Jumat, 18 Mei 2012

Banjir menerjang Tagana Siaga




Hujan deras hari jumat 18 Mei 2012, cukup membuat repot warga Abiantubuh Baru, terutama mereka yang tinggal di daerah aliran sungai unus. Dari catatan team TAGANA Kota Mataram sekitar 150 rumah tergenang. Di wilayah selatan, disekitar persawahan dan pemukiman baru banjir menggenangi hamper semua rumah. Madrasah Tsanawiyah dan Marasah ibtidakiyah Nahdlatul Wathan yang posisinya rendah, juga tergenang dan memang menjadi langanan banjir.  Di wilayah utara, sekitar belakang gereja Gedur Baru, pemukiman diterjang banjir sejak sore hari. Hingga malam tiba, banjir masih membandel. Di beberapa tempat masih terjadi banyak genangan. Acara penguburan papuk Idah di pemakaman muslim Karang Bata selatan sempat terganggu banjir . Jamaah pengantar jenazah yang menyimak penyampaian kata-kata ta’ziah di gedung Madrasah NW Karang Bata.
“ Yaok .. mbe bantuan ne ? wah karem makakn dek inik arak bantuan “ ( mana bantuannya ini, kami sudah karam kok belum dapat bantuan ?  ) kata seorang warga saat team Tagana menyambangi lokasi yang tergenang. Team Tagana Kota Mataram yang dikomandoi Husnan memang telah berjaga-jaga sejak banjir mulai menunjukkan tanda. Sekitar pukul 10.00 wita, Team BPBD Kota Mataram datang dengan membawa bantuan. Sejumlah bantuan diturukan disekitar lingkungan Gedur Baru. Sisanya diturunkan di posko Tagana Karang Bata selatan. Sampai larut malam. Hingga saat keesokan harinya, dinas Sosial Kota Mataram memang belum turun dan memberikan bantuan.  

Kamis, 17 Mei 2012

Shalat Jumat Bersama SBY

photo dari google
photo ilistrasi dari google.com
Siang pukul 12.00 Wita, langit Mataram menghitam. Pertanda sebentar lagi akan turun hujan. KM Abiantubuh Baru sengaja menyempatkan diri untuk ikut shalat jumat di Masjid Raya At-Taqwa Mataram. Shalat jum'at kali ini akan menjadi istimewa karena dihadiri oleh SBY, presiden RI. Sebelum adzan dimulai, masjid utama yang terletak di samping lokasi pembangunan Islamic Center itu, sudah ramai oleh ummat muslim yang akan menunaikan shalat jum'at. Suasana kian mendung, pintu gerbang masjid tidak seperti biasa. Jamaah yang akan ikut shalat jum'at di periksa seperti layaknya orang mau naik pesawat. semua benda-benda logam dikeluarkan, terutama yang kebetulan membawa korek api. yang membawa korek api diminta untuk menitipkannya. Hujan turun. SBY beserta rombongan kepresidenan tiba di Masjid. Sesuai urutan cara jum'at, beruntun mulai adzan hingga khutbah dilaksanakan, masjid raya terasa sejuk dan khusyuk. Khatib menekankan persatuan dan kesatuan ummat dalam khutbahnya. persatuan akan memudahkan segala macam pekerjaan. Indonesia yang teriri dari multi agama, multi ras, multi suku, hanya kan bisa maju jika manusianya bersatu. " begitu pesan sang khatib. Shalat jum'at dicederai sedikit insiden. seseorang  tiba-tiba berteriak dideretan belakang. Dengan cekatan pasukan pengaman presiden menggotong lelaki tua tersebut ke belakang. Saat shalat jumat dilaksanakn, ia pun diberikan kesempatan untuk mengikutinya. Sesaat selepas imam mengucap salam, orang-orang berdesakan di pintu tempat SBY akan keluar.  Para jama'ah yang ingin bertemu dan bersalaman dengan presiden, berdesakan. Para pengaman saat itu dengan tegas melarang. Namun SBY memberi kesempatan kepada jamaah yang berada paling depan dikerumunan untuk menyalaminya. Terlihat sepucuk anpelov surat disodorkan kepada SBY dan SBY meneerimanya dengan senyum. setelah agak lama memberi kesempatan warga bersalaman akhirnya SBY berlalu sambil mengucap salam dan melambaikan tangan. 

MTS.NW KARANG BATA SIAP TERIMA SISWA

 Berdiri sejak tahun 1983, MTs NW Karang Bata telah melahirkan banyak orang sukses. Alumninya kini telah tersebar dan berprofesi macam macam. Kesuksesan para almuni madrasah Tsanawiyah ini, menepis anggapan bahwa tamatan Tsanawiyah itu tidak bisa jadi apa-apa. 
" Banyak orang sukses lahir dari kondisi prihatin, kata salah seorang alumni yang kini sudah menjadi PNS. perjalanan panjang Madrasah ini, membuat pengelolanya mengengerti bagaimana menyikapi tantangan yang ada. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji kelayakan atau akreditasi dari BAN yang memberikan katagori terakreditasi  B kepada madrasah ini. Meski hasil Ujian Nasional untuk tingkat  SD / MI belum ada pengumuman, madrasah yang guru-gurunya rata-rata S1 ini telah siap menerima siswa baru. Untuk tahun ini madrasah menargetkan untuk menerima dua kelas untuk kelas 7. Dra. Hj. Rahimah Kepala MTs. NW Karanag Bata menjelaskan " kami siap menerima dua kelas siswa baru tahun ini, silahkan pengumuman penerimaan ini diumumkan melalui media yang ada, baik dimasjid maupun dengan cara menempel brosur ini di tempat yang strategis" katanya, saat KM menemuinya di MTS. NW Karang Bata beberpa waktu yang lalu. 

Rabu, 16 Mei 2012

Warga KM Ramaikan Sabtu Sastra



Sabtu Sastra yang digelar 12 Mei yang baru lalu berlangsung cukup meriah. Cuaca gerimis yang mengguyur kota Mataram tidak menghalangi para pecinta sastra untuk hadir dan menyaksikan dan membacakan karya-karyanya. Hadir dalam gelaran yang diadakan setiap sabtu itu , para penyair-penyair lokal seperti Moh. Zaini, Kiky Sulistiyo dll. Sabtu Sastra kali ini bertemakan buruh Migran, hingga banyak dari karya para penyair yang dibacakan bertema buruh. Secara kebetulan, sabtu sastra kali ini berkenaan dengan isu tertembaknya buruh mugran asal Lombok Timur di Malaysia. Warga KM Abiantubuh Baru yang berkesempatan hadir juga membacakan puisi berjudul “Amaq Raisah”. Puisi ini bercerita tentang seorang amaq atau ayah yang kehilangan anak cucunya, ia ditinggal merantu ke luar negeri. Sementara nasibnya tak bias berubah. Acara sabtu sastra juga bertambah seru saat puisi-puisi dibacakan oleh peserta. Mereka yang telah mahir membacakan puisi seperti Muhammd Zaini, membuat susasana hening terpukau. Sabtu sastra dihadiri oleh para peminat dari berbagai macam profesi. Mereka berkatifitas sebagai wartawa, guru, mahasiswa, dan bisnisman. Ruang pameran Taman budaya disulap menjadi panggung sastra. 
 

