“ Yaok .. mbe bantuan ne ? wah karem
makakn dek inik arak bantuan “ ( mana
bantuannya ini, kami sudah karam kok belum dapat bantuan ? ) kata seorang warga saat team Tagana
menyambangi lokasi yang tergenang. Team Tagana Kota Mataram yang dikomandoi
Husnan memang telah berjaga-jaga sejak banjir mulai menunjukkan tanda. Sekitar
pukul 10.00 wita, Team BPBD Kota Mataram datang dengan membawa bantuan.
Sejumlah bantuan diturukan disekitar lingkungan Gedur Baru. Sisanya diturunkan
di posko Tagana Karang Bata selatan. Sampai larut malam. Hingga saat keesokan
harinya, dinas Sosial Kota Mataram memang belum turun dan memberikan
bantuan.
Jumat, 18 Mei 2012
Banjir menerjang Tagana Siaga
Kamis, 17 Mei 2012
Shalat Jumat Bersama SBY
| photo ilistrasi dari google.com |
MTS.NW KARANG BATA SIAP TERIMA SISWA
Berdiri sejak tahun 1983, MTs NW Karang Bata telah melahirkan banyak orang sukses. Alumninya kini telah tersebar dan berprofesi macam macam. Kesuksesan para almuni madrasah Tsanawiyah ini, menepis anggapan bahwa tamatan Tsanawiyah itu tidak bisa jadi apa-apa.
" Banyak orang sukses lahir dari kondisi prihatin, kata salah seorang alumni yang kini sudah menjadi PNS. perjalanan panjang Madrasah ini, membuat pengelolanya mengengerti bagaimana menyikapi tantangan yang ada. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji kelayakan atau akreditasi dari BAN yang memberikan katagori terakreditasi B kepada madrasah ini. Meski hasil Ujian Nasional untuk tingkat SD / MI belum ada pengumuman, madrasah yang guru-gurunya rata-rata S1 ini telah siap menerima siswa baru. Untuk tahun ini madrasah menargetkan untuk menerima dua kelas untuk kelas 7. Dra. Hj. Rahimah Kepala MTs. NW Karanag Bata menjelaskan " kami siap menerima dua kelas siswa baru tahun ini, silahkan pengumuman penerimaan ini diumumkan melalui media yang ada, baik dimasjid maupun dengan cara menempel brosur ini di tempat yang strategis" katanya, saat KM menemuinya di MTS. NW Karang Bata beberpa waktu yang lalu.
Rabu, 16 Mei 2012
Warga KM Ramaikan Sabtu Sastra
Sabtu Sastra yang digelar 12 Mei yang baru lalu berlangsung
cukup meriah. Cuaca gerimis yang mengguyur kota Mataram tidak menghalangi para
pecinta sastra untuk hadir dan menyaksikan dan membacakan karya-karyanya. Hadir
dalam gelaran yang diadakan setiap sabtu itu , para penyair-penyair lokal
seperti Moh. Zaini, Kiky Sulistiyo dll. Sabtu Sastra kali ini bertemakan buruh
Migran, hingga banyak dari karya para penyair yang dibacakan bertema buruh.
Secara kebetulan, sabtu sastra kali ini berkenaan dengan isu tertembaknya buruh
mugran asal Lombok Timur di Malaysia. Warga KM Abiantubuh Baru yang
berkesempatan hadir juga membacakan puisi berjudul “Amaq Raisah”. Puisi ini
bercerita tentang seorang amaq atau
ayah yang kehilangan anak cucunya, ia ditinggal merantu ke luar negeri.
