Senin, 10 Desember 2012

Ahmad Toriq Madjid Juara Lomba Balita


 
Balita yang sehat adalah harapan setiap ibu. Mereka yang memiliki balita dengan bentuk gigi yang rapi, rambut, kuku, telinga serta anggota badan lain yang bersih tentu merasa lebih bahagia dibanding ibu yang memiliki anak tidak bersih dan sehat. Puskesmas Dasan Cermen Selasa pagi 10 Desember diramaikan para bayi dan ibunya. Mereka yang hadir adalah peserta Lomba balita sehat yang diadakan oleh Puskesmas Dasan Cermen. Sejak pukul 08.00, ruang garasi Puskesmas yang disulap menjadi tempat kegiatan Lomba tersebut terlihat ramai. Para ibu datang lebih awal. Panitia membagi meja dalam penilain menjadi 4 bagian. Meja pertama dijadikan tempat pendaftaran bagi para peserta yang akan dinilai. Dimeja pertama ini tampak,Dewi Iryanti, Ni Loh Suami dan Fitriah. Mereka tampak sibuk mencatat  identitas para peserta. Dimeja kedua ada pemeriksaan gigi bagi peserta. Di meja ke dua ini ada  dr. Illyin yang memeriksa kesehatan gigi peserta. Lalu pada meja terakhir ada dr Wawan  yang memeriksa anggota badan peserta.  Dalam lomba yang berlangsung meriah tersebut, Ahmad Toriq majid berhasil meraih juara pertama. Sang ibu Istiharah tak menyangka kalau anaknya  bakal meraih juara pertama. Torik tampak gembira saat kampung media mengambil gambarnya. Tanganya meraih-raih kamera yang sedang mengambil gambarnya (wan)

Mahasiswa Dual Mode System IAIN adakan KKP



AbiantubuhNews. 8 orang mahasiswa IAIN Mataram Dual Mode System Jurusan PGMI  melaksanakan Kuliah Kerja Partisipasipatif (KKP) di MI NW Karang Bata. Peserta tersebut adalah  Syaiful Kalam dari Kerandangan, Mustain dari Meninting, Suaebah Jamalullail dari Ampenan, Fatinah dari Ampenan, Halimah dari Karang Parwa, Misnawati dari Narmada, Zuhaeriah dari Getap dan Nurlaela dari Sekarbela.   Kegiatan KKP tersebut  mulai berlangsung sejak 3 Desember hingga 30 Januari 2013.  Halimah salah seorang Mahasiswi yang mengikuti KKP tersebut mengatakan bahwa mereka dibimbing dosen Yusuf dan Irfan. Menurut  Halimah yang sehari-harinya aktif mengajar di Madrasah Ibtidakyah itu, KKP nantinya akan diisi dengan bermacam kegiatan yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Selain itu mereka yang menjadi peserta KKP juga akan membantu kegiatan pendidikan di lingkungan Madrasah NW Karang Bata.
“ semua kegiatan dilakukan dengan menggali partisipasi masyarakat” kata Halimah kepada Kampung Media di sela-sela mengajarnya sabtu kemaren.

Sosialisasi KUR di Mataram



AbiantubuhNews. 20 orang pengusaha kecil di kota Mataram terlihat serius mendengarkan bimbingan Teknis soal pengajuan kredit perbangkan. Ceramah bimbinga teknis tersebut disampaikan ibu Santi salah seorang pegawai Bank NTB. Ibu yang sehari-hari mengurusi kredit dan kebijakan di Bank NTB Mataram menjelaskan bahwa Bank NTB siap mencairkan pinjaman kepada para pengusaha kecil.dalam kegiatan Bimbingan Teknis Kredit Usaha Rakyat ini, hadir pula dari dinas Koperindag Kota Mataram. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa KUR saat ini berujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat NTB dan mengentaskan kemiskinan. Husnan Salah seorang peserta mempertanyakan kanapa kenyataan di lapangan  jauh berbeda dengan kondisi saat pengusaha kecil mengajukan kredit di Bank. Hal tersebut terungkap karena dalam sosialisasi yang berlangsung satu hari itu terungkap bahwa kredit mikro bisa diakses siapa saja tanpa agunan. Dalam bintek yang berlangsung di Hotel orindo tersebut juga Bahriun memprotes berbelitnya  pelayanan bagi peminjam. Hajjah Imranah salah seorang mantan anggota dewan perwakilan rakyat Daerah Kota Mataram juga meminta agar pelayanan khusunya kepada pengusaha kecil tidak terlalu berat agar mereka bisa mengakses modal.
Ibu Santi menjelaskan bahwa memang pelayanan agak ketat, karena banyak sekali kejadian yang sebetulnya tak boleh dilakuka oleh calon debitur. Contohnya mereka membawa bukan istrinya saat penanda tanganan, atau membawa istri ke dua atau ke tiga padahal namanya tak tercantum di Kartu Keluarga. 
Kegiatan Bintek yang berlangsung sejak pukul 08.00 wita di hotel Orindo Mataram  ini, merupakan kegiatan yang diadakan oleh pendamping KUR Kota Mataram M. Nasir sebagai tindak lanjut program Salah satu Dirjen Kementerian Koperasi Pusat . Bintek ini dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) kepada para pengusaha kecil, guna meningkatkan kapasitas mereka baik secara permodalan maupun kualitas pengusahanya.    

