran-pameran kerajinan di berbagai tempat. Tidak puas dengan hasil yang diperoleh, penganut Kristen yang taat ini terus melakukan pencarian untuk mengembangkan gagasan berkarya. Tahun 1990 ia melakukan studi ke Bali dan Jepara. Ia mengamati dan belajar dari karya-karya seni yang terkenal desain dan kualitasnya.  Ketekunanya membuahkan hasil. 2 Oktober 1991, ia memperoleh izn dari Departemen perindustrian di Jakarta dan mengikuti beberapa pameran seperti PPE ( Pameran Produksi Ekspor ), Dekranasda ( Dewan Kerajinan Nasional ), PRJ ( Pekan Raya Jakarta ) dan sebagainya. Salah satu karyanya bahkan di pajang di Puri Cikeas. Dalam melakoni kerja seninya, pria yang beralamat di jalan Industri no. 15 Ampenan kota Mataram ini,  mempekerjakan beberapa pengukir lain.