Sementara nasibnya tak bias berubah. Acara sabtu sastra juga bertambah seru
saat puisi-puisi dibacakan oleh peserta. Mereka yang telah mahir membacakan
puisi seperti Muhammd Zaini, membuat susasana hening terpukau. Sabtu sastra
dihadiri oleh para peminat dari berbagai macam profesi. Mereka berkatifitas
sebagai wartawa, guru, mahasiswa, dan bisnisman. Ruang pameran Taman budaya disulap
menjadi panggung sastra. Keajaiban Sedekah
Pada sebuah
sore yang mendung, dua orang teman dari Praya Lombok Tengah datang bertamu ke
Abiantubuh, di markas Kampung Media. Dua orang tamu tersebut adalah tokoh muda
penting yang banyak berkiprah dalam mendampingi ummat. Yang satunya adalah dosen
di Universitas Nahdlatul Wathan, dan satunya lagi Tuan Guru, pemimpin pondok
pesantren. Keduanya memiliki postur tubuh ideal, atau bisa dibilang atletis,
karena disela-sela aktifitasnya mereka berdua adalah “penggila” olah raga
Futsal. Sebagai sahabat, mereka memang sering bertamu seperti juga saya yang
sering datang ke Pondok Pesantren yang diasuh oleh sang Tuan guru. Pertemuan-pertemuan
dengan mereka selalu menjadi hangat, karena cerita yang dibawa atau saya
ceritakan adalah hal-hal baru. Hari itu sang dosen keluar meninggalkan sang
Tuan guru di Markas Kampung Media Abiantubuh untuk member kuliah di kampusnya.
Akhirnya kami hanya berbagi cerita dengan Tuan guru. Oh ya, Tuan guru itu
bernama Tuan Guru Haji Fakhruddin Lc. Dan
Pondok yang diasuhnya bernama Pondok Pesantren Subulussalam – Gerunung Lombok
Tengah. Yayasannya bernama Yayasan Pendidikan Islam Subulussalam, disingkat
YAPISBA. Kedatangan TGH. Fakhruddin kali ini, membawa sebuah cerita tentang
betapa keajaiban sedekah itu adalah hal yang nyata.
“ Hari hampir magrib magrib, saat
tiba-tiba sebuah motor berhenti dan memutar arah, memasuki pondok pesantren. Waktu
itu saya sedang duduk-duduk di beruga’ sambil
memandangi anak-anak santri yang sedang beraktifitas” Kata TGH Fakhruddin mengawali ceritanya.
“ Sampai di halaman ponpes, tamu
asing tersebut mematikan motor lalu mengucap salam, dan saya mempersilahkan agar
ia duduk. Dari pengakuannya, tamu tersebut adalah seorang muallaf sebut saja
namanya Komang, yang sedang mengalami masa ekonomi” TG Fakhruddin melanjutkan
cerita.
Menurut TGH. Fakruddin, Pak Komang menceritakan perjalanan dirinya
menjadi muallaf. Dari seorang yang berpangkat dan kaya, ia tinggalkan semua
yang dimilikinya. Hijrah ke Lombok mencari sisi hidup lain dari sebelumnya. Banyak
hal pahit yang beliau temui saat mempertahankan keinginannya untuk pindah
agama. Di ujung cerita, ia mohon untuk dibantu. Akhirnya Tuan Guru Fakhruddin memutuskan untuk
membantu, dengan mengajak muallaf tersebut ke ATM. Uang Rp. 1.500.000.
berpindah tangan, sang muallaf tersenyum kesulitannya teratasi. Dan mereka pun
berpisah. Tidak lama berselang berselang setelah kejadian itu, datanglah kejadian
ajaib. Seseorang member I uang yang jumlahnya dua kali lipat dari jumlah uang yang
dihibahkan kepada sang muallaf. Tiga juta rupiah jumlahnya.
“Saya merinding, betapa sedekah itu
memang ajaib “ Kata Tuan Guru menutup ceritanya. Kisah ini insfiratif bagi
saya.
Selasa, 15 Mei 2012
Karang Bate Grinder, kedatangan tamu dari Jakarta
Ganyang TBC, KM Abiantubuh terlibat
Data Jumlah penderita TBC Karang Bata tersebut terungkap dalam diskusi Kader pos yandu dengan pihak dinas kesehatan yang difasilitasi PuskesmaS DASAN CERMEN. Motivator kampung media yang hadir dalam kesempatan itu, menyatakan kesiapannya untuk turut bergerak "mengganyang" TBC yang kian menyebar. Banyak pertanyaan seputar penyakit menular ini, yang kemudian dijelaskan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Mataram.
