Kamis, 04 April 2013

Rumput Laut Pintu Kesejahteraan Nelayan



Rumput laut mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Dusun Serewe Desa Serewe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Penghasilan dari rumput laut jauh lebih bagus dibandingkan tangkapan ikan. Para nelayan di Serewe sudah lama berganti profesi dari nelayan menjadi petani rumput laut.
‘’Kalau soal hasil, rumput laut ini menjanjikan,’’ kata ketua kelompok petani rumput laut Ujung Baru Ihsan.
Dalam sekali panen, Ihsan bisa menghasilan 1,5 ton kering. 1 kg dijual dengan harga Rp 6.000, jadi untuk satu petak bisa menghasilkan Rp 9 juta. Pendapatkan ini jauh melampaui penghasilan Ihsan sebagai pegawai honorer di Puskesmas.
‘’Itu alasan saya kembali ke Serewe, bisa kembali tanam rumput laut,’’ kata pria yang pernah tinggal di Narmada Lombok Barat ini.
Awalnya Ihsan memulai usaha rumput laut secara mandiri. Belakang ketika program pemerintah Provinsi NTB, PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) Ihsan kecipratan. Melalui kelompok Ujung Baru, pemerintah memberikan bantuan fasilitas untuk budidaya rumput laut. Petani yang tidak memiliki lahan diberikan bahan untuk pembuatan petak dan long line.
‘’Saya bersyukur ada program rumput laut dari pemerintah. Sebelumnya kami belum memiliki petak, sekarang sudah memiliki. Hasilnya cukup bagus. Penghasilan saya dari rumput laut lebih banyak dibandingkan honor. Program seperti ini harus dilanjutkan,’’ kata Ihsan.
Kepala Dusun (Kadus) Serewe yang juga seorang petani rumput laut Puji Rahmatullah juga merasakan manfaat rumput laut. Ketika musim tanam dan panen, tidak ada orang menganggur. Hasil rumput laut juga mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
‘’Program PIJAR, terutama rumput laut ini sangat bagus. Hasilnya cukup besar, sekali panen saya bisa memperbaiki tembok rumah, panen berikutnya bisa perbaiki atap rumah. Kedepannya program ini harus ditingkatkan, program TGB ini bagus. Beberapa kekurangan yang ada dalam hal sosialisasi perlu ditingkatkan,’’ katanya.
Menurut Puji, program PIJAR yang dicangkangkan Pemprov NTB memberikan harapan bagi petani rumput laut. Kedepan, program PIJAR ini bisa ditingkatkan, bukan hanya pada budidaya, tapi pengembangkan produk olahan rumput laut. Puji sendiri pernah membut usaha es jus rumput laut di Mataram, hasilnya cukup memuaskan.
‘’Program rumput laut ini bisa juga disandingkan dengan program wirausaha baru,’’ sarannya. (tim)


Selasa, 19 Maret 2013

Dishubkominfo Kota Mataram dukung komunitas Kampung Media.



Matahari siang terasa agak menyengat. Lalu lalang kendaraan terasa semakin membuat cuaca Kota Mataram semakin panas. Awak KM Abiantubuh Baru dan Potal membuat janji untuk bertemu dan berdiskusi dengan Dishubkominfo Kota Mataram. Jam di HP sudah menunjukkan angak 10.35 saat KM Abiantubuh tiba di ruang Kominfo kota Mataram. KM Abiantubuh disambut hangat  pegawai yang sudah menunggu. Di temani segelas kopi  Pak Saiful membuka percakapan. Macam-macam isi diskusinya. Mulai dari internet hingga karakter bangsa yang memudar. Tak lama kemudian KM Portal dantang menambah kehangatan suasana diskusi.
“intinya kami sangat mendukung kampong media, di perencanaan tahun depan kami telah mencantumkan dukungan kegiatan untuk kampong media. Kami juga merencanakan link khusus di webite dishubkominfo kota” Kata pak Saiful pejabat Kominfo Kota Mataram
Diskusi berlangsung cukup hangat. Intinya Bagian Kominfo meskipun baru terbentuk di Kota Mataram, namun cukup perhatian kepada komunitas kampong media, meskipun dengan anggaran yang masih terbatas. Kepada Kampung media Pak Saiful mengatakan agar menunggu konfirmasi berikutnya.  

Kamis, 14 Maret 2013

Siswa Madrasah Ikut Istighosah

29 dari 30 orang siswa Madrasah NW Abiantubuh Baru yang akan ikut UN tahun ini, pagi-pagi sudah berangkat menuju masjid Raya Mataram. mererka memenuhi undangan Kemenag Kota Mataram untuk mengikuti acara Istighosah. Istighosah tersebut digelar dalam rangka Ujian Nasional yang akan segera dimulai. Dai Masjid Raya Mataram Siswa dari MTs, NW Abiantubuh Baru bergabung bersama  sekitar 6447 siswa dari 24 SMA, 18 SMK dan 12 MA kota Mataram  Jum,at ( 8/9/13 ). Doa bersama itu dipandu Walikota Mataram, H.Ahyar Abduh dan dihadiri Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi.

Pelaksanaan ujian Nasional diperkirakan akan berlangsung pertengahan April 2013. Langkah-langkah persiapan yang dilakukan adalah pembekalan akademik, mental spiritual dan penambahan jam pelajaran kepada seluruh peserta ujian.

Jauh hari sebelum ujian dilakukan seluruh siswa siswi di pemerintah kota mataram yang dipandu oleh Wali Kota Mataram beserta jajarannya mengadakan doa bersama. Kegiatan itu diiringi lantunan ayat-ayar suci Alquran bahkan meneteskan air mata siswa-siswi berharap ujian yang akan datang memperoleh hasil yang maksimal dan mendapatkan ridho Alloh SWT.

dalam kesempatan tersebut Gubernur NTB, DR. TGH M. ZAINUL MAJDI mengatakan para siswa siswi merupakan generasi penerus yang akan menggantikan estapet pemimpin daerah ini di massa mendatang.

Untuk memperoleh itu, gubernur mengingatkan kepada seluruh generasi muda masa kini bahwa hari-hari kedepan akan dihadapkan pada tantangan yang cukup berat, tegasnya. Namun berbekal ilmu pengetahuan yang bermutu dan berkwalitas, insyaallah rintangan tersebut akan berhasil dihadapi, ingatnya. Gubernur termuda se- Indonesia itu juga berharap, semua siswa-siswi akan berhasil dan mendapat kelulusan dengan predikat yang terbaik untuk membangun NTB tercinta, imbuhnya.Acara berlangsung khusyuk dan khidmat hingga akhir. 