Keajaiban Sedekah



            Pada sebuah sore yang mendung, dua orang teman dari Praya Lombok Tengah datang bertamu ke Abiantubuh, di markas Kampung Media. Dua orang tamu tersebut adalah tokoh muda penting yang banyak berkiprah dalam mendampingi ummat. Yang satunya adalah dosen di Universitas Nahdlatul Wathan, dan satunya lagi Tuan Guru, pemimpin pondok pesantren. Keduanya memiliki postur tubuh ideal, atau bisa dibilang atletis, karena disela-sela aktifitasnya mereka berdua adalah “penggila” olah raga Futsal. Sebagai sahabat, mereka memang sering bertamu seperti juga saya yang sering datang ke Pondok Pesantren yang diasuh oleh sang Tuan guru. Pertemuan-pertemuan dengan mereka selalu menjadi hangat, karena cerita yang dibawa atau saya ceritakan adalah hal-hal baru. Hari itu sang dosen keluar meninggalkan sang Tuan guru di Markas Kampung Media Abiantubuh untuk member kuliah di kampusnya. Akhirnya kami hanya berbagi cerita dengan Tuan guru. Oh ya, Tuan guru itu bernama Tuan Guru Haji  Fakhruddin Lc. Dan Pondok yang diasuhnya bernama Pondok Pesantren Subulussalam – Gerunung Lombok Tengah. Yayasannya bernama Yayasan Pendidikan Islam Subulussalam, disingkat YAPISBA. Kedatangan TGH. Fakhruddin kali ini, membawa sebuah cerita tentang betapa keajaiban sedekah itu adalah hal yang nyata.
“ Hari hampir magrib magrib, saat tiba-tiba sebuah motor berhenti dan memutar arah, memasuki pondok pesantren. Waktu itu saya sedang duduk-duduk di beruga’ sambil memandangi anak-anak santri yang sedang beraktifitas”  Kata TGH Fakhruddin mengawali ceritanya.
“ Sampai di halaman ponpes, tamu asing tersebut mematikan motor lalu mengucap salam, dan saya mempersilahkan agar ia duduk. Dari pengakuannya, tamu tersebut adalah seorang muallaf sebut saja namanya Komang, yang sedang mengalami masa ekonomi” TG Fakhruddin melanjutkan cerita.  
Menurut TGH. Fakruddin, Pak Komang menceritakan perjalanan dirinya menjadi muallaf. Dari seorang yang berpangkat dan kaya, ia tinggalkan semua yang dimilikinya. Hijrah ke Lombok mencari sisi hidup lain dari sebelumnya. Banyak hal pahit yang beliau temui saat mempertahankan keinginannya untuk pindah agama. Di ujung cerita, ia mohon untuk dibantu.  Akhirnya Tuan Guru Fakhruddin memutuskan untuk membantu, dengan mengajak muallaf tersebut ke ATM. Uang Rp. 1.500.000. berpindah tangan, sang muallaf tersenyum kesulitannya teratasi. Dan mereka pun berpisah. Tidak lama berselang berselang setelah kejadian itu, datanglah kejadian ajaib. Seseorang member I uang yang jumlahnya dua kali lipat dari jumlah uang yang dihibahkan kepada sang muallaf. Tiga juta rupiah jumlahnya.
            “Saya merinding, betapa sedekah itu memang ajaib “ Kata Tuan Guru menutup ceritanya. Kisah ini insfiratif bagi saya. 

Selasa, 15 Mei 2012

Karang Bate Grinder, kedatangan tamu dari Jakarta



Karangbate Grinder merupakan kelompok anak muda asal Abiantubuh yang kerap tampil dalam pagelaran musik keras diseputar Maataram dan pulau Lombok. Karangbate Grinder menjadi sebuah komunitas, yang anggotanya pasang surut. Pada masa awal komunitas ini memiliki banyak kelompok musik yang tergabung di dalamnya. Sebagaiman layaknya komunitas penyuka musik keras atau metal, tentu grup-grup yang tergabung didalamnya adalah grup beraliran keras. sebut saja Conexter misalnya, grup ini berarilan Hardcore, Paradise Of  Satan beraliran Black Metal, serta grup lain. beberapa tahun terakhir Karangbate Grinder terkesan redup. hanya sekali dua mereka manggung di beberpa tempat. Kali ini agaknya komunitas musik Underground tersebut, mulai menyala lagi. tidak tanggung-tanggung, kampung mereka didatangi kelompok Metal asal Jakarta.  kelompok metal asal Jakarta ini, datang untuk mengahdiri undangan konser dalam gelaran TOTAL KEMENG di Taman Budaya Mataram. Menurut Don Scum "dedengkot" musik underground di Mataram, Total Kemeng kali ini adalah awal baru yang baik bagi munculnya musik ini kembali. menurutnya kehadiran kelompok musik asal Bima dalam gelaran itu adalah pertanda baik. kdepan setelah konser kali ini sukses, komunitas Undergroun Kota Mataram akan mengundang  kelompok musik "Siksa Kubur" untuk tampil di Mataram. 

Ganyang TBC, KM Abiantubuh terlibat


Sebaran penyakit menular TBC dilingkungan Kr. Bata Tengah dan selatan kian menghawatirkan. Jika dibanding lingkungan lain dalam wilayah binaan Puskesmas Dasan Cermen, lingkungan Karang Bata Tengah menjadi tempat kasus paling tinggi. Tentu kejadian ini sangat membuat resah. Betapa tidak, penyakit TBC adalah penyakit menular yang sangat cepat penyebarannya. dalam sebuah artikel disebutkan bahwa Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia. Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).Cara Penularan Penyakit TBC. Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.  Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.
 Data Jumlah penderita TBC Karang Bata tersebut terungkap dalam diskusi Kader pos yandu dengan pihak dinas kesehatan yang difasilitasi PuskesmaS DASAN CERMEN. Motivator kampung media yang hadir dalam kesempatan itu, menyatakan kesiapannya untuk turut bergerak "mengganyang" TBC yang kian menyebar. Banyak pertanyaan seputar penyakit menular ini, yang kemudian dijelaskan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Mataram.