Senin, 14 Mei 2012
Cerita Sukses dari Kalimantan
Para transmigran asal
Abiantubuh Karang Bata, berangkat ke Kaltim sekitar tahun 1989. Melewati
perjuangan berat dan kerja keras nan tak pernah menyerah, kini para transmigran
bisa hidup lebih enak dibanding dulu di kampung halamannya. Awalnya, bersama
puluhan keluarga lain, Amaq Hus dan Tuaq
Isnaen berangkat dengan cita-cita mengubah nasib. Mereka membawa serta semua
keluarga, hingga kampung halaman yang ditinggal waktu itu penduduknya berkurang
drastis. Rasa haru tak bisa dihindari, saat seisi kampung mengiringi
keberangkatan begitu banyak keluarga mereka secara bersamaan meninggalkan
kampung halaman. Dari asrama Trasito di Majeluk, mereka diberangkatkan melalui
pelabuhan Lembar menuju Kalimantan Selatan.
Waktu demi waktu berputar sejak
hijrahnya puluhan keluarga Abiantubuh, tidak terasa mereka telah berada di
rantauan puluhan tahun. Banyak cerita sukses dari mereka yang berjuang keras
melawan ganasnya alam. Jika di kampung halaman mereka tak memiliki sejengkal
tanah tempat bercocok tanam, di rantuan tanah itu bisa dimilikinya. Anak-anak
yang dulu tak bisa bersekolah tinggi, dirantuan mereka bisa menikmati
pendidikan yang lebih layak hingga perguuan tingi.
Awalnya komunikasi antar keluarga
dilakukan lewat surat
menyurat. Seiring waktu, komunikasi telah dilakukan lewat hp. Mereka yang
berada di lokasi terpencil telah bisa menikmati komunikasi dengan dengan mudah.
Bagaimanapun sukses di rantauan,
para transmigran ternyata tak bisa melupakan tanah kelahiran. Kerinduan untuk
menginjak kembali tanah kelahiran dan menikmati kebersamaan dengan para sanak
family, membuat para transmigran rela menyisihkan uang untuk biaya perjalanan
pulang kembali, menjenguk sanak saudara di Lombok .
Amaq Hus dan keluarga misalnya, tokoh masyarakat ini ikut pulang bersama
keluarga untuk menikmati puasa Rhamadhan di kampung halaman leluhurnya.
“Kami tidak langsung pulang
setelah menjenguk kampung, tapi nanti setelah lebaran”. Kata Amaq Hus saat
bercengkrama di Pos Ronda Jalan Senopati.
Amaq Hus pulang menjenguk kampung bersama Isnan dan istrinya sera Husnul
Huda. Saking lama tdak pernah bertemu, banyak kawan kecil yang tidak
dikenalnya. Postur tubuh yang telah berubah membuat mereka sulit untuk saling
mengenal jika bertemu. “ Saya merasa asing karena tidak banyak anak muda yang
saya kenal, apalagi sudah banyak anak-anak yang lahir setelah kami berangkat
dan kini mereka sudah menjadi dewasa. Katanya.