Catatan Kritis PP Tembakau

Muhammad Zainul Majdi Gubernur NTB, bukan perokok 
TIDAK ada komodi tas pertanian yang memicu banyak perde batan dan kontroversi selain komoditas tembakau. Di satu sisi, komoditas itu diakui pemerintah sebagai komoditas strategis dan berperan besar bagi penerimaan devisa negara. Di sisi lain, muncul beragam aturan yang terkesan ingin membatasi produksi tembakau dalam negeri.
Secara on farm dan off farm, penyerapan tenaga kerja di sektor ini tergolong padat karya.
Tembakau dirasakan memiliki multiplier effect ekonomi dari hulu hingga hilir. Namun, sampai saat ini, para pelaku ekonomi di sektor tembakau dinilai sebagai pelaku usaha yang tidak diharapkan karena menyebar zat adiktif `haram'.
Karena itu, arah kebijakan pertembakauan di Indonesia selalu serbaabu-abu dan menjadi pertarungan skala prioritas antara penerimaan negara, tenaga kerja, dan juga kesehatan. Belum pernah ada satu kebijakan tembakau yang mampu memadukan ketiga pri oritas itu, apalagi setiap sektor terkesan berjalan berdasarkan logikanya sendiri.
Kurang integratif Contoh kebijakan semacam itu ialah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan yang terbit pada 24 Desember 2012. Kebijakan itu jelas menonjolkan aspek kesehatan dalam produk tembakau dan kurang memikirkan dua aspek lainnya.
Dalam paparan yang disampaikan pada pertemuan Koordinasi Program Intensifikasi Tembakau Virginia Lombok di Mataram, 21 Februari lalu, Direktur Tanaman Semusim Kementerian Pertanian (Kementan) Nurnowo Paridjo menegaskan, PP ini tidak melarang penanaman tembakau, produksi rokok, penjualan rokok, ataupun tindakan merokok itu sendiri.
Akan tetapi, dalam bagian penjelasan PP jelas disebutkan, dasar pembuatan PP itu merupakan pandangan bahwa produk tembakau berbentuk rokok menjadi masalah karena r berdampak negatif bagi keseb hatan. Bukan cuma perokok aktif, melainkan juga berbahaya bagi perokok pasif.
Dengan penjelasan itu, sulit bagi Kementan untuk meyakinkan kalangan petani tembakau agar merasa aman dari dampak pemberlakuan PP Tembakau. Kesan kebijakan dalam PP itu kurang integratif menampung aspirasi di internal kabinet yang makin mengemuka karena Kementan mengakui peran strategis komoditas tembakau dan rokok.
Kementan mengakui penerimaan cukai rokok pada 2011 Rp66,1 triliun dengan target 2012 Rp73 triliun. Jumlah itu sangat jauh dari penerimaan negara untuk seluruh sektor tambang 2010 yang hanya mencapai Rp7,1 triliun. Itu belum ditambah penerimaan devisa negara lewat ekspor rokok dan tembakau yang nilainya mencapai US$595,61 juta.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, komoditas tembakau dan rokok juga luar biasa, mencapai 6,1 juta orang. Mereka bukan hanya para petani tembakau dan cengkih, melainkan juga para pemilik warung dan insan periklanan. Komoditas itu juga menggerakkan sektor olahraga, kesenian, dan rekreasi, bahkan fasilitas keagamaan.
Bisa dibayangkan betapa komoditas tembakau dan rokok tidak saja menjadi urusan Kementerian Kesehatan, tetapi juga kepentingan beragam ke menterian, seperti Kementan, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keuangan.
Salah waktu Dari sisi pemberlakuan, PP itu juga terbit dalam situasi yang belum sepenuhnya kondusif dan sebenarnya kurang sesuai dengan tahapan skala prioritas dalam roadmap Industri Hasil Tembakau (IHT) yang disusun Kementan. Dalam roadmap, dinyatakan, prioritas IHT pada 2010-2014 adalah penerimaan negara. Baru pada 2015-2020 prioritas kemudian bergeser ke sektor kesehatan.
Maraknya protes dan demo yang mengkritik PP Tembakau itu juga muncul karena PP tersebut muncul di tengah masih tingginya impor tembakau Indonesia. Menurut data Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), impor tembakau cenderung naik dari tahun ke tahun, mulai 23 ribu ton pada 2003 menjadi 100 ribu ton pada 2012. Padahal, produksi tembakau lokal pada 2012 naik 9,68% menjadi 170 ribu ton.
Secara psikologis, wajar jika ada anggapan di sebagian kalangan, sejumlah aturan dalam PP itu merugikan produsen tembakau lokal dan menguntungkan importir. Misalnya, Pasal 10 dan 11 PP itu menetapkan standar kadar nikotin dan tar pada produk tembakau yang menurut sebagian kalangan dinilai akan memenangi tembakau impor.
Kebijakan lain yang dipertanyakan adalah kebijakan diversifikasi produk tembakau selain rokok, seperti diatur dalam Pasal 7 ayat 2 PP. Dalam bagian penjelasan pasal itu disebutkan, diversifikasi produk tembakau diarahkan menjadi bahan kimia dasar yang bisa digunakan untuk memproduksi pestisida, obat bius, kosmetik, dan farmasi.
Akan tetapi, dalam pernyataan publiknya, meski menga kui PP Tembakautidak melarang petani untuk menanam tembakau, Menteri Pertanian mengusulkan agar para petani tembakau mengganti komoditas tanam mereka menjadi nontembakau. Alasannya sebenarnya rasional, yaitu mengantisipasi PP Tembakau dan tren penurunan konsumsi tembakau.
Namun, imbauan diversifikasi dengan alasan penurunan konsumsi tembakau tidak efektif jika impor tembakau tetap tinggi. Selain itu, secara sosiokultural, menanam tembakau bagi sebagian petani kita sudah menjadi semacam tradisi turun-temurun. Masa tanam yang singkat dan dampak jelasnya pada kesejahteraan rakyat membuat diversifikasi sulit dilakukan.
Solusi komprehensif Kalaupun pemerintah ingin agar dilakukan diversifikasi produk tembakau ke produk nonrokok, hal itu masih juga menghadapi sejumlah kendala.
Misalnya, produk nonrokok seperti apa? Lantas, ke mana para petani tembakau menyalurkan tembakau mereka untuk produk nonrokok itu? PP 109 Tahun 2012 sebenarnya memiliki idealisme yang baik. Catatan-catatan ini pun dibuat agar pengemban aturan seperti pemerintah daerah bisa menjalankan tugasnya tanpa harus bertabrakan dengan rakyat. Untuk mewujudkan hal itu, saya kira perlu sebuah kebijakan yang tidak semata bersifat imperatif, tetapi juga mengandung solusi alternatif.
Untuk itu, masalah komoditas tembakau harus dilihat secara lebih komprehensif dan lintas sektoral. Hal itu diharapkan berjalan simultan dengan upaya Kemendag menggenjot ekspor produk tembakau unggulan Indonesia ke pasar internasional.
Saya bukan perokok. Catatan kritis atas PP Tembakau ini saya sampaikan lebih dimotivasi karena tembakau virginia merupakan sumber pendapatan 8.000 petani di NTB. Komoditas itu juga telah menyerap 124.313 pekerja di setiap musim tanam tembakau yang terdiri atas 35.000 orang adalah wanita.
Dalam setiap lima bulan musim tanam tembakau, peredaran uang mencapai Rp600 miliar-Rp800 miliar. Karena berbagai pertimbangan itulah, beredar pemeo di kalangan petani tembakau yang oleh suku Sasak disebut mako. Anda boleh membenci rokok, tetapi jangan pernah sekalipun membenci mako. 

Selasa, 12 Maret 2013

Raskin membantu si miskin.