Senin, 14 Mei 2012

Cerita Sukses dari Kalimantan




Para transmigran asal Abiantubuh Karang Bata, berangkat ke Kaltim sekitar tahun 1989. Melewati perjuangan berat dan kerja keras nan tak pernah menyerah, kini para transmigran bisa hidup lebih enak dibanding dulu di kampung halamannya. Awalnya, bersama puluhan keluarga lain,  Amaq Hus dan Tuaq Isnaen berangkat dengan cita-cita mengubah nasib. Mereka membawa serta semua keluarga, hingga kampung halaman yang ditinggal waktu itu penduduknya berkurang drastis. Rasa haru tak bisa dihindari, saat seisi kampung mengiringi keberangkatan begitu banyak keluarga mereka secara bersamaan meninggalkan kampung halaman. Dari asrama Trasito di Majeluk, mereka diberangkatkan melalui pelabuhan Lembar menuju Kalimantan Selatan.
Waktu demi waktu berputar sejak hijrahnya puluhan keluarga Abiantubuh, tidak terasa mereka telah berada di rantauan puluhan tahun. Banyak cerita sukses dari mereka yang berjuang keras melawan ganasnya alam. Jika di kampung halaman mereka tak memiliki sejengkal tanah tempat bercocok tanam, di rantuan tanah itu bisa dimilikinya. Anak-anak yang dulu tak bisa bersekolah tinggi, dirantuan mereka bisa menikmati pendidikan yang lebih layak hingga perguuan tingi.
Awalnya komunikasi antar keluarga dilakukan lewat surat menyurat. Seiring waktu, komunikasi telah dilakukan lewat hp. Mereka yang berada di lokasi terpencil telah bisa menikmati komunikasi dengan dengan mudah.
Bagaimanapun sukses di rantauan, para transmigran ternyata tak bisa melupakan tanah kelahiran. Kerinduan untuk menginjak kembali tanah kelahiran dan menikmati kebersamaan dengan para sanak family, membuat para transmigran rela menyisihkan uang untuk biaya perjalanan pulang kembali, menjenguk sanak saudara di Lombok. Amaq Hus dan keluarga misalnya, tokoh masyarakat ini ikut pulang bersama keluarga untuk menikmati puasa Rhamadhan di kampung halaman leluhurnya.
“Kami tidak langsung pulang setelah menjenguk kampung, tapi nanti setelah lebaran”. Kata Amaq Hus saat bercengkrama di Pos Ronda Jalan Senopati.  Amaq Hus pulang menjenguk kampung bersama Isnan dan istrinya sera Husnul Huda. Saking lama tdak pernah bertemu, banyak kawan kecil yang tidak dikenalnya. Postur tubuh yang telah berubah membuat mereka sulit untuk saling mengenal jika bertemu. “ Saya merasa asing karena tidak banyak anak muda yang saya kenal, apalagi sudah banyak anak-anak yang lahir setelah kami berangkat dan kini mereka sudah menjadi dewasa. Katanya.


Jumat, 11 Mei 2012

Bahaya lidah jadi materi khutbah

gambar ilistrasi 
Jumat Mei pukul 12.30, adzan bergema dari Masjid Subulassalam Abiantubuh. Dalam daftar petugas Jumat tertera nama H. Abdullatif, SAg sebagai Khatib hari itu. berduyun-duyun para penduduk utamanya para lelaki mendatangi masjid guna menunaikan shalat jumat. suasan khusyu menyelimuti saat sang Khatib membacakan khutbah jumat. Kali ini materi khutbahnya adalah fungsi lidah. dalam kesempatan itu khutbah menguspas secara panjang lebar tentang manfaat dan bahaya lidah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. 
" banyak dari manusia yang menjadi mulia karena ia sangat pandai menjaga dan memanfaatkan lidahnya, sebaliknya banyak pula yang menjadi hina dina karena salah menggunakan lidahnya. Kejadian tidak menentu akhir-akhir ini, adalah akibat ulah sebagian orang yang tidak berfikir kemudian mengeluarkan kata-kata fitnah dan meneror orang lain dengan lidahnya" begitu sebagian petikan khutbah yang dibumbui dengan ayat dan hadis yang menjelaskan tentang lidah. 
khutbah kali ini terasa relevan dengan kondisi saat ini, dimana banyak kejadian rusuh dan anarkhisme yang mengancam stabilitas ditengah masyarakat sebagi akibat dari provokasi dan agitasi lida-lidah yang tak bertanggungjawab. 

Kamis, 10 Mei 2012

KM Abiantubuh Baru, Salurkan Bantuan Donatur


 Setelah sukses menggelar Bakti Sosial bersama kompnen Yayasan dan KM Abiantubuh Baru, kini KM Abiantubuh Baru kembali mengadakan kegiatan santunan kepada Yatim Piatu. Santunan  diadakan pada Kamis malam ba’da Maghrib di Karang Bata selatan. Agenda ini dimulai dengan pembacaan Yasinan yang dipimpin oleh Suratan Taqdir, tenaga IT KM Abiantubuhbaru . Acara Yasinan berlansung sangat khusyu’. Para Yatim piatu yang usianya masih kecil tidak ketinggaln dalam acara tersebut. Usai Yasinan dan pembacaan doa, para yatim dibagikan anvelop berisi sumbangan dari donatur. Dalam kesempatan tersebut, motivator KM Abiantubuh Baru meminta doa kepada para yatim agar mereka yang menitipkan sumbangan dibacakan doa selamat. 
“ Mari kita sama-sama membacakan suratul Fatihah, semoga mereka yang menyumbangkan sebagan dari rizkinya pada malam ini, dilimpahkan karunia serta dikabulkan cita-citanya, ujar ibu Fitri pada Malam itu. Sementara, Lukman dan Suratan Taqdir anggota Kampung Media Abiantubuh Baru yang ikut hadir pada acara tersebut, tampak bercanda akrab dengan para Yatim piatu.
Santunan Yatim Piatu yang digelar kali ini, bukanlah yang pertama kalinya. Acara sejenis sering dilakukan oleh Yayasan Rinjani Sakti, sebagai upaya menyalurkan bantuan para donatur yang memiliki kelebihan rizki. Acara santunan yang rutin dilakukan adalah pada saat memasuki bulan puasa atau saat dimulainya tahun ajaran baru, di mana mereka para klayan Yatim piatu membutuhkan buku pelajaran, buku tulis, serta seragam sekolah.