Jumat, 11 Mei 2012
Bahaya lidah jadi materi khutbah
![]() |
| gambar ilistrasi |
Jumat Mei pukul 12.30, adzan bergema dari Masjid Subulassalam Abiantubuh. Dalam daftar petugas Jumat tertera nama H. Abdullatif, SAg sebagai Khatib hari itu. berduyun-duyun para penduduk utamanya para lelaki mendatangi masjid guna menunaikan shalat jumat. suasan khusyu menyelimuti saat sang Khatib membacakan khutbah jumat. Kali ini materi khutbahnya adalah fungsi lidah. dalam kesempatan itu khutbah menguspas secara panjang lebar tentang manfaat dan bahaya lidah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
" banyak dari manusia yang menjadi mulia karena ia sangat pandai menjaga dan memanfaatkan lidahnya, sebaliknya banyak pula yang menjadi hina dina karena salah menggunakan lidahnya. Kejadian tidak menentu akhir-akhir ini, adalah akibat ulah sebagian orang yang tidak berfikir kemudian mengeluarkan kata-kata fitnah dan meneror orang lain dengan lidahnya" begitu sebagian petikan khutbah yang dibumbui dengan ayat dan hadis yang menjelaskan tentang lidah.
khutbah kali ini terasa relevan dengan kondisi saat ini, dimana banyak kejadian rusuh dan anarkhisme yang mengancam stabilitas ditengah masyarakat sebagi akibat dari provokasi dan agitasi lida-lidah yang tak bertanggungjawab.
Kamis, 10 Mei 2012
KM Abiantubuh Baru, Salurkan Bantuan Donatur
Setelah
sukses menggelar Bakti Sosial bersama kompnen Yayasan dan KM Abiantubuh Baru,
kini KM Abiantubuh Baru kembali mengadakan kegiatan santunan kepada Yatim
Piatu. Santunan diadakan pada Kamis malam ba’da Maghrib di Karang Bata
selatan. Agenda ini dimulai dengan pembacaan Yasinan yang dipimpin oleh Suratan
Taqdir, tenaga IT KM Abiantubuhbaru . Acara Yasinan berlansung sangat khusyu’.
Para Yatim piatu yang usianya masih kecil tidak ketinggaln dalam acara
tersebut. Usai Yasinan dan pembacaan doa, para yatim dibagikan anvelop berisi
sumbangan dari donatur. Dalam kesempatan tersebut, motivator KM Abiantubuh Baru
meminta doa kepada para yatim agar mereka yang menitipkan sumbangan dibacakan
doa selamat.
“ Mari kita sama-sama membacakan
suratul Fatihah, semoga mereka yang menyumbangkan sebagan dari rizkinya pada
malam ini, dilimpahkan karunia serta dikabulkan cita-citanya, ujar ibu Fitri
pada Malam itu. Sementara, Lukman dan Suratan Taqdir anggota Kampung Media
Abiantubuh Baru yang ikut hadir pada acara tersebut, tampak bercanda akrab
dengan para Yatim piatu.
Santunan Yatim Piatu yang digelar
kali ini, bukanlah yang pertama kalinya. Acara sejenis sering dilakukan oleh
Yayasan Rinjani Sakti, sebagai upaya menyalurkan bantuan para donatur yang
memiliki kelebihan rizki. Acara santunan yang rutin dilakukan adalah pada saat
memasuki bulan puasa atau saat dimulainya tahun ajaran baru, di mana mereka
para klayan Yatim piatu membutuhkan buku pelajaran, buku tulis, serta seragam
sekolah.
Senin, 07 Mei 2012
Motivaor Kampung Media, Bantu penanganan Gizi Buruk

Gizi buruk menjadi persoalan yang
terus menjadi perhatian. Media Minggu, 06 Mei 2012
Makam Van Ham, Banyak dikunjungi orang Belanda
Wisata Sehabis UN
Guna melepas penat selama berbulan-bulan, berjuang siang dan
malam mempersiapkan ujian Nasional, siswa dan beberapa orang guru di MTs. NW
Karang Bata pergi berwisata. Tujuannya adalah kawasan Mandalika di Lombok
Tengah bagian selatan. Mereka menggunakan Bis milik angkasa pura untuk mencapai
lokasi, dalam perjalanan menuju tempat wisata, mereka menyempatkan diri
mengunjungi bandara Internasional Lombok. Para siswa dan guru tampak begitu
penat, setelah melewati perjalanan yang cukup jauh antara mMataram dan pantai
Kuta. Namun kelelahan terbayar melihat keindahan pantai yang amat memikat. Satu
persatu siswa mulai berenang dan menikmati keindahan pantai. Diatas pasir putih yang indah, panorama
memikat dan udara yang bersih, waktu terasa berjalan begitu cepat.
