Rabu, 19 Desember 2012

Dr. Wawan : Produk China murah tapi Bahaya



Saat ini banyak sekali beredar berbagai mainan dan peralatan rumah tangga dengan harga yang murah. Terutama barang-barang yang berasal atau made in China. Banyak warga memilih produk asal china itu karena harga yang murah dan barangnya terlihat meriah. Belakangan banyak terbukti bahwa barang-barang murah tersebut mengandung bahan-bahan berbahaya.
Dokter Wawan menjelaskan kepada kampung media bahwa saat ini banyak sekali perlatan berbahaya yang menjadi penyakit jika perlatan tersebut digunakan. Benda-benda tersebut menjadi pemicu kanker. “ Benda-benda seperti alas palstik ini berbahaya bagi anak, karena warnanya menarik, bisa saja anak akan berusaha untuk menggigit-gigitnya” kata dokter Wawan disela-sela penilaian Lomba Balita sambil menunjukkan alas plastik awal Desember lalu. 
Benda-benda pakai berharga murah memang  harus dijauhkan dari jangkauan anak. Selain itu beberapa benda plastik yang memuai saat diletakkan benda panas juga harus dihindarkan karena menjadi pemicu penyakit kanker.

Hikami : penerima BSM yang jago bulu tangkis .



Tahsinul Hikami nama lengkapnya. Ia biasa dipanggil hikami. Kalau anda melihat tubuhnya yang agak kurus kecil, anda pasti tak yakin kalau putra dari pasangan Selamat  Riyadi dan Nurhayati ini adalah Juara badminton tingkat anak se Kota Mataram yang diselenggara kantor Kementerian agama Kota Mataram dalam Rangka HUT Kemenag minggu lalu. Dalam pertandingan yang berlangsung di asrama haji NTB itu, Hikami tampil memukau. Ia dengan gampang menundukkan lawan-lawannya.
Hikami adalah salah satu diantara siswa yang menimba ilmu di MI NW Karang Bata. Lahir tanggal 25 Mei 2001, Hikami termasuk murid cerdas. Pada tahun lalu ia termasuk 5 besar dikelasnya. Siswa yang cerdas dan memiliki bakat dibidang bulu olah raga bulu tangkis ini, merupakan salah satu diantara puluhan siswa penerima Beasiswa miskin di sekolahnya.  Saat Kampung Media bertandang kerumahnya 19 Desember , anak bercita-cita ingin mondok  pondok pesantren  ini sedang istirahat. Orang tuanya Selamat Riyadi menyambut dengan hangat.  Menurtu penuturan orang tuanya, Hikami memang sering menjuarai pertandingan bulu tangkis di lingkungannya.  Pak Selamat langsung tersenyum. manakala kampung Media  bertanya soal bantuan beasiswa miskin, “ Kami sangat senang dengan bantuan beasiswa miskin itu. Dengan adanya bantuan tersebut  anak saya bisa belajar dengan lebih baik mengikuti teman-temannya “ kata  pak Selamat yang sehari-hari berjualan di warung kecilnya.  Menurutnya , dengan bantuan beasiswa miskin tersebut anaknya bisa  membeli  buku tulis,  Lembar Kerja Siswa, baju batik, seragam Imtaq, sepatu hingga gesper.
Beasiswa miskin merupakan program terobosan  pemerintah provinsi NTB dalam upaya mengejar ketertinggalan, mengurangi angka drop out. 