Senin, 07 Mei 2012

Motivaor Kampung Media, Bantu penanganan Gizi Buruk





Gizi buruk menjadi persoalan yang terus menjadi perhatian. Media massa memberitakan kejadiannya di banyak tempat. Pemerintah Provinsi melakukan berbagai terobosan guna menuntaskan persoalan gizi buruk yang tidak saja menimpa anak dari kalangan miskin ini. Begitu juga dengan pemerintah Kota Mataram. Perhatian terhadap gizi buruk sangat intens dan serius. Selain menerjunkan petugas dari puskesmas untuk melakukan pendataan dan intervensi lain, kader pos yandu ikut juga dilibatkan dalam penanganan ini. Salah seorang motivator Kampung Media Abiantubuh Baru tidak ketinggalan. Beberapa ibu yang sulit ditemui siang hari karena bekerja, dijangkaunya pada malam hari. Saat senggang dipilihnya  untuk memberikan penyuluhan, penimbangan dan penyaluran bantuan dari Pemerintah Kota Mataram. Hari Senin (7/5/2012) kemarin misalnya, Fitriah (Motivator Kampung Media Abiantubuh Baru)  menjangkau tiga balita untuk diukur berat dan tinggi badannya.  Selanjutnya anak-anak yang terindikasi gizi buruk itu dibagikan telur, susu, dan roti. Dengan cara tersebut diharapkan, angka penderita bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.