Raskin ( Beras Miskin ) merupakan cara atau upaya pemerintah memberikan bantuan langsung kepada warga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Meskipun jumlahnya tidak sepadan dengan kebutuhan pokoknya, Raskin menjadi bantuan yang banyak dinanti warga. Sesuai tingkat kemiskinannya raskin dikhususkan untuk mereka yang benar-benar miskin.
“ Saya adalah salah satu penerima raskin, saya merasakan bantuan raskin sangat membantu kebutuhan keluarga” kata  Inaq Mawaq  kepada Kampung Media. Inaq Mawaq adalah salah satu dari sekian banyak warga miskin penerima raskin.
Sebagai salah satu model bantuan langsung yang diterima masyarakat, raskin  rentan diselewengkan. Selama ini masyarakat diberi ruang untuk terus memantaau agar program yang terus disempurnakan. Beberpa persoalan yang kerap dikritik dalam penyaluran raskin antara lain adalah kualitas beras yang seringkali buruk dan tak sesuai. Hal ini terus disuarakan oleh masyarakat baik penerima maupun masyarakat yang bukan penerima raskin.  

Senin, 11 Maret 2013

Wirausaha Teladan dari Song Gajah



Jauh dari akses pusat kota. Tepatnya di dusun Song Gajah Kempo Kabupaten Dompu, para ibu mengelompokkan diri mereka dalam satu wadah kelompok usaha bersama. Mereka tergolong perempuan kreatif dan aktif. Banyak sekali buah dari keuletan mereka mengolah hasil bumi dijual dan beredar di pasar dompu. Ditangan anggota kelompok ini, hasil bumi seperti mente, jagung, singkong, kacang dan lainnya, bisa berubah menjadi kue kering, manisan sirup, dan panganan gurih lainnya. Menurut salah seorang ibu yang kami tanyai (2/3/13), kemompok itu telah bisa membuat 20 jenis makanan. Namanya Kelompok Rizky. Kelompok ini merupakan salah satu binaan pemerintah Kabupaten Dompu dan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat.
“  Kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah membina kami hingga sekarang kami telah bisa memproduksi banyak jenis makanan, terutama kepada pak Gubernur yang jauh-jauh datang mengunjungi kami yang berada di pelosok ” Kata ibu  Tini kepada Kampung Media.
Menurut ibu yang sudah lama memimpin kelompok ini, berkat bantuan dari beberapa SKPD yang ada di kabupaten dan provinsi, kelompok binaanya telah bisa ikut berpameran hingga ke Mataram.  Mereka telah dibekali pelatihan yang diadakan oleh pemerintah melalui program unggulan daerah. Hasil produksi kelompok ini, 13 jenis diantaranya telah memiliki PIRT. 

Pawai Ogoh-Ogoh ramaikan Mataram


Sehari sebelum Hari Raya Nyepi, ribuan umat Hindu kota Mataram berduyun-duyun turun ke jalan. Dengan pakaian serta atribut lengkap, mereka mengikuti ritual Tawur Agung Kesanga yang kemudian dilanjutkan dengan pawai seni ogoh-ogoh. Di  Cakranegara pawai Ogoh-ogoh dipusatkan di depan Risa Klinik. Selain sebagai kegiatan keagamaan, arak-arakan ogoh-ogoh juga dapat dinikmati masyarakat umum karena tertarik melihat ogoh-ogoh karena bentuk dan ukurannya. Jalanan mulai ramai sejak pukul 12.00 wita. Patung ogoh-ogoh dari berbagai tempat di kota Mataram di arak anak-anak muda menuju lokasi pawai di Cakranegara. Bagi Ummat Hindu, ogoh-ogoh merupakan simbol dari kesombongan, angkara murka dan keserakahan. Setelah diarak, biasanya ogoh-ogoh tersebut akan dibakar sebagai pertanda kemenangan atas sifat-sifat jahat itu.

Guru MTS.NW Abintubuh kumpulkan Wali Murid

KM.Abiantubuh.Ujian Akhir sudah semakin dekat. Para guru orang tua dan siswa sudah sejak lama sibuk mengikuti berbagai kegiatan terkait Ujian Nasional kali ini.Madrasah NW Karang Bata misalnya, beberapa saat yang lalu mengumpulkan para orang tua siswa yang akan mengikuti ujian akhir. Para wali murid dikumpulkan untuk menyamakan pendapat dan menjalin silaturrahmi antara para orang tua murida dengan para guru di Madrasah. Dalam sambutnanya kepala madrasah tsanawiyah NW Karang Bata menegaskan bahwa saat ini orang tua harus mengontrol keberadaan anaknya. Jangan sampai anak dibiarkan berkeliaran dimalam hari dan tidak melakukan aktifitas terkait ujian yang akan dihadapi.
" Kami  sangat mengharapkan bapak ibu semua yang hadir saat ini, agar betul-betul memperhatikan anak-anak kita. Mereka harus terus dipantau agar tidak banyak bermain. Usahakan jangan sampai mereka terlalu sering menonton televisi. Pada saat malam mereka harus berada dirumah dan belajar" Kata Kepala Madrasah kepada semua peserta rapat.
Dalam kesempatan tersebut kepala madrasah juga menjelaskan bahwa ujian kali ini cukup berat. ada banyak paket soal dibuat agar para siswa tidak nyontek hasil kerjaan temannya.  

Kader Pos Yandu Puji Pemerintah

KM. Abiantuabuh.Kelurahan Dasan Cermen  berada di ujung Selatan Kota Mataram. Kelurahan ini merupakan gerbang atau pintu masuk dari wilayah selatan bagi kota dengan Moto Maju Religius dan berbudaya ini. Kelurahan ini masyarakatnya sebagian besar menggeluti hidup dengan cara bertani, baik petani penggarapa maupun petani pemilik lahan. Di kelurahan ini, para ibu rumah tangga tak tinggal diam. Mereka tergolong produktif. Banyak yang ikut ke sawah membantu suami, banyak yang ke pasar untuk menjual hasil bumi, banyak pula yang mengolah hasil pertanian untuk dijadikan bahan makanan aneka rupa. Diinisisasi para kader pos yandu, para ibu membuat kelompok usaha. Dengan cara berkelompok inilah mereka kemudian bisa mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah. Siti Aisyah, salah seorang kader pos yandu yang sudah cukup lama mengabdi di tengah masyarakat Dasan Cermen berhasil KM temui (6/3/13). Dalam dialog kami dengannya ia banyak bercerita soal kelompok usaha yang ia rintis.
" Alhamdulillah, kelompok usaha di tempat kami sudah banyak yang menjadi besar dan mandiri. Dari modal usaha yang satu juta, salah satu anggota kelompok misalnya, sudah ada yang bisa merekrut karyawan hingga puluhan orang. Tetangganya direkrut untuk ikut bekerja membungkus atau menggoreng kerupuk. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan modal kepada kelompok-kelompok yang kami bina" kata ibu Aisyah kepada Kampung Media.
Pembinaan Kelompok Usaha merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan daerah ini. Kelompok-kelompok usaha diberikan bantuan pelatihan, bantuan peralatan serta bantuan modal usaha. Ibu Aisyah bahkan menyebut bahwa masyarakat sampai kelebihan bantuan dan membuat mereka yang nakal menjadi manja. 