Acara wisata itu merupakan acara perpisahan para siswa antara
guru dan siswa serta antara siswa yang satu dengan lainnya. Para siswa terlihat
asyik bermain pasir dan mencari benda-benda laut. Mereka berada dilokasi wisata
hingga sore hari.
Kampung Media Abiantubuh Baru Motori Pengobatan Gratis Lansia

Minggu 6 Mei 2012, menjadi hari
yang menggebirakan bagi para Lansia dan Yatim piatu. Mereka bakal di berikan
santunan dan pengobatan gratis yang diadakan oleh Kampung Media dan Yayasan
Rinjani Sakti. Acara Bakti social berlangsung sangat meriah.
Pelayanan kesehatan gratis bagi Lansia ini dirangkai dengan pemberian santunan kepada puluhan yatim piatu dilingkungan karang bata selatan, tengah dan utara. Acara dimulai jam 09 00, dihadiri oleh Kaling Karang Bata selatan, Sujai, Petugas Puskesmas Dasan Cermen dan TKSK, Kota Mataram. Fitriah ( Motivator Kampung Media ) mengatakan, jika ada dana kami ingin agar kegiatan ini diteruskan tidak hanya sekali, namun dibuat menjadi program bulanan. Dalam kesempatan itu, dari 30 lansia yang diundang, yang hadirnya justru 2 kali lipat, hal ini menyebabkan petugas kewalahan. Acara yang dipersiapkan sejak jauh hari ini terbilang sukses. Dalam kesempatan tersebut, hadir memeriahkan acara, Anak-anak dari sanggar Seni “Air Jernih” yang menampilkan lagu-lagu berirama Qasidah dan Nasyid yang sedang popular. Menurut Pembina Sanggar Ahmad Roja’I, penampilan anak-anak sanggranya kali ini adalah penampilan perdana
Jambret Masuk Kampung
| gambar ilustrasi |
Mahasiswa Poltekes Bebagi pengetahuan.
Pagi Sabtu 5 Mei 2012, Kantor lurah Abiantubuh Baru didatangi puluhan ibu
hamil dan menyusui. Mereka menghadiri undangan para Mahasiswa Poltekes yag
ingin membagi pengetahuan soal menyusui yang benar, manaat ASI, dan cara
merawat payudara. Acara yang sangat penting bagi para ibu hamil ini diinisiasi
oleh Husniah, Neny, Nisa, Mahasiswa Poltekes Jurusan Gizi yang sedang
mengadakan penelitian soal tingkat pengetahuan para ibu hamil soal cara
menyusui dan lain-lain. Para ibu yang hadir
berbagai lingkungan di kelurahan Abiantubuh baru tampak antusias menyimak
informasi yang disampaika oleh Pak Mulyadi konselor yang bertugas di Puskesmas
Karang Tapen.
Kegiatan-kegiatan
yang bermuara pada peningkatan pengetahuan masyarakat terahap kesehatan, memang
sangat dibutuhka oleh masyarakat. Apalagi mereka yang latar belakang
pendidikannya hanya sampai sekolah dasar. Banyak dari para ibu hanya siap
secara fisik untuk menikah dan melahirkan anak, namun secara intelektual dan
fsikologi mereka belum siap, kata ibu Fit mantan Kader Pos yandu Melati. Husniah, Neny dan Nisa, terlihat serius
memfasilitasi kegiata yang mereka gagas. Tiga Wanita Cantik dan murah senyum
ini tidak hanya melayani para ibu hamil di tempat penyuluhan, namun mereka juga
mengantarkan beberapa ibu pulang sampai ke rumahnya.