Minggu, 06 Mei 2012

Makam Van Ham, Banyak dikunjungi orang Belanda

Di kota Mataram, tepatnya di sebelah barat Mataram Mall, depan hotel Handika terdapat sebuah makam bersejarah. Makam tersebut adalah tempat bersemayamnya Jendral Van Ham. Jendral ini tewas dalam ekspedisi Belanda 5 Juli 1894, ke pulau Lombok. Makam ini terletak di komplek pemakaman ummat Hindu di Karang Jangkong. Makam ini tampak sejuk dan nyaman karena di sekitarnya rerdapat banyak pohon-pohon besar berusia tua. Didepan taman, yang bisa dilihat dari jalan raya ini terdapat kangkung Mataram yang terkenal kualitasnya itu. Dalam sebuah tulisan tentang ekspedisi Lombok yang dipimpin jenderal ini terjadi tahun 1894. Ekspedisi Lombok berada di bawah pelayanan publik dan sumber militer di dua ekspedisi berikutnya, yang pertama dari 13 Juni - 26 Agustus dan yang kedua dari 2 September - 24 Desember 1894, tetapi juga dapat dianggap sebagai keseluruhan. Ekspedisi ini memiliki jangka panjang. Beberapa kali, pangeran Lombok, Anak Agung Ngurah Agung Karangasem, dituduh menghalangi dan promosi cukup dari kepentingan pemerintah India Belanda. Dengan demikian ia menjadi pada tahun 1892 oleh Resident kemudian Belanda, Mr Dannenbargh, dituduh melanggar artikel kedua dari perjanjian menyimpulkan pada 1843 yang pendahulunya telah mendeklarasikan kondisi ini tidak pernah aliansi dengan kekuatan lain untuk pergi di luar yang pemerintah Hindia Belanda. Tuduhan ini kemudian terbukti alasan yang cukup untuk membuat sebuah ekspedisi militer melawan pangeran (Van der Kraan, 1980: 40). Pada tanggal 30 Mei menerima pangeran dan Liefrinck inspektur penduduk di istananya di Mataram (1980: 41). Pertemuan kedua terjadi pada tanggal 1 Juni Dannenbargh tetap tidak puas dengan deklarasi raja, berbagai tuduhan yang dibuat oleh penduduk menurutnya tidak memuaskan diklarifikasi. Pangeran tetap menolak semua tuduhan. Gubernur Jenderal Pijnacker Hordijk-melihat dengan kekecewaan inspektur penduduk dan tidak ada alasan untuk mengambil tindakan terhadap raja. Kebijakan ini berubah pada tahun 1893 ketika Pijnacker Hordijk-pensiun dan digantikan oleh JHR. C. van der Wyck. Segera setelah menjabat ia mengambil langkah pertama untuk mengirim ekspedisi militer ke Lombok untuk lampiran (1980: 52) Sebuah laporan oleh Liefrinck Auditor kelaparan di antara Sasak tertindas di Lombok Timur memberikan sentuhan kemanusiaan yang diinginkan untuk ekspedisi. Singkatnya, Sasak oleh otoritas Belanda telah dibebaskan dari dominasi Bali. Liefrinck menyimpulkan alasan untuk ekspedisi Lombok pada 30 Desember 1902 sebentar bersama dalam Rapat Umum Masyarakat India: "... menunjukkan bahwa campur tangan kita dalam urusan Lombok tak terelakkan bagi negara dari kehancuran, yang perjuangan berdarah antara Bali dan Sassaks mengancam, untuk menyimpan "(Liefrinck, 1927: 470). Pangeran memberi ultimatum telah disusun oleh Dannenbargh dan Van Wyck, yang, antara lain, kekuasaan dipindahkan ke putra mahkota, putra Anak Agung Ketut . Pemerintah Belanda, menurut ideal 'boneka penguasa "dan pada dasarnya dalam nama saja aturan (Van der Kraan, 1980: 54-55). Anak Agung Made By kontras sebagai 'berbahaya' yang diberikan untuk urutan di Lombok. Pemerintah India Belanda diharapkan darinya lebih banyak masalah daripada Ketut. Terbuat lebih dari ayahnya, sangat menentang pengalihan kemerdekaan politik kepada Belanda. Justru karena ini resistensi yang diharapkan, mereka menuntut keberangkatan (pengasingan) dari Made. Ketentuan terakhir adalah raja, karena ia memiliki begitu banyak kekayaan, biaya ekspedisi militer dan jika demikian membayar biaya pemerintah India Belanda telah membuat pengembalian dana. Van der Wyck sedang mempersiapkan sebuah ekspedisi untuk persyaratan yang tercantum bersama dengan ultimatum kepada raja Lombok harus ditransfer. Dia diinstal Mayor Jenderal J. A. Vetter sebagai Residen Kepala dengan Dannenbargh sebagai penasihat politiknya. Pengawas Keuangan J. H. Liefrinck dan saudaranya inspektur F.A. Liefrinck juga bertindak sebagai konsultan. Mayjen P.P.H. Ham adalah komandan kedua dan memberi Kapten H. Quispel (kapten dari Ratu Emma HMSS) perintah dari angkatan laut. Ekspedisi ini berangkat pada 30 Juni 1894 dari Batavia dan terdiri dari 7 kapal perang, 12 kapal angkut, tiga batalyon infanteri dan satu skuadron kavaleri. Selain staf ekspedisi angkatan laut terdiri dari 110 perwira, 2300 tentara dan 2000 tahanan / narapidana. Hampir 4400 orang. (1980: 58) Pada tanggal 3 Juni 1894 dan tiba Dannenbargh Liefrinck kapal perang terbesar dari angkatan laut Belanda, HMSS Ratu Emma. Karena penyakit ini tidak dapat berbicara dengan pangeran mereka, tetapi ia mengirim dua putra Ketut dan Made atas nama negosiasi. Konferensi ini diselenggarakan pada tanggal 9 di Cakranegara istana. Itu tidak mencapai kesepakatan. Ekspedisi tiba di 5 Juli 1894 di lepas pantai Ampenan (Lombok) dan membawa ultimatum setengah pangeran. Pada tanggal 9 Juli, Gusti Djelantik, penguasa Karangasem, sepupu pangeran Lombok, yang pada tahun 1891 untuk membantu diterima oleh pengendapan Timur Sasak pemberontakan, kunjungan ke pasukan Belanda di Ampenan dan menyerah kepada Jenderal Vetter. Dia berjanji ketaatan dan loyalitas kepada pemerintah dan menawarkan jasanya sebagai mediator dalam negosiasi dengan pangeran (1980: 61). Duke, karena itu, pada 10 Juli, delegasi Belanda untuk mengetahui semua kondisi untuk bertemu hanya berkenaan dengan pengusiran Terbuat dia meminta tangguh beberapa, tidak akan memberinya satu. Sebagai raja takut reaksi bermusuhan dari para pendukung Terbuat saat anaknya 'hanya' dipindahkan di tangan Belanda, ia mencari cara lain keluar. Sebagai usaha terakhir untuk mencegah perang dengan Belanda memilih sang pangeran membuat mengorbankan putra tercinta: ia mengatur kematiannya. Alasannya ditemukan di sebuah rumor bahwa Terbuat hubungan cinta terlarang akan dengan keponakan yang belum menikah itu, Anak Agung Ayu Made Rai, putri almarhum Anak Agung kakaknya Wayan. Sepupu ini mengaku peristiwa itu kepada imam yang memiliki embun beku pada output penelitian. Pada hubungan cinta seperti berada di Bali hukuman mati sistem hukum, itu pangeran sehingga berbicara tentang anaknya dan cucu. The "pengakuan" dari Anak Agung Ayu Made Rai sudah cukup untuk keyakinan, Made sendiri pernah mendengar. Ketika ia mendengar keputusan ayahnya untuk eksekusi, ia tidak sepenuhnya siap, tapi dia membantah keras tuduhan inses. Dia menerima nasibnya dengan mengangkat bahu, tapi sangat terluka bahwa putusan pada hari yang sama harus dirayakan (1980: 63). Menurut rumah imam Made ia akan berkata, "Saudara-saudara, jika aku harus mati, aku harus menghiasi diri dengan bumbu dari pakis dan turi dengan bunga-bunga dari pohon. Ini berarti: Saya tidak ada mengakui, karena aku tidak bersalah "(Ibid.).. Sepenuhnya sesuai dengan adat Bali Dibuat untuk aristokrasi dimandikan, diminyaki dan wangi rambutnya, ia mengenakan dekorasi putih dan bunga digantung dia. Tidak ada yang ingin mengambil sebagai eksekutor, yang membuat eksekusi ditunda beberapa jam. Ketika Pengawas Keuangan Liefrinck tiba atas nama pemerintah India Belanda harus mengidentifikasi tubuh Terbuat Terbuat masih hidup. Pada akhirnya, mereka menemukan seseorang, dan siap Made, sepenuhnya sesuai dengan Bali dengan bantuan kristal, melalui tusukan di jantung dibunuh