Harga Bumbu mulai dikeluhkan ibu-ibu

KM. Abiantubuh. Hasil pertanian seperti bawang merah, cabe,serta bawang  putih, kerap digunakan para ibu rumah tangga didapur sebagai bumbu. Turun naiknya harga bahan-bahan bumbu tersebut yang pertama merasakannya adalah mereka para ibu rumah tangga.  Kenaikan harga bahan pokok seperti hasil pertanian saat ini membuat beban masyarakat miskin meningkat. Untuk membuat lauk pauk sehari-hari harga bahan-bahannya membuat mereka kebingungan. yang paling dirasa mahal adalah harga cabe, bawang putih dan bawang merah.
"  Beberapa hari yang lalu saat harga-harga normal, dengan uang lima ribu rupiah kita bisa belanja banyak dan cukup untuk sekali masak, sekarang lonjakan harga ini membuat uang lima ribu rupiah tidak ada harganya. Lima ribu hanya cukup buat beli beberapa biji cabe, satu siung bawang putih dan beberapa butir bawang merah ukuran kecil-kecil " kata papuk Ali sambil menunjukan beanjaannya kepada kampung media.

Jumat, 08 Maret 2013

Walikota Mataram Buka MPBM Kota

Ratusan warga kota Mataram menaiki lantai 3 kantor Walikota Mataram jumat pagi (8/3/13). Mereka datang memenuhi undangan dalam acara tahunan yaitu Musyawarah pembangunan Bermitra Masyarakat ( MPBM ).Hadir dalam kesempatan tersebut mantan walikota Hj. Lalu Mujitahid dan Lalu Mas'ud. Peserta yang hadir merupakan wakil wakil masyarakat yang sebelumnya mengadakan musyawarah dari tingkat lingkungan hingga, kelurahan, kecamatan dan kota pada saat itu. Walikota Mataram dalam sambutannya mengatakan sangat senang dengan kerjasama semua fihak dalam proses pembangunan selama ini. Walikota yang biasa dipanggil Ustadz Ahyar ini, mengaku sangat bersyukur. " Tahaddus binnikmah" berkat koordinasi dengan pihak propinsi dan pusat, pembangunan beberapa ruas jalan yang tidak mungkin kita kerjakan sendiri sekarang sudah bisa tuntas. Tapi saya juga mohon maaf kepada kepala-kepala lingkungan yang sering muncul di koran dan mengeluhkan fasilitas jalan. Karena jalan lingkungan adalah wewenang kita dan bukan menjadi doain provinsi maka kita harus sabar menungu giliran. kata walikota yang menang satu putaran tersebut.
Karena hari jum'at waktu yang tersisa hanya digunakan untuk menyampaikan paparan dari ketua-ketua bidang saja dan akan dilanjutkan sabtu besok 

Minggu, 03 Maret 2013

Saya Senang pak Gubernur Bantu Kami

 Namanya ibu Semfani, wajahnya tampak Sumringah Kampung Media mengajaknya bicara. Ibu  yang memiliki putra empat ini termasuk salah seorang penerima bantuan Rumah Kumuh di Kabupaten Dompu. Ia datang bersama beberapa orang temanya untuk menyambut kehadiran pak Gubernur dalam acara  Peresmian Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Program PNPM Mandiri  di Woja  Dompu.
“ saya merasa senang atas perhatian dan bantuan pak Gubernur kepada kami. Ditempat saya ada 20 rumah mendapat bantuan perbaikan, masing masing rumah mendapatkan 6 juta. Tidak hanya rumah panggung yang mendapatkan bantuan tapi rumah permanen pun ada, kata ibu yang memiliki 4 orang putra ini.
Dalam kesempatan tersebut gubernur juga menyerahkan bantuan kepada pemerintah beberapa desa. Pos yandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di kampung juga mendapat bantuan operasional. Tak ketinggalan beberpa kelompok simpan pinjam dan bantuan Beasiswa miskin.
Dalam sambutannya  pada acara yang dihadiri ribuan warga tersebut, gubernur mengajak warga untuk tetap menjaga keamanan dan mensyukuri anugerah yang diberikan Allah.
“ Ada dua fungsi pemerintah dan aparat di Negara ini, yaitu mensejahterakan rakyat  dan menciptakan rasa aman. Itu bisa dilakukan pemerintah apabila ada sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah. Kata Gubernur    

Eksotisme Bima di waktu Malam


KM Abiantubuh.Malam terasa dingin sehabis hujan saat magrib. Meski suasana baru habis hujan, geliat Kota Bima sangat terasa. Deretan penjual makanan tetap ramai dikerubuti pembeli. Saat perut sudah mulai keroncongan, Kampung Media bersama beberpa orang teman ikut pula mencari di mana makanan enak yang bisa dinikmati dengan santai malam ini. Pilihan jatuh kepada Salah satu Restoran di depan pantai Ama Hami ( mudahan tidak salah nama ini ).  Restoran yang berada tepat dipinggir jalan ini nuansanya cukup menyenakna. Kita harus menaiki banyak tangga untuk sampai di tempat makanan seafood disajikan. Yang unik, makanan dikerek menggunakan tali sejenis tali timba ke atas jika sudah matang dan siap disajikan. Dari tempat kami menikmati makan malam, pemandangan eksotis dan mengagumkan bisa kami terlihat. Lampu-lampu malam di kejauhan, tampak berkelap-kelip bercermin pada tenangnya air laut.  Bima di waktu malam terasa sangatindah dan menyenangkan. 

Gubernur NTB silaturrahmi ke Hu'u Dompu

KM. Abiantubuh. Sebuah lapangan yang terletak di bawah gunung, sore 3 Maret, dipatadi warga Hu'u. Mereka datang dari segala penjuru, guna menghadiri acara Silaturrahmi dengan Gubernur NTB Dr. TGH Zainul Majdi MA. Kampung media yang hadir dan berada bersama masyarakt saat itu merasakan betul suasana akrab dan ramah warga Hu'u Dompu. Senyum sumringah menyambut kedatangan Gubernur bersama rombongannya. Di tengah lapangan berderet puluhan terop yang disediaka untuk para tamu undangan. Saat kampung media datang, agaknya baru saja selesai gerimis. gunung disebelah kanan panggung tampak hijau menyejukkan mata. Di samping panggung, terdapat deretan ibu-ibu yang memajang dagangannya berupa makanan ringan, yang merupakan hasil olahan dari bahan baku lokal. Dalam pidato sambutnanya Bupati Dompu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah provinsi NTB. " Dulu kalau kita datang dari pusat kota dompu sampai ke tempat ini bisa memakan waktu satu jam lebih, sekarang setelah pemerintah provinasi berjuang membangun infrastur jalan, kami bisa mencapai lokasi ini hanya dalam waktu setengah jam" kata bupati dihadapan massa yang memadati lapangan tersebut. Beliau juga menjelaskan bahwa di dompu terdapat berbagai potensi kekayan alam yang masih belum digarap dengan maksimal. Potensi tersebut antara lain emas, energi panas bumi dan lain-lain, selain potensi SDA tersebut terdapat hasil pertanian seperti padi jagung kedelai dan sejenisnya. Tak kalah menariknya, keindahan Alam Lakey juga menjadi anugerah yang tak ternilai, yang membuat Dompu terkenal hingga manca negara. Dalam kesempatan silaturrahmi tersebut gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis berupa peralatan olah hasil pertanian berupa mesin tenun, bengkel,dan alat packing. selain itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa bibit unggul pertanian kepada kelompok-kelompok tani di kecamatan Hu'u.
Dalam sambutannya gubernur mengajak warga untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah. Kesyukuran tersebut dilakukan dengan banyak membaca hamdalah dan menggunakan semua potensi untuk menggali sumberdaya alam. .

