Kamis, 16 Januari 2014

BSM harus lewat rekening siswa

Beberapa kasus atau penyimpangan yang terjadi dalam penyaluran BSM ( Beasiswa miskin ) akhir-akhir ini, membuat pemerintah mengambil sikap tegas. Sikap tegas tersebut ditunjukkan dengan memberikan kekuasaan kepada orang tua siswa serta siswa untuk mengambil sendiri dana bantuan yang ia terima di bank, melalui rekeningnya sendiri. Cara ini dinilai efektif mengurangi kesalahan sasaran dalam penyalurannya. Hasilnya puluhan siswa Sekolah dasar baik itu SD maupun Madrasah Ibtidakyah datang secara bergelombor ke Bank NTB. Para calon penerima bantuan ini diterima tidak melalui jalur regular, namun melalui jalur khusus. Mereka yang baru datang disuruh duduk di kursi yang berderet di belakang Bank tersebut. Ibu Mur salah seorang wali murid, terlihat malu-malu dan bingung. Rupanya itu kali pertama ia memasuki bank NTB. “ tolong bantu saya, saya tumben ke sini” katanya saat berjumpa dengan KM.  Siswa yang datang diantar orang tua atau guru dari sekolah masing-masing. Di dalam ruang tunggu, beberpa sekuriti tampak membantu para siswa menyelesaikan administrasinya agar para siswa mudah melakukan pencairan dana Bantuan Siswa Miskin. Rata-rata para siswa MTs, mencairkan bantuan lebih dari duaratus ribu rupiah. Dari wajah para siswa terlihat betapa senang mereka menerima bantuan siswa miskin.

Maulid Meriah Di Sandubaya


Perayaan mauled nabi Besar Muhammad SAW, merupakan salah satu hari besar Islam yang selalu disambut meriah oleh masyarakat Lombok. Perayaan dilakukan dengan cara yang berbeda. Beberapa tempat di Lombok, masyarakatnya memperingati perayaan kelahiran Nabi akhir zaman tersebut dengan cara yang unik, sesuai tradisi lokalnya. Di wilayah Sandubaya, kemeriahan perayaan mauled bahkan berlangsung sejak seminggu sebelum acara puncak dilaksanakan. Beberapa kampong di Abiantubuh Baru misalnya melaksanakan kegiatan mauled pada hari yang berbeda-beda. Mereka melkasanakan kegiatan mauled secara bergiliran, satu kampong dengan lainnya. Cara ini dilakukan agar mereka bisa saling mengundang dan saling mengunjungi satu keluarga dengan lainnya.
Di masjid Subulassalam Karang Bata, acara mauled biasanya berlangsung tepat sesuai kalender mauled, yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal. Pada perayaan tahun ini, banyak sekali kegiatan yang dilaksanakn. Seminggu sebelum kegiatan mauled dilangsungkan, remaja masjid telah meniarkan melalui corong masjid beberapa lomba yang diadakan. Kegiatan yang terkait dengan dunia pendidikan berlangsung di masjid pada malam hari ba’da shalat Isya’. Sementara siang harinya beberpa remaja mempersiapkan pohon pinang yang akan dipakai untuk lomba panjat pinang.
Ust Roja selaku salah seorang panitia lingkungan bolak-balik mencari dana agar panjat pinangnya bisa sukses. “ Saya bersyukur banyak donator yang membantu hingga acara panjat pinang in ibis adilaksanakan” katanya disela-sela acara panjat pinang. Opal salah satu peserta panjat pinang tampak berlarian setelah berhasil meraih salah satu hadiah yang digantung panitia. Begitu pula dengan Eza, yang berhasil meraih baju dan gantungan baju. “ saya senang ikut panjat pinaang “ kata Eza.

Acara lainnya adalah parade Khataman. Mereka yang akan dikahatam pada hari itu (14/1) diwajibkan ikut parade. (wan)

PLIK Sandubaya dikunjungi Lintas Artha



Mendadak salah seorang petugas Lintas Artha menelpon, bahwa dia tengah berada tidak jauh dari Lokasi PLIK. Dia meminta untuk datang berkunjung ke PLIK sandubaya. Kebetulan perangkat Internet sedang OF karena acara maulid nabi Besar Muhammad SAW. “ saya berada di POM Bensin Dasan Cermen pak” katanya melalui Handphone. Akhirnya saya menuntunnya agar ia bisa sampai di lokasi PLIK. Kebetulan petugas tersebut memang baru pertama kali datang di PLIK Sandubaya.
Sampai di lokasi pemuda yang mengaku tamatan STMIK Bumi Gora tersebut langsung beraksi. Tidak tahu apa yang di buka. Ia terlihat memasasang anti virus di semua computer serta membolak-balik beberpa perangkat dan melakukan pencatatan. Kesempatan tersebut saya gunakan untuk menyampaikan keluhan bahwa jaringan di PLIK Sandubaya sangat lambat. Banyak pelanggan yang malas karena kasus tersebut. Selain lambat, perangkat computer sering mati secara tiba-tiba secara serentak.
“ kadang saat anak-anak lagi ngenet, jaringannya tiba-tiba lumpuh, anak-anak yang sedang browsing jadi kecewa” kata Fitriah.

Tamu yang mengenalkan diri dengan nama Ozan tersebut berjanji untuk datang lagi membenahi perangkat dan jaringan Internet di PLIK Sandubaya. Menurut Ozan, satu-satunya cara yang bisa mnambah kecepatan adalah bandwith> Insyaallah tahun depan aka nada pendambahan” katanya sebelum pamit pulang (wan)