pada 11 Juli 1894. Tubuhnya ditempatkan di luar istana Cakranegara dan kemudian hari itu dengan tubuh keponakannya dalam prosesi bermartabat dan seremonial untuk Ampenan dibebankan. Tradisional aturan berikut untuk mereka yang dihukum karena inses, mayat 300 meter dari pantai dilemparkan ke laut. Sebuah legenda mengatakan bahwa tubuh Terbuat tiga kali mendarat membanjiri sebagai laut tahu dia tidak bersalah dan menolak tubuhnya untuk menerima (1980: 64) Apa yang bahkan lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa Made kematian akhirnya perang dengan Belanda belum mampu untuk berhenti. Sepenuhnya terhadap harapan pemerintah adalah instalasi Ketut sebagai pemimpin baru di Lombok perdamaian tidak terjamin. Mereka terlambat menyadari bahwa Timur Sasak pemimpin tidak akan pernah mau tunduk kepada pemimpin Bali, bahkan Ketut. Negosiasi Cakranegara dengan perwakilan dari Sasak Timur diumumkan. Dari 9 Agustus Dannenbargh Vetter dan mengadakan serangkaian pertemuan dengan Anak Agung Ketut dan punggawas (kepala administrasi) untuk menginformasikan mereka tentang isi perjanjian bahwa pemerintah ingin menyimpulkan (1980: 74). Wawancara berlangsung setiap hari, dimulai dengan panggilan pertama pada 10 Agustus dan terakhir pada tanggal 20 Agustus. Foto para negosiator dengan Ketut dan Djelantik (10018835 dan 60033293) ke salah satu tanggal diambil. Setelah ke-20 ada pertemuan lagi antara para jenderal dan Ketut. Negosiasi dan perjanjian itu masing-masing dilakukan dan ditulis dalam bahasa Melayu, bahasa yang orang Bali tidak kuat. Hanya setelah terjemahan kontrak (setelah 20 Agustus) datang semua kerugian dari pangeran dan para pengikutnya terhadap cahaya, tidak hanya kehilangan kemerdekaan mereka, tetapi juga kekuasaan mereka atas Timur dan Barat Sasak. Tanpa sepengetahuan raja (menurut Van der Kraan, 1980: 76) menemukan putra mahkota dan beberapa punggawas (ekor) untuk menyerang pasukan Belanda. 25 Agustus 1894 sekitar pukul 11.00 di malam hari berhasil menyerang pasukan Belanda dikerahkan di Cakranegara. Keesokan harinya sekitar jam 6 pagi orang Bali mengalihkan perhatian mereka kepada pasukan di Mataram. Ketika pasukan menggunakan mereka sendiri Cakranegara mundur menuju Mataram, mereka masih di bawah api, dan mengambil Jenderal Van Ham hit di dada dan perut. Dia meninggal tak lama setelah tiba di Mataram dari cedera. Pasukan Belanda dikalahkan, tetapi sekitar bulan Agustus 30 tidak benar-benar diusir dari Lombok. Dari 2 September bala bantuan pertama tiba di Ampenan. Pasukan build-up, tidak hanya manusia tetapi juga peralatan militer berlangsung sampai 16 September. Jauh sebelum Jenderal Vetter telah dikerahkan dan kontra-ofensif dari 30 Agustus mulai pengepungan Mataram. Butuh waktu sebulan lagi sebelum Mataram benar-benar diambil. Pada tanggal 29 September pasukan Belanda pindah ke kota, ondervindend oposisi yang kuat dari penduduk, baik pria wanita dan anak-anak mengambil bagian dalam pertempuran itu dan dibunuh oleh militer. Pada tengah hari pasukan telah menduduki istana dan bendera Belanda berkibar di atas reruntuhannya. Hanya sebelum itu Anak Agung Ketut dan mayoritas pengikutnya yang paling setia dalam pertempuran sengit dibunuh. Penaklukan dan pemusnahan sisa Mataram berlangsung hingga 11 Oktober setelah mana mereka mulai mempersiapkan pemboman Cakranegara. Pengepungan berlangsung dari 19 Oktober-19 November. Serangan sebenarnya di Cakranegara berlangsung pada 18 November. Oposisi adalah sengit dan dikelola pasukan sampai setelah 8 jam istana Anak Agung Ngurah Agung untuk mencapai istana di mana dia kompartemen kompartemen harus melihat untuk menaklukkan. Pangeran dan pasukannya mundur lebih jauh ke dalam kamar dalam istana, tapi tidak hari itu Belanda untuk menaklukkan seluruh istana. Vetter takut serangan malam terhadap dan menarik pasukannya dari istana. Raja pada gilirannya digunakan malam (18-19 November), bersama dengan keluarganya mengungsi istana dan pergi ke Sasari, sebuah desa dekat kebun kenikmatan Lingsar. Ketika pasukan Belanda di pagi hari dari 19 November sebuah istana sepi ditemukan inilah perampokan besar. Secara resmi dan tidak resmi, perampokan Sasak Timur, pasukan Belanda yang sampai sekarang telah membantu dalam pertempuran istana kini diusir atau dibunuh. Harta sang pangeran dikosongkan, isi datang sebagian di tangan pemerintah India Belanda dan sebagian lagi dalam tentara perampokan dan Sasak. Pada hari yang sama adalah 230 kilogram emas dan £ 3810 perak dikirim ke Batavia, hari berikutnya diikuti oleh £ 3389 dari perak dan tiga kotak batu mulia dan perhiasan (1980: 96). Himpunan item dikirimkan secara umum dikenal sebagai Lombok Treasure ', dan tersebar di museum Belanda beberapa. Obyek diperoleh secara informal melalui berbagai jalan jalan ke museum. Dengan demikian memberikan Petugas Kesehatan Dr Koppeschaar pada tahun 1897 di Museum Kolonial di Haarlem sejumlah objek "diambil selama Ekspedisi Lombok, memberikan Tn Delprat pada tahun 1919, lukisan karya Dibuat di Institut Kolonial yang 'ditemukan' di 'poerie untuk Tjaka Negara, dan dituangkan dalam tahun 1953 sebuah cucu dari Kolonel AHW Scheuer belati dengan yang kakeknya oleh punggawa ke Mataram diserang. Pada tanggal 20 November pukul 12 siang memberi pangeran itu sendiri, dengan anaknya Anak Agung Terbuat Jilantik Anak Agung Oka dan cucunya (anak dari Ketut) untuk Sasari tentang. Pada pagi hari 23 November, mantan raja dan empat keluarga yang selamat dari rumah Karangasem, bersama dengan beberapa pengikutnya, diam-diam naik kapal angkatan laut HMSS Pangeran Henry membawa mereka ke pengasingan mereka di Batavia untuk membawa. Sebagai salah satu tindakan terakhirnya memberikan satu pangeran pengikutnya pesanan sekeranjang pasir dari pantai Lombok untuk mengisi. Ini adalah satu-satunya pangeran masih dimiliki. Anak Agung Ngurah Agung Karangasem meninggal di Batavia pada tanggal 20 Mei 1895. Potongan dari Treasure Lombok resmi di Belanda dipamerkan di Amsterdam Rijksmuseum, Museum Etnografi Nasional (Museum Etnologi di Leiden) dan sampai 1937 sebagai pinjaman dari Rijksmuseum di Departemen Keuangan museum dari Institut Kolonial (Museum Tropis). Dari bulan Maret sampai akhir April 1898 adalah Treasure Lombok dilihat di Museum Belanda (sekarang Departemen Sejarah Belanda Rijksmuseum di Amsterdam). Dengan pameran ini ingin mengumpulkan uang untuk keluarga para prajurit jatuh selama ekspedisi. Harta Lombok pada tahun 1977 sebagian besar kembali ke Indonesia. Dengan menerima transfer ini pada saat yang sama, Indonesia telah secara resmi disepakati bahwa sisa harta yang ditinggalkan di Belanda. Sastra-Kraan, Alfons van der, Lombok: Conquest, Kolonisasi dan Under Pembangunan, 1870-1940. Asaa Publikasi Seri, 1980 Pilihan, Pieter ter dan Endang Sri Hardiati (ed.), Indonesia: Penemuan masa lalu. KIT Publishers, 2005-Gnewoesjewa, E., Kehidupan WP Mamalyga (Malygin). Pengganggu di Hindia Belanda. In: Kontribusi Bahasa, Asia dan Karibia Studi 121 (1965), tidak ada: 3, Leiden, 303-349, Liefrinck, FA, Bali dan Lombok: tulisan. De Bussy, 1927-Kol, KK, Penghakiman sebuah Okker Lomb tentang Perang dan,, Pengkhianatan "Dalam:... Panduan India 1912-Vanvugt, Ewald, The Treasures Lombok Seratus Tahun dari jarahan perang Belanda dari Indonesia Publishing pada bulan Januari Mets, Amsterdam, 1994