Rabu, 27 Februari 2013

Pasar Loak Cakranegara

Cakranegara sebagai pusat perbelanjaan memang memiliki daya tarik tersendiri. Hampir semua kebutuhan hidup bisa didapat di tempat tersebut. Tentu jika anda memiliki banyak uang untuk dibelanjakan. Salah satu tempat yang bisa atau layak anda kunjungi saat berjalan-jalan di Cakranegara adalag Pasar Loak. Pasar Loak terletak di Jalan Umar Maya, sebelah timur pasar Cakranegara. Di Pasar Loak ini, berbagai macam pakian bisa anda temukan. mulai dari celana, baju, jaket, jas, bahkan kain sarung. Semua jenis pakaian tersebut merupakan barang bekas pakai atau biasa disebut barang seken. Di Pasar Loak ini setiap orang boleh bertransaksi. Anda tak hanya bisa membeli barang saja, namun jika anda kepepet dan butuh tambahan uang maka anda juga boleh menukar atau menjual barang-barang yang anda miliki. Barang - barang yang diperjual belikan di tempat tersebut tak hanya barang yang sudah lama dipakai. Jika beruntung anda bisa mendapatkan barang-barang yang cuma dipakai sekali, atau barang yang sama-sekali dipakai. Satu hal yang perlu diwaspadai, adalah bahwa barang-barang tersebut kadangkala merupakan hasil curian atau tindaj pidana kriminal. 

KUD Cakranegara RAT ke XXX

Sudah 30 tahun usia KUD Cakranegara. waktu yang cukup panjang untuk sebuah organisasi masyarakat berbasis ekonomi ini. KUD Cakranegara menjadi salah satu KUD di kota Mataram yang masih bisa eksis. Pagi 28 Februari, menjadi hari yang dinanti oleh para anggota dan pengurus Koperasi Unit Desa Cakranegara. Hari itu 50an anggota dan pengurus koperasi hadir dalam rangka mengikuti Rapat Anggota Tahunan KUD Cakranegara. Hadir dalam kesempatan tersebut dua orang pejabat Diskoperindag Kota Mataram mewakili Kadis. Pak Jamal yang mewakili kepala dinas memberikan masukan dan pembinaan kepada pengurus koperasi. dalam kesempatan tersebut Pak Jamal juga menyampaikan bahwa
Rapat anggota menjadi forum tertinggi dari Koperasi, apa saja keinginan anggota agar koperasi bisa menjadi lebih maju. saran tersebut menjadi panduan pengurus dalam menjalankan Kopeasi. Rapat ini juga menjadi ajang silaturrahmi antar anggota koperasi, Pembina dan elemen lain. menurut pak Jamal, kehadiran anggota menjadi sangat penting, apalah artinya para pembina jika para anggota tak hadir karena kehadiran bisa batal jika warga tak hadir, kata Pak Jamal dalam kesempatan tersebut.
Selain pak Jamal hdir pula pejabat atau pengurus dari PUSKUD NTB. 

Cuaca Buruk di Sandubaya



ilustrasi internet
Cuaca buruk dan tidak menentu akhir-akhir ini cukup mengganggu aktifitas warga. Langit  tiba-tiba menghitam, hujan tiba-tiba turun, dan angin kencang yang juga tiba-tiba berhembus kerap terjadi tak kenal waktu.   Hujuan deras  yang  berlangsung lama terjadi kadang-kadang membuat aktifitas baik individu atau kelompok kadang tertunda bahkan dibatalkan.  Seperti kejadian Rabu 27 Februari 2012 kemaren. Hujan deras disertai angn kencang membuat warga Abiantubuh kaget. Apalagi sebelumnya ada informasi akan terjadi badai. Warga Abiantubuh yang berada di luar negeri banyak yang menelpon sanak-saudaranya, menanyakan perihal kabar tersebut. Khatib misalnya, ia menelfon keluarganya tengah malam saat orang-orang sudah tertidur lelap. Ia mengaku bahwa ada sms yang beredar, menginformasikan akan adanya badai di Bali dan Lombok.
Meski tak separah informasi yang beredar, cuaca ekstrim siang itu cukup membuat warga kaget. Beberpa atap rumah terbang. Sebuah pohon Singgapuran yang berdiri kokoh di pinggir jalan Senopati V tumbang. Beruntung tak ada korban.   

Jumat, 15 Februari 2013

Penyulhan Kesehatan di Kelurahan Dasan Cermen

KM Abiantubuh. Pola hidup yang sehat, akan memmbawa masyarakat menuju tingkat derajat kesehatan yang lebih baik. Sebaliknya kebiasaan buruk dan pola hidup yang tak sehat, akan mengundang berbagai macam penyakit dan menjadi awal dari turunnya derajat kesehatan masyarakat. Salah satu indikator dari pola hidup tidak sehat adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk buang air di tempat yang semestinya. Mereka buang air secara sembarangan. Guna mendorong agar masyarakat membangun kesadaran secara komunal agar berupaya menciptakan kebiasaan atau budaya bersih dan sehat dengan tidak buang air sembarangan, pemerintah melalui dinas kesehatan mengadakan penyuluhan kesehatan.
Seperti yang dilakukan ibu Ros dari puskesmas Dasan Cermen, Rabu lalu. Dalam kesempatan penyuluhan tersebut. Ibu yang sehari-harinya bekerja di bagian P2M atau pemerantasan penyakit menular ini, menjelaskan bahwa sudah banyak kasus demam berdarah  yang terjadi sejak bulan Januari lalu di wilayah binaan puskesmas Dasan Cermen. Meski kasus penyakit tersebut tidak terjadi dikelurahan Dasan Cermen, namun tidak menutup kemungkinan kebiasaan buruk akan membuat kasus tersebut bisa saja terjadi. penyuluhan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pos yandu dan pihak sekolah diwilayah Dasan Cermen.  