Kamis, 29 November 2012

Tidak Lihat jangan Percaya

Pelisak baon batu, ndek ku gitak ndek kusadu "Begitu bunyi pepatah sasak, yang menunjukkan betapa pembuktian menjadi penting daripada sekedar bicara atau teori.
Biogas rumah atau yang kita kenal dengan program BIRU, sangat mendapat respon positif dari masyarakt yang sudah menggunakan biogas sebagai bahan bakar alternative untuk kebutuhan akan energy bahan bakar untuk memasak. Bahan bakar yang berasal dari kotoran sapi ini mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga baik untuk kompor atau lampu sehari-hari antara 4 (empat) sampai 8 jam sehari selama 20 tahun, tergantung dari bangunan reactor yang dibangun.
Salah satu pengguna biogas Inaq Gite 40 thn di desa Bonjeruk Lombok tengah mengatakan, sejak menggunakan biogas semuanya jadi mudah dan hemat, karena gasnya tidak habis-habis malah semakin sering dipakai semakin banyak gasnya. Dulu semua orang jijik melihat kotoran sapi, tapi sekarang semua berlomba-lomba untuk mengangkut kotoran sapi untuk kebutuhan sehari-hari. Lingkungan rumahnya jadi bersih, kandang jadi bersih, dapur juga jadi bersih, kemudahan lain yang dirasakan Inaq Gite jadi punya waktu lebih banyak untuk mengerjakan hal-hal yang lain, karena memasak sebentar saja sudah cepat matang dengan biogas dan tidak perlu repot mencari kayu bakar. Disamping itu, ampas biogas atau slury dapat dimanfaatkan untuk kebun dan tanaman disekitarnya sebagai pupuk organic.
Beberapa tetangganya yang dulu menolak untuk dipasangkan biogas sekarang malah ingin sekali memasang biogas, sepertinya budaya dan prinsip masyarakat Lombok yang mengatakan “Pelisak Baun Batu,,,,Mun ndek ku Gitak ndekku Sadu” masih kuat dan berlaku. Bagaimana dengan anda?(inde)