Wisata Sehabis UN





Guna melepas penat selama berbulan-bulan, berjuang siang dan malam mempersiapkan ujian Nasional, siswa dan beberapa orang guru di MTs. NW Karang Bata pergi berwisata. Tujuannya adalah kawasan Mandalika di Lombok Tengah bagian selatan. Mereka menggunakan Bis milik angkasa pura untuk mencapai lokasi, dalam perjalanan menuju tempat wisata, mereka menyempatkan diri mengunjungi bandara Internasional Lombok. Para siswa dan guru tampak begitu penat, setelah melewati perjalanan yang cukup jauh antara mMataram dan pantai Kuta. Namun kelelahan terbayar melihat keindahan pantai yang amat memikat. Satu persatu siswa mulai berenang dan menikmati keindahan pantai.  Diatas pasir putih yang indah, panorama memikat dan udara yang bersih, waktu terasa berjalan begitu cepat.  

Acara wisata itu merupakan acara perpisahan para siswa antara guru dan siswa serta antara siswa yang satu dengan lainnya. Para siswa terlihat asyik bermain pasir dan mencari benda-benda laut. Mereka berada dilokasi wisata hingga sore hari.

Kampung Media Abiantubuh Baru Motori Pengobatan Gratis Lansia


Minggu 6 Mei 2012, menjadi hari yang menggebirakan bagi para Lansia dan Yatim piatu. Mereka bakal di berikan santunan dan pengobatan gratis yang diadakan oleh Kampung Media dan Yayasan Rinjani Sakti.                                                                                  
                                                 Acara Bakti social berlangsung sangat meriah. 
Pelayanan kesehatan gratis bagi Lansia ini dirangkai dengan pemberian santunan kepada puluhan yatim piatu dilingkungan karang bata selatan, tengah dan utara. Acara dimulai jam 09 00, dihadiri oleh Kaling Karang Bata selatan, Sujai, Petugas Puskesmas Dasan Cermen  dan TKSK, Kota Mataram. Fitriah ( Motivator Kampung Media ) mengatakan, jika ada dana kami ingin agar kegiatan ini diteruskan tidak hanya sekali, namun dibuat menjadi program bulanan. Dalam kesempatan itu, dari 30 lansia yang diundang, yang hadirnya justru 2 kali lipat, hal ini menyebabkan petugas kewalahan. Acara yang dipersiapkan sejak jauh hari ini terbilang sukses. Dalam kesempatan tersebut, hadir memeriahkan acara, Anak-anak dari sanggar Seni “Air Jernih” yang menampilkan lagu-lagu berirama Qasidah dan Nasyid yang sedang popular. Menurut Pembina Sanggar Ahmad Roja’I, penampilan anak-anak sanggranya kali ini adalah penampilan perdana


Jambret Masuk Kampung


gambar ilustrasi
Pagi yang tenang sabtu 5 Mei di jalan Senopati raya tiba-tiba berubah ramai. Pasalnya, jalanan yang biasanya dilewati mobil dan motor serta pejalan kaki itu tidak pernah ada orang yang ngebut, dan secara-tiba-tiba ada sepeda motor yang ngebut saat melintas. Yang membuat orang - orang geram dan berteriak adalah adanya anak-kecil yang hampir saja kena tabrak akibat kendaraan yang melintas itu kelewat ngebut. Seorang sopir yang kebetulan baru saja memarkir kendaraannya tampak marah dan langsung mengejar kendaraan tersebut. kendaraan yang ngebut tadi dikendarai oleh dua orang lelaki berpakaian necis layaknya karyawan bank, atau setidaknya mencirikan seorang pegawai Koperasi. motor yang dikendarai menurut beberapa saksi, menggunakan plat merah. dalam sekejap teriakan orang yang terkejut menyaksikan anak yang hampir tertabrak, membuat seisi kampung terutama merak yang berada dipinggir jalan keluar rumah. tidak lama setelah kejadian tersebut, saat orang-orang masih banyak berkerumun di pinggir jalan, tiba-tiba datang seorang lelaki muda menggunakan sepeda motor. Ia langsung menginjak rem dan bertanya dengan nafas yang terengah - engah. " ada liat motor dengan dua pengendara pak, dia itu copet yang melarikan tas ibu saya di karang Bedil, Kata pemuda tersebut. waah copet rupanya...kata Tuaq Rasid sang penjual serabi.

Mahasiswa Poltekes Bebagi pengetahuan.





Pagi Sabtu 5 Mei 2012, Kantor lurah Abiantubuh Baru didatangi puluhan ibu hamil dan menyusui. Mereka menghadiri undangan para Mahasiswa Poltekes yag ingin membagi pengetahuan soal menyusui yang benar, manaat ASI, dan cara merawat payudara. Acara yang sangat penting bagi para ibu hamil ini diinisiasi oleh Husniah, Neny, Nisa, Mahasiswa Poltekes Jurusan Gizi yang sedang mengadakan penelitian soal tingkat pengetahuan para ibu hamil soal cara menyusui dan lain-lain. Para ibu yang hadir berbagai lingkungan di kelurahan Abiantubuh baru tampak antusias menyimak informasi yang disampaika oleh Pak Mulyadi konselor yang bertugas di Puskesmas Karang Tapen.  
Kegiatan-kegiatan yang bermuara pada peningkatan pengetahuan masyarakat terahap kesehatan, memang sangat dibutuhka oleh masyarakat. Apalagi mereka yang latar belakang pendidikannya hanya sampai sekolah dasar. Banyak dari para ibu hanya siap secara fisik untuk menikah dan melahirkan anak, namun secara intelektual dan fsikologi mereka belum siap, kata ibu Fit mantan Kader Pos yandu Melati.  Husniah, Neny dan Nisa, terlihat serius memfasilitasi kegiata yang mereka gagas. Tiga Wanita Cantik dan murah senyum ini tidak hanya melayani para ibu hamil di tempat penyuluhan, namun mereka juga mengantarkan beberapa ibu pulang sampai ke rumahnya.  

Rabu, 02 Mei 2012

Penyegaran Kepengurusan Tagana Kota Mataram




Sejak awal di bentuk, taruna siaga bencana ( TAGANA) Kota Mataram telah banyak mengambil peran terhadap penanggulangan bencana. tidak hanya membantu melakukan evakuasi di wilayah Mataram, namun anggota Tagana yang di koordinir oleh Husnan dari Abiantubuh baru ini, juga membantu sampai ke luar wilayahnya. Ridwan misalnya, Tagana yang tinggal di utara eks Bandara Selaparang ini, pernah juga ikut membantu saat ada kejadian bencana gunung berapi di Yogjakarta. Tanggal 1 Mei 2012 kemaren, bertempat di kantor sosial kota Matara