Kamis, 14 Februari 2013

Warga Selagalas Keluhkan Keamanan Taman

KM Abiantubuh.Taman kota sebagai ruang terbuka hijau menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kota Mataram. Taman Kota bisa menjadi tempat bermain bagi anak dan bersantai bagi para orang tua selepas beraktifitas di sore hari. Salah Satu taman kota di wilayah timur kota Mataram adalah Taman Selagalas. Taman ini selalu ramai setiap harinya. Jalan setapak yang tertata rapi mengelilingi taman sering dipakai sebagai sarana olah raga joging atau sekedar berjala-jalan oleh warga. Di beberapa sisi taman, pemerintah membangun berugaq  sebagi tempat duduk-duduk atau menikmati makanan ringan. Kehadiran taman ini mebawa berkah bagi beberapa pedagang yang berasal dari kampung setempat.
Selain banyak manfaat dari taman, ternyata juga terdapat persoalan yang membuat warga resah dengan keberadaan taman Selagalas. Warga sekitar merasa terganggu dengan menyayangkan banyaknya para pelajar yang menggunakan taman sebagi tempat berpacaran terutama pada saat-saat jam sekolah. " Kadang saya merasa risih jika melihat anak-anak muda berpacaran dan bermesraan di taman itu" kata Imah warga pendatang di Selagalas. Menurutnya , anak-anak muda yang berpacaran di tempat tersebut kadang terkesan cuek dengan keadaan di sekelilingnya. Keresahan tersebut ternyata muncul juga pada saat Lurah menggelar rapat perencanaan pembangunan 12 Februari lalu. " Kami menginginkan agar pemerintah memantau para pelajar yang berada di taman Selagalas, terutama saat jam-jam belajar, kalau bisa tangkap saja" kata salah seorang warga Selagalas pada pertemuan tersebut.  (Wan)

Madrasah Tanpa Perayaan Valentine

“ Dilarang Merayakan Valentine” begitu bunyi tulisan diatas kertas HVS folio, yang tertempel di kaca jendela ruang kelas dan ruang guru Madrasah NW Karang Bata. Dengan adanya larangan tersebut berarti semua siswa akan dikenakan sanksi bila berani mengadakan kegiatan atau aktifitas terkait hari valentise. Belakangan, valentine’s day menjadi momok menakutkan bagi orang tua, guru, dan juga aktivis perempuan dan anak. Pasalnya, hari kasah sayang tersebut oleh remaja acap dijadikan sebagai ajang pesta seks pasangan kekasih, tak terkecuali remaja yang masih bersekolah. Sehingga, di usia yang masih belia, mereka harus terjerumus dalam pergaulan bebas yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama.
Karenanya, ramai-ramai orang mengusulkan agar peringatan hari valentine dilarang, khususnya di sekolah. Tak kurang dari aktivis dan tokoh agama juga melarang akan bahayanya valentine’s day. MUI juga mengimbau agar remaja Islam tidak merayakan valentine’s day.
Larangan pihak madrasah agar para siswa tak merayakan  hari valentines bisa jadi justru akan membuat remaja semakin penasaran. Adalah sifat remaja yang selalu ingin tahu. Sehingga, semakin dilarang, maka akan kian gencar untuk mengetahui dan mencobanya. Lagi pula, pelarangan hari valentine di sekolah tidak akan banyak menuai manfaat. Mengingat, perayaannya justru dilakukan di luar jam sekolah, yakni oleh pasangan muda-mudi yang lagi dimabuk cinta. Meski begitu, setidaknya madrasah sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan, telah melakukan upaya agar siswa tidak ikut-ikutan merayakan hari kasih sayang tersebut. 

Rabu, 13 Februari 2013

Durian Lobar Banjiri Mataram

Anda penyuka durian ? jika ya,  anda tak perlu datang ke lokasi di mana banyak terdapat pohon durian untuk sekedar menikmati buah berkulit duri itu. Datang saja ke Mataram. Sekaranglah saat yang tepat untuk bisa menikmati durian dengan harga yang tidak terlalu mahal. 13 Februari lalu, Kampung media menyempatkan diri berkeliling memantau ramainya penjual durian. Tempat durian paling banyak ditemukan tentu di Arena Buah kota Mataram. Di Arena Buah berderet lapak-lapak penjual durian. Saat melakukan tawar menawar harga, kami bisa mendapatkan 3 buah durian seharga 45 ribu rupiah. Sebelumnya durian sebesar itu paling murah 35 ribu rupiah.
Ibu Ely dari Gebang yang datang membawa tiga anaknya tampak asik menikamti durian langsung di pinggir jalan. "Lebih enak makan langsung di sini mas, dari pada  repot-repot bawa pulang" katanya kepada kampung media.
Di depan Warung Madya di Jalan Hasanudin Cakranegara. Salah satu penjual durian dikerubuti pembeli. Saat Kampung Media mengamati dari dekat, ternyata penjualnya menjual durian lebih murah dari tempat lain. Kampung media sempat berdialog dengan penjual yang menggelar dagangan bersama seorang perempuan yang kami duga adalah isterinya. Sang penjual yang kami lupa menanyai siapa namanya itu menjelaskan bahwa durian yang di jual didapat dari hutan diwilayah Lombok Barat. " Saya berangkat pagi mencari sampai di dekat hutan lindung, sekarang sudah banyak penduduk sampai di pinggir hutan yang sunyi itu. kebanyak mereka adalah warga dari Bali yang menetap dan berkebun disana. Durian yang saya beli diangkut menggunakan ojek, ceritanya kepada kampung media. Menurut sang penjual durian bertubuh kurus tersebut, ia dalam satu kali membeli bisa mengeluarkan modal enam atau tujuh juta. Duian yang masih belum terlalu matang dibawa kerumah untuk dijual hari berikutnya.
Ayo datang ke Cakra. Nikmati Duria dengan harga yang murah.  

MPBM Inforasi, Musyawarah yang dinanti

 Proses pembangunan di Kota Mataram, dilaksanankan melalui sebuah perencanaan yang melibatkan peran serta  aspirasi dari masyarakat bawah. Hal itu dilakukan dengan terus berupaya menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan tata pemerintaahn yang baik (good governance). Terkait Hal tersebut, proses musyawarah pembangunan yang biasa disebut MPBM(Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat) itu dilakukan dengan tahapan - tahapan. Pada MPBM tahap pertama, masyarakat diajak untuk melakukan proses perencanaa, kemudian masyarakat diajak untuk turut memantau pelaksanaan pembangunan, berikutnya masyarakat diajak untuk mengevaluasi hasil pembangunan. Setelah itu Tahapan MPBM dilanjutkan dengan Musyawarah Informasi Pembangunan. Dalam Musyawarah Informasi ini para SKPD atau dinas terkait menginformasikan kepada warga masyarakat, program  pembangunan apa saja yang nantinya akan bisa dibiayai pada tahun ini. MPBM informasi ini, merupakan MPBM yang ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat. Pada MPBM ini mereka bisa melihat hasil musyawarah tahun lalu, apakah usulan pembangunan mereka bisa diakomodir atau tidak. Pada MPBM Informasi yang berlangsung Akhir Januari lalu, banyak program yang turun langsung ditengah-tengah masyarakat. Warga Kelurahan Dasan Cermen misalnya, mendapatkan bantuan ternak sapi. Tidak tanggung-tanggung nilainya ratusan juta.  Kelurahan Cakra selatan Baru, menurut informasi juga akan di bangunkan jalan berhotmix dengan anggaran satu milyar lebih. Di Wilayah KelurahanCilinaya, beberapa jalan rusak akan segera diperbaiki. 