Rabu, 02 Mei 2012
Penyegaran Kepengurusan Tagana Kota Mataram
Sejak awal di bentuk, taruna siaga bencana ( TAGANA) Kota Mataram telah banyak mengambil peran terhadap penanggulangan bencana. tidak hanya membantu melakukan evakuasi di wilayah Mataram, namun anggota Tagana yang di koordinir oleh Husnan dari Abiantubuh baru ini, juga membantu sampai ke luar wilayahnya. Ridwan misalnya, Tagana yang tinggal di utara eks Bandara Selaparang ini, pernah juga ikut membantu saat ada kejadian bencana gunung berapi di Yogjakarta. Tanggal 1 Mei 2012 kemaren, bertempat di kantor sosial kota Matara
Kampung Media Abiantubuh Baru Melancong Ke Istana
Setelah cukup lama berandai-andai untuk bisa melancong ke Istana Negara awal April 2012, akhirnya kesampaian juga. Istana yang amat bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesai itu ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Jika selama ini Istana yang dulunya adalah rumah orang Belanda hanya dilihat lewat televisi, atau dari luar ketika kebetulan lewat depan istana saat ke Jakarta, maka saat itu saya bisa melihatnya lebih dekat. Kebetulan malamnya bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono berkenan mengadakan jamuan makan malam dengan tamu negara. Dengan begitu kami yang berkunjung bisa melihat bagaimana istana dipersiapkan untuk menerima dan menjamu tamu negara. Pada saat kami masuk, ternyata telah menunggu juga beberapa mobil wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan hangat kami disambut oleh para petugas berpostur tegap dan berambut pendek. Semuanya harus melewati metal detecor, artinya Istana negara yang kita banggakan itu dijaga dengan amat ketat. Sebagai kenang-kenangan bahwa kami pernah ke tempat bersejarah tersebut, kami berpose layaknya kabinet menteri yang baru dilantik. Di sana ada tukang potret khusus istana, ketika masuk kami semua tidak diperbolehkan membawa kamera dan sebangsanya. Kalaupun kami membawa hp,hp tak boleh diaktifkan. Selepas bernarsis ria, kami pun langsung memasuki istana. Sejak awal para petugas memperingatkan agar kami tidak menyentuh barang-barang yang ada di istana. Terdapat banyak lukisan yang terpajang di istana. Salah satu lukisan yang membuat saya mendekat adalah lukisan yang mirip seperti danau "Segare Anak".
Selasa, 01 Mei 2012
Jalan Sehat, di Ultah kampung
“ Genap Sebelas tahun usia Lingkungan Karang Bata Tengah. Meski menjadi
kampung yang masih muda kampung Karang Bata Tengah telah cukup dikenal dengan
digelarnya beberpa even berskala kecamatan bahkan sekota Mataram. Saya sebagai
camat, pernah juga hadir sebagai tamu undangan dalam sebuah even olahraga di
lingkungan ini, kata camat Sandubaya dalam sabutan tunggalnya pada pelepasan
peserta Jalan Sehat menyambut Hari Ulang Tahun Karang Bata Tengah ke XI tanggal
pada Minggu 29 April yang baru lalu. Acara jalan santai itu cukup meriah. Acara
yang diadakan hampir setiap tahun ini, diikuti oleh ratusan peserta dari
kelurahan Abiantubuh Baru dan sekitarnya. Jalan Sehat kali ini, mengambil rute
memutar. Star di jalan Senopati V, bergerak menuju jalan Senopati IV di Karang
Bata tengah, keluar dan berbelok kiri ke jalan IG Jenantik Gosa di Gebang. Sampai
si simpang empat Gebang belok kiri ke arah Rumah Sakit Umum Daerah HM Ruslan
Kota Mataram. Dari peseimpangan Gebang bergerak ke arah selatan menuju simpang
empat Pagutan. Dari Pagutan menuju Kebon Kilang di kelurahan Cermen lalu belok
kiri melewati jembatan di Kali Unus masuk lingkungan Karang Parwa. Dari
Jalan Harapan Karang Parwa menuju lokasi Star di jalan Senopati V Karang Bata
Tengah.