Kampung Media Abiantubuh Baru Melancong Ke Istana



Setelah cukup lama berandai-andai untuk bisa melancong ke Istana Negara awal April 2012, akhirnya kesampaian juga. Istana yang amat bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesai itu ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Jika selama ini Istana yang dulunya adalah rumah orang Belanda hanya dilihat lewat televisi, atau dari luar ketika kebetulan lewat depan istana saat ke Jakarta, maka saat itu saya bisa melihatnya lebih dekat. Kebetulan malamnya bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono berkenan mengadakan jamuan makan malam dengan tamu negara. Dengan begitu kami yang berkunjung bisa melihat bagaimana istana dipersiapkan untuk menerima dan menjamu tamu negara. Pada saat kami masuk, ternyata telah menunggu juga beberapa mobil wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan hangat kami disambut oleh para petugas berpostur tegap dan berambut pendek. Semuanya harus melewati metal detecor, artinya Istana negara yang kita banggakan itu dijaga dengan amat ketat. Sebagai kenang-kenangan bahwa kami pernah ke tempat bersejarah tersebut, kami berpose layaknya kabinet menteri yang baru dilantik. Di sana ada tukang potret khusus istana, ketika masuk kami semua tidak diperbolehkan membawa kamera dan sebangsanya. Kalaupun kami membawa hp,hp tak boleh diaktifkan. Selepas bernarsis ria, kami pun langsung memasuki istana. Sejak awal para petugas memperingatkan agar kami tidak menyentuh barang-barang yang ada di istana. Terdapat banyak  lukisan yang terpajang di istana. Salah satu lukisan yang membuat saya mendekat adalah lukisan yang mirip seperti danau "Segare Anak".  


Selasa, 01 Mei 2012

Jalan Sehat, di Ultah kampung




“ Genap Sebelas tahun usia Lingkungan Karang Bata Tengah. Meski menjadi kampung yang masih muda kampung Karang Bata Tengah telah cukup dikenal dengan digelarnya beberpa even berskala kecamatan bahkan sekota Mataram. Saya sebagai camat, pernah juga hadir sebagai tamu undangan dalam sebuah even olahraga di lingkungan ini, kata camat Sandubaya dalam sabutan tunggalnya pada pelepasan peserta Jalan Sehat menyambut Hari Ulang Tahun Karang Bata Tengah ke XI tanggal pada Minggu 29 April yang baru lalu. Acara jalan santai itu cukup meriah. Acara yang diadakan hampir setiap tahun ini, diikuti oleh ratusan peserta dari kelurahan Abiantubuh Baru dan sekitarnya. Jalan Sehat kali ini, mengambil rute memutar. Star di jalan Senopati V, bergerak menuju jalan Senopati IV di Karang Bata tengah, keluar dan berbelok kiri ke jalan IG Jenantik Gosa di Gebang. Sampai si simpang empat Gebang belok kiri ke arah Rumah Sakit Umum Daerah HM Ruslan Kota Mataram. Dari peseimpangan Gebang bergerak ke arah selatan menuju simpang empat Pagutan. Dari Pagutan menuju Kebon Kilang di kelurahan Cermen lalu belok kiri melewati jembatan di Kali Unus masuk lingkungan Karang Parwa. Dari Jalan Harapan Karang Parwa menuju lokasi Star di jalan Senopati V Karang Bata Tengah.
Cara jalan santai awalnya akan dilepas oleh Bapak Walikota Mataram Ustadz H. Ahyar Abduh. Namun beberapa menit sebelum acara dibuka, Walikota yang terpilih tahun lalu itu memberi kabar bahwa beliau tak bisa hadir karena ada hal lain yang harus diselesaikan. Meski tak dihadiri oleh Walikota Mataram, acara Jalan sehat ini berlangsung sangat meriah. Ratusan orang memadati jalan Senopati V, pagi itu. Untuk menghidari kejadian yang tidak diinginkan, Polisi dan TNI pun diterjunkan untuk memantau situasi. Jalan Santai berlangsung aman dan tertib . Peserta jalan santai yang diikuti oleh semua umur itu mengikuti acara jalan santai dengan tertib, mulai dari saat star hingga finish.


Saat pembagian hadiah menjadi agenda yang paling ditunggu oleh peserta. Satu persatu hadiah dibagikan kepada mereka yang namanya. Hadiah  utama berupa satu buah kulkas diraih Efol Sahri BG Karang Bata Selatan. Hadiah kedua berupa  Televisi Flat berwarna diraih Inaq Mus Karang Bata Tengah.  Hadiah ke III sebuah sepeda di Raih Ela dari KelurahanBabakan. Selain hadiah utama, panitia yang terdiri dari M. Lutfi, H Usuhuluddin, HM. Syukri, Zakarial Anshori, Nasruddin dan Jauhari Khalid itu juga membagi puluhan doorprize. Beberapa peserta yang mampu menjawab pertanyaan seputar sejarah Karang Bata tengah dan Kelurahan Abiantubuh Baru mendapatkan hadiah-hadiah menarik hari itu. Para penerima hadiah seperti inaq Mus, yang berjalan santai bersama balitanya dengan membawa kereta dorong bayinya tampak riang membawa hadianya. Selain itu tentu banyak yang pulang dengan kecewa karena tidak membawa hadiah meskipun telah membeli kupon sampai sepuluh lembar. Tidak mendapat hadiah bkan berarti rugi, arena acara itu digelar dalam rangka menyambung silaturrahm dan menyehatkan badan. 

Bangkitnya Generasi Emas Indonesia Tema Hardiknas 2012



Pagi cerah tanggal 2 Mei 2012. Segerombol kupu-kupu beterbangan di atas taman bunga di sekitar Madrasah NW Karang Bata. Para Siswa dan tengah bersiap mengikuti upacara peringatan hari Pendidikan nasional.  Sekitar 07.00, upacara tersebut dimulai. Dengan tertib, upacara yang diikuti oleh para siswa MI NW Karang Bata, MTs. NW Karang Bata, Dewan guru dan komite madrasah. Dra. Hj. Rahimah bertindak selaku Pembina Upacara saat itu menyampaikan tema peringatan : Bangkitnya Generasi Emas Indonesia.  Dalam amanatnya Dra. Hj. Rahimah menekankan agar para siswa dan elemen madrasah untuk berdisiplin dalam segala hal. Pidato kali ini Pembina upacara membacakan Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. 
“ Untuk mempersiapakan generasi yang sistematis, yang memungkinkan terjadinya mobilitas vertical  secara massif. Untuk itu mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan  dasar, penyiapan pendidikan menengah universal ( PMU ) yang insyaallah akan dimulai tahun 2013”  demikian salah satu kutipan pidato kepala yang disimak secara serius oleh peserta upacara. 
Tanggal 2 Mei memang menjadi momentum yang tepat, untuk kembali merenungkan posisi, tantangan dan harapan yang dihadapi generasi muda saat ini, begitu kata Ahmad Roja’i guru MI NW Karang Bata saat di temui Kampung Media.