Tradisi khitanan di bulan Maulid

Matahari belum terbit, cuaca gerimis membasahi kota Mataram di wilayah selatan. Tepatnya di perumahan yang bersebelahan dengan gedung Rumah Sakit Umum Provinsi NTB yang tengah dibangun. Di tempat tersebut tinggal  salah seorang mantri kesehatan . Bang Is biasanya ia dipanggil. Rumahnya yang berada di dekat persawahan sudah dipadati para pasien yang mau berobat atau membawa anaknya untuk disunat. Urusan Sunat menyunat anak Bang Is memang sangat terampil. Seperti pagi itu. puluhan orang sudah mengantri, sebagian besar dari para pasien tersebut, merupakan keluarga yang tengah mengantar anak atau cucunya untuk dikhitan. Pasien Khitan memang sedang banyak-banyaknya. Maklum saja  beberapa hari ini masyarakat yang memiiki anak dan sudah siap dikhitan, membawa anaknya secara beramai-ramai ke mantri kesehatan untuk dikhitan. Mereka memanfaatkan moment bulan maulid ini untuk megkhitan anak atau cucunya.
Ibu Hartini contohnya, ia merupakan salah seorang warga Selagalsa. Sudah sejak lama ia merencanakan untuk mengkhitan anaknya semata wayang yang bernama Rama. Pagi-pagi ia sangat sibuk saat harus membawa anaknya untuk dikhitan. Menurutnya ia sangat senang bisa mengkhitan anaknya tahun ini. 

Poltekes Mataram Adakan pengobatan Lansia

Mahasiswa sebagai bagian dari calon pemimpin yang mau tidak mau akan bersentuhan langsung dengan masyarakat pada akhirnya. Mereka akan kembali ke masyarakat dimana ia menjadi bagian dari sebuah komunitas. Di sanalah nanti ia harus menerapkan apa yang pernah mereka pelajari di kampus. Awal Februari lalu,  Poltekes Mataram yang kampusnya berada di perbatasan wilayah Kelurahan Dasan Cermen dan Abiantubuh Baru,  mengadakan Santunan dan pengobatan gratis bagi warga lansia yang berada di wiayah Abiantubuh.
Ini adalah bagian dari pengabdian masyarakat bagi mahasiswa kami, agar saat mereka kembali ke masyarakat nanti mereka menjadi lebih terampil, kata Pak Arifin dosen pembimbing pengabdian masyarakat tersebut. tampak para lansia sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Kepada Kampung Media beberapa Lansia mengungkapkan kegembiraannya saat mereka mendapatkan pengobatan gratis tersebut. (Raj)  

Dari Mataram hingga Arab Saudi

KM. Abiantubuh. Sudah cukup lama modem Kampung Media Abiantubuh tidak terpakai karena tiba-tiba macet. Jika dicoba selalu gagal koneksi. Anehnya jika modem tersebut dipasang di laptop, akan terlihat bahwa sebetulnya sinyal yang diterima modem tersebut sangat kencang.  Namun saat dicoba selalu gagal dan tak bisa terhubung. Padahal sudah sejak beberapa hari yang lalu modem tersebut diharapkan bisa membantu salah seorang warga kampung media yang baru saja sampai di tanah suci, untuk dihubungkan dengan keluarganya di tanah air. Karena sangat susah kalau harus membawa keluarga ke warnet. Beruntung Rabu 14 Februari pukul 22 00, saat kami coba menancapkannya  di laptop, ternyata modem tersebut bisa difungsikan. Alhamdulillah.  Kami langsung membuka laman facebok dan mencari kalau-kalau di Saudi Arabia sedang OL juga. 
Ternyata di sana sedang OL, dan kami melakukan percakapan menggunakan skype. Seluruh keluarganya akhirnya bisa berbicara  dengan dipandu oleh awak kampung media.  Khatib Sarbini, salah seoraang Awak Kampung Media memang sedang menempuh study di Makkah, dan keluarganya mengatakan sangat terbantu oleh komunitas kampung media. (wan)

Sabtu, 02 Februari 2013

Masyarakat Kecewa penyaluran kartu Jamkes

Dibaginya kartu Jamkesmas beberapa waktu lalu, bukan membuat semua warga miskin merasa senang. Banyak di antara warga masyarakat justru merasa kecewa. Mengapa ?  Pasalnya beberapa dari mereka yang mendapatkan kartu mestinya tidak termasuk dalam daftar warga yang harus mendapatkan kartu. Mirisnya mereka yang nyata-nyata tergolong miskin justru tak bisa mendapatkan kartu yang bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut. 
" Inaq Tasar yang harusnya dapat kartu kok ndak dapat ya"  Kata Salah seorang kader Pos Yandu Kepada Kampung Media. Jika dilihat secara fisik ,Inaq Tasar memang layak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut. Inaq Tasar adalah salah satu di antara banyak orang miskin yang harus kecewa karena tidak mendapatkan Kartu Jamkes. 
Dalam acara MPBM informasi yang berlangsung dikantor camat Sandubaya beberapa waktu lalu, Pak Nengah  salah seorang pejabat  di Bappeda Kota Mataram menyatakan bahwa kartu Jamkesmas sudah bisa dipakai sejak bulan Januari 2013. 

Tembok Pembatas Madrasah Jebol Sekolah diliburkan




ilustrasi internet
KM Abiantubuh Baru. Banjir  yang menggenangi daerah aliran sungai unus kali ini terlihat cukup parah. Air datang secara tiba-tiba  Kamis  pukul 03.00 dini hari, setelah sebelumnya hujan deras berlangsung cukup lama. Beberapa keluarga yang  rumahnya terendam panik dengan kehadiran air yang tiba-tiba masuk pekarangan bahkan kamar tidur tersebut.  Munah misalnya, janda beranak satu ini berteriak karena kaget air tiba-tiba masuk kamar tidurnya. Beberapa perabot rumah tangganya masih berserakan di lantai, karena siangnya di kampung tempat tinggalnya ada acara Maulid. Ia kerepotan memindahkan beberapa barang yang eler atau terseret banjir. Teriakannya membuat orang-orang terbangun  dan bergegas mencari cara agar air yang datang tak masuk rumah.  Banjir kali ini tergolong cukup besar dan deras.  Genangannya masih ada hingga siang hari. Madrasah NW Karang Bata yang menjadi langganan banjir terpaksa meliburkan siswanya. Halaman sekolah tempat kegiatan olah raga, apel dan berdoa sebelum masuk kelas, berubah menjadi kolam, hingga para siswa dan guru tidak bisa mengakses ruang kelas.  Sekolah libuuur , kata salah seorang siswa Madrasah ibtidakiyah sambil berlari pulang padahal ia baru saja sampai di madrasah.  Banjir tersebut juga membuat pagar pembatas sekolah tersebut ambrol. Dra. Rahimah Kepala MTs NW Karang Bata mengungkapkan kekhawatirannya kepada Kampung Media, “ saya takut kalau terjadi banjir susulan, dinding sekolah ini akan jebol di hantam air” katanya sambil menunjuk tembok yang rubuh.