Minggu, 16 Desember 2012

Laporan Motivator Nov 2012

laporan Motivator KM Abiantubuh Baru sudah di Update . dan bisa di lihat di sini

Bawi-bawian , permainan anak yang masih lestari di Mataram



Usai ujian semester  anak-anak sekolah dasar mulai tak aktif belajar, kjecualiu mereka yang mengikuti remedial karena hasil ujiannya rendah. Liburan akan segera tiba. Anak-anak lebih banyak bermain dengan teman sepermainan mulai sejak pagi hingga sore hari. Banyak pilihanpermainan tradisional yang tak membutuhkan koin atau uang untuk bermain.  Di saat anak-anak lain sibuk bermain game atau nongkrong di Fun City beberpa anak memilih melakukan permainan tradisional. Salah satu permainan yang disukai anak-anak adalah permainan bawi-bawian.  Permainan ini dimuali dengan mesit, atau mencabut undian siapa yang akan di tunjuk untuk menjadi bawi  atau babi yang akan ngamuk. Setelah di undi maka sang babi akan  masuk di tengah lingkaran. Selanjutnya dia kana di kerjai oleh peserta lain. Dengan kaki atau tangannya nya sang bawi harus berusaha menyentuh peserta lain untuk menggantikannya menjadi babi ditengah lapangan. Permainan lokal ini akan terasa hangat jika dilakukan malam hari atau sore hari. Meskipun kadang-kadang orang  tua melarang karena permainan jenis ini biasanya ribut.  
“ namanya permainan bawi-bawian” kata Elma di sela permainannya kepada kampong media saat menyaksikan segerombol anak asyik  bermain Sore Minggu 16 Des 2012 di Abiantubuh.

Tuaq Muhsin : Kreatif di Usia Senja

Menjelang Magrib tiba, tuaq Muhsin tampak asik meraut bambu di depan rumahnya. Ia tengah membuat sebuah burung Kecial. Ia tak memiliki banyak alat dalam membuat kerangkeng. disekelilingnya hanya terdapat sebuah pisau pemaje sebagai alat peraut, amplas, tang dan sebuah palu. Membuat kerangkeng bagi laki-laki yang selalu berlari kemasjid saat adzan tiba ini adalah bagian dari hiburan mengisi waktu senggang. Sehari-hari ia yang hobi memelihara burung dara ini memang tak banyak bekerja keras lagi seperti saat ia muda dulu. Paling-paling ia membantu pekerjaan ringan anaknya. Dulunya Tuaq Muhsin adalah pekerja keras. Ia adalah salah seorang di antara banyak pria yang mencoba peruntungan, merantau ke negeri jiran Malaysia.
Karena membuat kerangkeng burung merupakan pekerjaan sampingan, Ia hanya bisa menyelesaikan pekerjaan itu dalam satu minggu.
" satu kerangkeng bisa di jual seharga 50 ribu" kata pria berbadan kurus ini kepada kampung Media Minggu sore  16 Des 2012 di kediamannya.
Jika pekerjaan membuat kerangkeng sebetulnya bisa menghasilkan uang lebih banyak jiak tuaq Muhsin menggelutinya secara lebih serius. Di sekitar lingkungannya terdapat banyak sekali pebobi burung yang sebetulnya menjadi peluang pasar bagi kerangkeng yang ia produksi. 

Kesenian Samawa goyang Mataram



Dua pemuda tampan dan dua gadis cantik menaiki panggung  Gedung Graha Bhakti Praja sabtu lalu. Pakaian dengan aksesoris khas Samawa yang mereka kenakan didominasi warna emas dan warna-warna yang hidup dan cerah. Hal ini memberi kesan bahwa penampilan para seniman berumur belasan tahun itu tampil dengan sangat sempurna. Lighting pertunjukan yang menyoroti sosok mereka, menciptakan cahaya warna warni berkilau. Empat pemuda Samawa tersebut tampil membawakan kesenian tradisional Sakeco. Kampung Media yang diundang menyaksikan penampilan mereka malam itu juga merasakan  merasakan  aura penampilan mereka, meski secara bahasa kurang mengerti karena penapilan seniman muda tersebut menggunakan bahasa Samawa. Ada yang berbeda dari penampilan Sakeco malam itu. keberadaan 2 wanita cantik yang bahkan memulai  tampilan dengan vocal lembutnya membuat penampilan mereka terasa lebih berwarna. Pada beberapa pentas sakeco, pemainnya adalah pria. Kali ini tidak. Perempuan juga tampil mengimbangi  para lelaki.
Sakeco menjadi salah satu di antara beberpa pementasan yang memeriahkan malam pembukaan tersebut. Malam itu, para seniman asal Samawa tak hanya menampilkan Sakeco, namun mereka juga tampil dengan dari-tarian khas yang dikolaborasi dengan olah vokal. Selain itu tarian pencak silat   yang ditarikan mirip dengan tari Saman asal aceh tak kalah memukau. Tarian tersebut sampai membuat Sekda NTB naik panggung dan ikut menari. Tarian pencak menjadi tari penutup dalam acara yang dimulai sejak ba’da Magrb tersebut.
Ratusan penonton yang memadati Graha Bhakti Praja memberi aplaus meriah pada tiap akhir penampilan para seniman.