Cara jalan santai awalnya akan
dilepas oleh Bapak Walikota Mataram Ustadz H. Ahyar Abduh. Namun beberapa menit
sebelum acara dibuka, Walikota yang terpilih tahun lalu itu memberi kabar bahwa
beliau tak bisa hadir karena ada hal lain yang harus diselesaikan. Meski tak dihadiri oleh Walikota Mataram,
acara Jalan sehat ini berlangsung sangat meriah. Ratusan orang memadati jalan
Senopati V, pagi itu. Untuk menghidari kejadian yang tidak diinginkan, Polisi
dan TNI pun diterjunkan untuk memantau situasi. Jalan Santai berlangsung
aman dan tertib . Peserta jalan santai yang diikuti oleh semua umur itu
mengikuti acara jalan santai dengan tertib, mulai dari saat star hingga finish.
Saat pembagian hadiah menjadi
agenda yang paling ditunggu oleh peserta. Satu persatu hadiah dibagikan kepada
mereka yang namanya. Hadiah utama berupa
satu buah kulkas diraih Efol Sahri BG Karang Bata Selatan. Hadiah kedua
berupa Televisi Flat berwarna diraih Inaq
Mus Karang Bata Tengah. Hadiah ke III
sebuah sepeda di Raih Ela dari KelurahanBabakan. Selain hadiah utama, panitia
yang terdiri dari M. Lutfi, H Usuhuluddin, HM. Syukri, Zakarial Anshori, Nasruddin
dan Jauhari Khalid itu juga membagi puluhan doorprize. Beberapa peserta yang
mampu menjawab pertanyaan seputar sejarah Karang Bata tengah dan Kelurahan
Abiantubuh Baru mendapatkan hadiah-hadiah menarik hari itu. Para
penerima hadiah seperti inaq Mus, yang berjalan santai bersama balitanya dengan
membawa kereta dorong bayinya tampak riang membawa hadianya. Selain itu tentu
banyak yang pulang dengan kecewa karena tidak membawa hadiah meskipun telah
membeli kupon sampai sepuluh lembar. Tidak mendapat hadiah bkan berarti rugi,
arena acara itu digelar dalam rangka menyambung silaturrahm dan menyehatkan
badan.
Bangkitnya Generasi Emas Indonesia Tema Hardiknas 2012
Pagi cerah
tanggal 2 Mei 2012. Segerombol kupu-kupu beterbangan di atas taman bunga di sekitar
Madrasah NW Karang Bata. Para Siswa dan tengah bersiap mengikuti upacara
peringatan hari Pendidikan nasional. Sekitar
07.00, upacara tersebut dimulai. Dengan tertib, upacara yang diikuti oleh para
siswa MI NW Karang Bata, MTs. NW Karang Bata, Dewan guru dan komite madrasah.
Dra. Hj. Rahimah bertindak selaku Pembina Upacara saat itu menyampaikan tema peringatan : Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Dalam amanatnya Dra. Hj. Rahimah menekankan
agar para siswa dan elemen madrasah untuk berdisiplin dalam segala hal. Pidato
kali ini Pembina upacara membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Muhammad Nuh.
“ Untuk mempersiapakan generasi yang sistematis, yang
memungkinkan terjadinya mobilitas vertical secara massif. Untuk itu mulai tahun 2011
telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan
kualitas pendidikan dasar, penyiapan
pendidikan menengah universal ( PMU ) yang insyaallah akan dimulai tahun 2013” demikian salah satu kutipan pidato kepala
yang disimak secara serius oleh peserta upacara.
Tanggal 2 Mei memang menjadi
momentum yang tepat, untuk kembali merenungkan posisi, tantangan dan harapan
yang dihadapi generasi muda saat ini, begitu kata Ahmad Roja’i guru MI NW Karang
Bata saat di temui Kampung Media.
Langganan:
Postingan (Atom)