Jumat, 25 Januari 2013

Jajanan Malam di Cakranegara


Banyak orang  membutuhkan kue untuk dimakan sambil nonton televisi di malam hari bersama keluarga, atau untuk sebuah pertemuan.Kadang orang kesulitan mencari. Jika anda termasuk yang kesulitan mencari jajanan bergizi dimalam hari, kami merekomendasikan agar anda menyusuri jalan AA Gde Ngurah disekitar Cakranegara.  Di jalan tersebut terdapat sekitar 5 penjual kue yang disajikan hangat. Para penjual kue menggelar dagangannya pada gerobak kaca. Biasanya kita akan melihat terang bulan, kue cucur, dan pisang molen dipajang. Menurut informasi salah seorang pedagang, mereka semua berasal dari Dasan Agung Mataram.  Yang unik dari  penjual kue ini adalah, mereka yang membuat sajian adalah para pria. Tangan-tangan para pria tersebut terlihat cekatan, terutama saat mereka membuat sajian martabak. Ada yang spesial dari para penjual kue tersebut. Biasanya  jika kita membeli terang bulan maka kita akan diberi terang bulan kecil seharga dua ribuan. Jika kita ingin kue yang dibuat spesial maka kita harus memesan. Harganya 5 ribu rupiah per-terang bulan. Tentu besar dan kualitasnya berbeda. Dengan memesan terang bulan spesial kita bisa order dengan kualitas lebih banyak kacang atau susu coklatnya. Ayo belanja kuliner di Cakranegara..

Berkah Bola Dangdut


Puluhan anak terlihat berebut untuk mendapatkan bola kecil warna-warni dari tangan panitia lomba. mereka tak mau ketinggalan untuk berbagi keceriaan pada lomba Bola Dangdut yang disaksikan sore 24 Janurai di Jalan senopati V Abiantubuh Baru. Lomba tersebut digelar oleh remaja Karang Bata Tegah dalam rangka perayaan maulid nabi besar Muhammad SAW. Panitia menyiapkan uang bagi tiap-tiap pemenang. beberapa orang anak tampak riang memasukkan uang hingga kantongnya penuh uang pecahan seribuan kertas dan logam.
saya ikut 3 lomba dan sudah dapat 17 ribu. kata Ali salah seorang peserta kepada Kampung Media. Ali dan beberapa temannya membuka baju agar tidak kegerahan. Sore itu panitia lomba memang mengadakan berbagai lomba secara sepontan.Lomba yang diadakan antara lain  Lari Marathon, bola dangdut, gigit uang, sendok kelereng dll.  Masyarakat memenuhi badan jalan, agar bisa menyaksikan lomba tersebut. Menurut Ahamad Raja, Lomba tersebut disuport oleh beberapa orang warga. Yang paling senang dan beruntung adalah anak-anak. selain mereka bisa bergembira bersama teman yang lain, anak-anak itu juga bisa membawa pulang sejumlah uang jika mereka beruntung menjadi pemenang lomba.

Rabu, 09 Januari 2013

Harapan dari Ujung Pulau


" Alhamdulilah meskipun madrasah kami jaraknya sangat jauh dari pusat kota, namun pemerintahan Baru peduli dengan keberadaan kami. Tahun ini sebanyak 55 siswa MI dan 34 siswa MTs di Madrsh kami mendapatkan beasiswa dari dana APBD. Tentu kami ingin dapat lebih banyak dari jumlah tersebut , karena kondisi orang tua siswa kami rata_rata miskin. Tapi kami sangat bersyukur dengna program BSM yang diluncurkan pemerintah sejak beberpa tahun lalu itu. Kami sangat terbantu" kata Lalu Mawardi QH. SS  S.Pd.I salah seorang pengurus Madrasah Nurul Mujahidin Selong Belanak Praya Barat.  Madrasah Nurul Mujahidin Selong belanak merupakan salah satu madrasah terbesar diwilayh tersebut. Letaknya yg tidak jauh dari pesisir pantai menjadikan madrasah ini ujung tombak pendidikan dan dakwah Islamiyah di kawasan pariwisata pantai selatan Lombok NTB. Lembaga ini mengelola TK MI MTs dan MA.  Kami berharapa program BSM ini bisa dilanjutkan, karena hasilnya sangat nyata kami rasakan" kata Lalu Mawardi menambahkan 

BSM. Lanjutkan pak !


Keberhasilan program ADONO (Angka Drop Out Nol) dengan beasiswa miskinya menuai apresiasi dari banyak kalangan. Tak hanya siswa dan wali siswa, para guru dan kepala sekolah pun menanggapi positif program ini. Jupri S.Pd.I, salah seorang guru di Madrasah Ibtidakyah  Yadinu I Masbagik sangat antusias dengan program pemerintah yang satu ini. Bagi guru kelas pada Madrasah yang berlokasi di jalan Masbagik Pancor ini, sekolah tempatnya mengajar memetik  banyak manfaat dari beasiswa miskin.
“ Anak-anak kami bisa membeli kebutuhan dasar mereka seperti sepatu, tas, celana dan baju seragam. Mereka datang kesekolah dengan pakian yang lebih bagus, tentu itu memacu semangat belajar para siswa” kata Jupri kepada Kampung Media.
MI Yadinu I termasuk madrasah tertua diwilayahnya. Madrasah yang dikepalai Ustads Kasman S.Pd.I ini telah beoprasi lebih dari setengah abad lamanya, tepatnya Madrasah ini berdiri sejak  tanggal 9 Oktober 1954. Tentu telah banyak prestasi dan dihasilkan. Beberapa prestasi penting yaitu Madrasah suasta ini berhasil lulus 100 % pada musim ujian nasional beberapa bulan kemarin. Beberpa prestasi membanggakan diantaranya, sekolah ini pernah meraih juara terbaik 1 Lomba Tilawatil Qur’an tingkat anak-anak saat MTQ ke XXI pada tingkat provinsi.  Juara 1 karate tingkat Provinsi tahun 2012. Selain menjadi juara di tingkat provinsi tentu melewati pula seleksi ketat  di tingkat daerah.
Jupri sangat senang bila kedepan program ini bisa dilanjutkan. Menurutnya siswa di MI Yadinu , 97 % berasal dari keluarga miskin.  Oleh sebab itu bantuan pemerintah dalam bentuk beasiswa menjadi salah satu penggerak proses belajar mengajar yang manfaatnya langsung bisa dirasakan para siswa dan orang tuanya. Menurut guru yang menyelesaikan kuliahnya di IAIN Mataram ini, sekolahnya menerima kucuran bantuan beasiswa miskin dari dana APBD pemprov NTB. 

Senyum Kecil Si Danil



Hidup seadanya tak membuat Danil putus harapan dan patah semangat untuk terus mengenyam pendidikan. Ia yang tinggal  di rumah kayu yang sudah tua dan sederhana,  terus giat belajar seperti anak-anak lain di sekolahnya. Sudah lama Danil tinggal serumah beserta  Kakek, Nenek & Bibi nya. Tiga tahun lamanya ia ditinggal sang ibu pergi merantau entah kemana.Sang kakek tempat ia menggantungkan harapan, hanya bekerja sebagai penjaga rumah yang penghasilannya tidak seberapa. Bibinya juga seorang pengasuh anak dengan penghasilan yang jauh dari cukup. Saat ini ia masih tercatat sebagai siswa di SDN I  Sandik Kecamatan  Batulayar, Lombok Barat. Berkat adanya proram Adono dengan Beasiswa miskinnya Danil bisa terus belajar dan bersekolah dengan nyaman.   “ kami sekeluarga merasa  sangat senang  diberi bantuan perlengkapan sekolah dan uang, saya tidak susah lagi   untuk membeli perlengkapan sekolah untuk Danil  ” kata Bibinya kepada Kampung Media. Pancaraan keceriaan tampak jelas dari wajah Sang Bibi,  saat menceritakan kesyukurannya mengetahui Danil mendapatkan Beasiswa.