Bulan Citra Budaya mulai digelar



KM Abiantubuh. Di tengah gencarnya pembangunan fisik, perhatian pemerintah terhadap sektor seni budaya pun tak pernah keinggalan. Banyak even seni budaya digelar, utamanya menjelang pergantian tahun yang akan segera datang.   Sabtu 15 Desember, gedung Graha Bakti Praja yang terletak di Kantor Gubernur NTB di ramaikan oleh para seniman. Mereka mementaskan berbagai macam tarian yang memukau penonton. Para seniman tradisional Nusa Tenggara Barat tersebut tampil dan unjuk kebolehan. Ratusan penonton yang hadir, berkali-kali bertepuk tangan memberi apresiasi atas penampilan yang digelar sekitar pukul 19.00. Wita tersebut. Kegiatan pentas yang didomnasi oleh Sasak dan Samawa tersebut, merupakan kehiatan pentas seni sebagai salah satu rangkaian pentas dari  187 kegiatan yang digelar dalam rangka HUT NTB ke 54. Menurut Gita Aryadi yang hadir memberikan sambutan pada malam pembukaan kegiatan pentas tersebut, pentas seni kali ini diadakan bersama kabupaten kota dalam rangka Bulan Citra Budaya ( BCB ), sekaligus memeriahkan HUT NTB. Kegiatan yang awalnya bernama BAB ( Bulan Apresiasi Budaya ) ini, dimulai dengan berbagai pentas atau kegiatan budaya dipusatkan di berbagai kabupaten di wilayah NTB. Di antara kegiatan tersebut adalah  Festival Moyo, Festival Samawa, Festival Lakey, Kuda Bima, Festifal Bunga,dll. Kegiatan BCB tersebut berlangsung sejak 15 hingga 17 Desember. 3 Kabupaten tak bisa hadir dalam agenda tersebut. Ketidak hadirannya tentu dengan alasan yang tepat. Lotim misalnya, daerah ini sedang fokus dengan kegiatan Hari Nusantara.

Senin, 10 Desember 2012

Ahmad Toriq Madjid Juara Lomba Balita


 
Balita yang sehat adalah harapan setiap ibu. Mereka yang memiliki balita dengan bentuk gigi yang rapi, rambut, kuku, telinga serta anggota badan lain yang bersih tentu merasa lebih bahagia dibanding ibu yang memiliki anak tidak bersih dan sehat. Puskesmas Dasan Cermen Selasa pagi 10 Desember diramaikan para bayi dan ibunya. Mereka yang hadir adalah peserta Lomba balita sehat yang diadakan oleh Puskesmas Dasan Cermen. Sejak pukul 08.00, ruang garasi Puskesmas yang disulap menjadi tempat kegiatan Lomba tersebut terlihat ramai. Para ibu datang lebih awal. Panitia membagi meja dalam penilain menjadi 4 bagian. Meja pertama dijadikan tempat pendaftaran bagi para peserta yang akan dinilai. Dimeja pertama ini tampak,Dewi Iryanti, Ni Loh Suami dan Fitriah. Mereka tampak sibuk mencatat  identitas para peserta. Dimeja kedua ada pemeriksaan gigi bagi peserta. Di meja ke dua ini ada  dr. Illyin yang memeriksa kesehatan gigi peserta. Lalu pada meja terakhir ada dr Wawan  yang memeriksa anggota badan peserta.  Dalam lomba yang berlangsung meriah tersebut, Ahmad Toriq majid berhasil meraih juara pertama. Sang ibu Istiharah tak menyangka kalau anaknya  bakal meraih juara pertama. Torik tampak gembira saat kampung media mengambil gambarnya. Tanganya meraih-raih kamera yang sedang mengambil gambarnya (wan)