Jumat, 23 November 2012

Tradisi Mubur 10 Muharam Pengikat Persaudaraan


Abiantubuhnews.(24/11/12). Banyak sekali tradisi positif peninggalan leluhur yang masih bertahan dan dilaksanakan oleh komunitas masyarakat. Tradisi tersebut memiliki nilai sakral, menyimpan makna yang dalam bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.  Di salah satu sudut kota Mataram, tepatnya di lingkungan Karang Bata-Abiantubuh Baru  sebuah tradisi lama masih bisa bertahan. Tradisi lama  Islam Sasak  tersebut adalah mubur.  Tradisi yang bisa mempererat persatuan dan kesatuan warga ini, telah berlangsung cukup lama, sejak kampung tersebut mulai ditinggali warga .  Seminggu sebelumnya, melalui corong masjid ba’da  shalat jum’at, saat seluruh warga  pria datang menunaikan shalat wajib setiap minggu itu, permakluman pun dikumandangkan.
“  kepada seluruh warga, kami permaklumkan. Minggu depan kita akan melaksanakan tradisi warisan leluhur yaitu mubur. Oleh sebab itu kepada semua warga  diharapka ikut berpatisipasi . beberapa hari kedepan kita mengumpulkan dana untuk kegiatan tersebut” kata  imam shalat yang waktu itu adalah TGH Aminullah. Selanjutnya menjelang perayaan radisi tersebut beberapa petugas  disebar berkeliling kampung untuk mengumpulkan angaran dengan menggali partisipasi warga. Setelah dana terkumpul, beberapa orang tokoh masyarakat merencanakan apa saja yang harus disiapkan dalam rangka mensukseskan perayaan tersebut.
Tiba pada saat hari H mubur tersebut. Warga  mulai sibuk sejak pagi hari. Ragi dari sajian utama perayan tersebut mulai di siapakan. Sajian utamanya adalah bubur. Bubur yang dibuat merupakan bubur istimewa. Bubur ini menjadi sangat istimewa karena didalamnya terdapat bermacam-macam rempah dan tumbuhan berkhasiat obat.  Bubur mulai dibuat sejak pagi dan disajikan sore atau malam hari.
Tradisi mubur  tahun ini dilaksanakan usai shalat isya di masjid Subulassalam karang bata.  Mubur sebagai tradisi tahunan menjadi ajang silaturrahmi warga. Selepas isya, Jumat 23 November 2012,  warga mulai berbondong-bondong untuk  menhadiri  perayaan tersebut. Masjid Subulussalam  menjadi ramai tak seperti hari-hari biasa. Sebuah spanduk  dibuat dengan menggunakan layar LCD projector terpampang  di atas mimbar bertuliskan “ ACARA  MUBUR  10 MUHARRAM “. Musik religi menyambut kedatangan para warga bergema ke penjuru kampung. Meriah.
Rentetan acara yang dimulai dengan pembukaa dan dilajutkan dengan ceramah tersebut dihadiri juga oleh Lurah Abiantubuh Baru, Camat Sandubaya, serta bapak walikota Mataram. Dalam sambutannya walikota Mataram  mengatakan bahwa tradisi leluhur semacam ini memang penting dirawat dan dilestarikan.
 “ pada sepuluh Muharram ini, mari kita tingkatkan ukuwah Islamiyah kita, semangat hijrah Rasulullah kita teladani kembali. Yang kurang kita tingkatkan, yang bengkok kita luruskan yang renggang mari kita rapatkan kembali. Semua itu harus dilandasi dengan iman dan taqwa. “ kata walikota yang biasa dipanggil ustdz tersebut
 TGH Aminullah dalam kesepatan tersebut memberikan ceramah singkat yang intinya mengharapkan hal yang sama. persaudaran yang terjalin harus kemabli dieratkan agar bisa meraih kemajuan. 

Selasa, 20 November 2012

Pengusaha Abon keluhkan harga daging




Pagi Rabu (20/11/12) terasa  hangat, saat  Tedy  menerima kampong media di rumah sekaligus kantor perusahaan peninggalan kakeknya Hendre. Perusahan yang memproduksi  Abon dan dendeng sapi  tersebut adalah “ Bintang Mas” . Perusahaan   ini berlokasi di jalan Sekardiu Cakranegara Kota Mataram Nusa Tenggara Barat.  Produk perusahan ini telah lama mendapatkan label halal dan tersebar sepulau Lombok, Sumbawa dan Bali. Kepada Kampung Media, Tedy menyampaikan keluhan terkait lonjakan harga serta kelangkan daging sapi di pasar lokal . Menurut Tedy yang sehari-harinya kuliah di Universitas Mataram ini, lonjakan harga saat ini berlangsung sejak bulan ramadhan.
“ Dulu dalam satu hari kami bisa mebeli 200 kg daging, sekarang paling banter 70 kg. kata Tedy kepada  Kampung Media. 
"Kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah yang meluncurkan program bumi sejuta sapi. dengan adanya program ini kami sangat berharap pemerintah bisa menekan harga sapi paling tidak ditingkat lokal, dengan begitu produksi kita bisa meningkat.Terus terang kita tidak bisa bersaing dengan pasar luar karena harga kita kurang bersaing. Orang bisa menjual produknya lebih murah sementara kita tidak bisa karena harga bahan baku yang mahal, ujar Tedy menambahkan
Saat ditanya soal  keinginan pemerintah DKI agar NTB mengirim daging sapi ke Jakarta guna memenuhi kebutuhan daging yang sedang limit, Tedy justru berpendapat lain. Ia menyarankan agar pemerintah sebaiknya jangan mengirim dulu, karena di NTB saja daging masih kurang.
Sebelum berpamitan , kampong media diajak berkeliling ke dalam gudang tempat abon dan dendeng diproduksi.